Memuji Kinerja dan Kesempurnaan Pelita Jaya Jakarta di IBL 2026

- Pelita Jaya Jakarta unggul dengan 9 kemenangan tanpa kekalahan di IBL 2026
- Para pemain asing seperti David Withey dan Anthony Archibald menjadi andalan tim
- Pelatih David Singleton terbukti mampu meramu tim dengan baik, menjaga semangat juang para pemain
Jakarta, IDN Times - Tak salah rasanya jika menjagokan Pelita Jaya Jakarta sebagai salah satu calon juara di Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Performa mereka sangat menjanjikan sejauh ini.
Dari sembilan laga yang sudah Pelita Jaya lakoni di IBL 2026, mereka paripurna dengan catatan sembilan kemenangan, tanpa sekalipun kalah. Mereka untuk sementara unggul dari para pesaing.
1. Ditopang para pemain asing yang menonjol

Musim ini, harus diakui Pelita Jaya ditopang oleh para pemain asing yang menonjol. Ada dua nama yang layak jadi pembicaraan, mereka adalah David Withey dan Anthony Archibald. Mereka menonjol secara statistik.
Withey misal, masuk dalam jajaran pemain dengan rataan blok per laga tertinggi kedua (2,78 kali) serta rataan rebound per laga tertinggi kedua (15,11 kali) di IBL 2026.
Sementara Archibald, masuk dalam jajaran pemain dengan torehan assist ciamik. Dia menjadi pemain dengan rataan assist per laga tertinggi kedua (7,56 kali) di IBL 2026. Mereka menopang para pemain lokal di tim.
2. Tentang David Singleton yang tak pernah habis akal

Salah satu kunci lain di balik performa apik Pelita Jaya sejauh ini adalah sang pelatih, David Singleton. Dia tak pernah kehabisan akal untuk meramu tim dalam kondisi apa pun.
Hal itu tampak saat Pelita Jaya bersua Tangerang Hawks pada 15 Februari 2026 lalu. Kendati Withey dan Archibald terkena foul out, dia tak habis akal dengan memainkan Neo Pande dan Anto Boyratan.
Perubahan taktikal ini bikin Pelita Jaya gahar saat lawan Hawks. Alhasil, mereka mampu menang 97-61 dari Hawks, mempertahankan tren apik mereka.
3. Masih terus lapar, dan tak mau berhenti

Pelita Jaya memang sempurna saat ini, tetapi bukan berarti rasa lapar mereka terobati. Rasa lapar itu masih ada, dan akan terus dipertahankan sampai mereka meraih gelar di akhir musim.
"Saya rasa para pemain sudah tahu, bahwa kemenangan berarti rasa lapar. Jadi untuk bisa terus mendapatkan hal tersebut, kami harus terus lapar setiap saat," ujar Singleton, dilansir situs resmi IBL.
Masih panjang perjalanan Pelita Jaya di IBL 2026. Ada banyak laga yang akan mereka jalani, dan selama itu juga, mereka harus tetap konsisten mempertahankan rasa lapar agar gelar bisa direngkuh.

















