Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bek Jepang yang Berkiprah di Eredivisie 2025/2026

ilustrasi bola sepak dan lapangan
ilustrasi bola sepak dan lapangan (pexels.com/Markus Spiske)
Intinya sih...
  • Takehiro Tomiyasu bergabung dengan Ajax Amsterdam setelah meninggalkan Arsenal dan memiliki pengalaman bermain di beberapa posisi bek.
  • Tsuyoshi Watanabe menjadi sosok kunci di pertahanan Feyenoord Rotterdam setelah pindah dari KAA Gent dengan biaya 8 juta euro.
  • Ko Itakura membawa pengalaman dari Borussia Monchengladbach ke Ajax Amsterdam, sering dipercaya sebagai bek tengah atau gelandang bertahan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Takehiro Tomiyasu dan Rio Ichihara menerima tantangan baru dalam kariernya untuk merasakan sengitnya persaingan Eredivisie Belanda pada musim dingin 2026. Ini juga menambah jumlah pemain Jepang yang sedang berkiprah di kasta tertinggi sepak bola Belanda menjadi 9 orang pada 2025/2026 per 16 Februari 2026, dengan 5 di antaranya berperan sebagai bek dalam skema taktik. Para penjaga lini belakang tersebut tersebar memperkuat Feyenoord Rotterdam, AZ Alkmaar, dan Ajax Amsterdam.

1. Takehiro Tomiyasu berseragam Ajax Amsterdam setelah sempat berstatus tanpa klub

Takehiro Tomiyasu berstatus tanpa klub setelah Arsenal dilepas pada musim panas 2025. Setelah menganggur selama beberapa bulan, dia kemudian pergi ke Belanda untuk berseragam Ajax Amsterdam pada Desember 2025. Ia memiliki pengalaman dalam menjalankan peran bek kanan, bek kiri, atau bek tengah. Performanya sempat terhambat masalah kebugaran sehingga melewatkan beberapa pertandingan. Usai pulih, pemain kelahiran Fukuoka ini diplot sebagai pelapis area pertahanan. Hingga pekan ke-23 Eredivisie 2025/2026, ia baru tampil 10 menit sebagai pengganti ketika menghadapi Excelsior Rotterdam.

Tomiyasu sendiri sempat berseragam Arsenal setelah ditebus 18,6 juta euro (sekitar Rp371,6 miliar) dari Bologna pada musim panas 2021. Dia cepat melakukan adaptasi sehingga mengamankan posisi bek kanan utama. Dirinya mempunyai ketenangan saat menguasai bola, tidak ragu berduel dengan lawan, disiplin menjaga area pertahanan, dan kuat dalam perebutan bola udara. Kehadirannya juga memperkaya rotasi bek kiri. Namun, kinerjanya kerap terganggu karena berbagai cedera. Ini membuatnya harus melewatkan banyak pertandingan. Ia merumput 84 kali dengan menorehkan 2 gol dan 6 assist bersama The Gunners.

2. Tsuyoshi Watanabe jadi sosok kunci di area pertahanan Feyenoord Rotterdam

Berkat rekam jejak menjaga jantung pertahanan KAA Gent, Tsuyoshi Watanabe berhasil mencuri perhatian Feyenoord Rotterdam sehingga diboyong ke De Kuip Stadium pada musim panas 2025. Kepindahan ini menghabiskan biaya 8 juta euro (sekitar Rp160 miliar). Kehadirannya ketika itu diplot sebagai suksesor dari David Hancko yang berlabuh ke Atletico Madrid. Bek tengah kelahiran Saitama ini untuk pertama kali mengembangkan potensinya di Eredivisie.

Watanabe langsung menjelma menjadi salah satu sosok kunci di area pertahanan Feyenoord Rotterdam. Ini membuatnya sering diturunkan sebagai bek tengah utama pada Eredivisie 2025/2026. Pemain yang kini berusia 29 tahun ini memiliki ketenangan sehingga ikut berperan membangun serangan dari area belakang, tidak ragu melakukan duel karena dibekali kekuatan fisik, dan bisa membaca permainan untuk mengantisipasi ancaman lawan. Hingga pekan ke-23, dia merumput 21 kali dengan menorehkan 1 gol. Di berbagai ajang, dirinya mencetak 4 gol dari 30 pertandingan musim ini.

3. Ko Itakura bisa menempati posisi bek tengah atau gelandang bertahan di Ajax Amsterdam

Ko Itakura tercatat membela Borussia Monchengladbach kurang lebih 3 tahun. Pemain kelahiran Kanagawa ini kemudian menerima tawaran untuk mengembangkan karier bersama Ajax Amsterdam pada musim panas 2025. Demi mewujudkan kepindahan ini, De Godenzonen harus merogoh kocek 10,5 juta euro (sekitar Rp209,6 miliar). Ia diproyeksikan memperkaya rotasi di posisi bek tengah.

Itakura cepat melakukan adaptasi sehingga sering dipercaya masuk sejak menit awal sebagai bek tengah Ajax Amsterdam pada Eredivisie 2025/2026. Selain itu, pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut juga pernah menjalankan tugas gelandang bertahan. Berkat ketenangan yang dimiliki, kehadirannya penting dalam membantu membangun serangan dari area pertahanan. Selain itu, dirinya mampu membaca permainan untuk mengantisipasi ancaman lawan serta mempunyai kekuatan fisik sehingga tidak ragu melakukan duel. Namun, kinerjanya sedang terhambat cedera punggung. Hingga pekan ke-23, ia bermain sebanyak 14 pertandingan dengan menyumbang 1 gol (1.088 menit). Sejak didatangkan ke Johan Cruyff Arena, ia merumput 21 kali dengan menorehkan 1 gol di berbagai kompetisi musim ini.

4. Seiya Maikuma sempat melewatkan banyak pertandingan karena cedera lutut di AZ Alkmaar

Menjalani musim kedua bersama AZ Alkmaar, Seiya Maikuma sering absen pada Eredivisie 2025/2026. Sebab, pemain yang kini berusia 28 tahun ini sempat berkutat dengan cedera lutut sehingga melewatkan banyak pertandingan. Selepas sembuh, dia kesulitan mengumpulkan menit bermain karena ditugaskan sebagai bek kanan pelapis. Hingga pekan ke-23, ia tampil dalam lima pertandingan (117 menit) bersama De Kaaskoppen.

AZ Alkmaar mendapatkan jasa Maikuma setelah membayar 800 ribu euro (sekitar Rp16 miliar) kepada Cerezo Osaka pada musim panas 2024. Ini menjadi kesempatan penting dalam kariernya berkarier di Eropa. Pemain kelahiran Nagasaki tersebut ternyata tidak demam panggung sehingga sering diplot sebagai bek kanan utama. Dirinya mempunyai etos kerja tinggi, stamina, dan kecepatan sehingga bisa membantu transisi dari bertahan ke menyerang. Selain itu, dia juga dibekali visi bermain untuk melakukan distribusi bola. Sejak Juli 2024, ia menorehkan 2 gol dan 4 assist dari 50 pertandingan di berbagai kompetisi.

5. Rion Ichiara belum mendapat kesempatan debut bersama AZ Alkmaar

Rion Ichihara diboyong AZ Alkmaar dari RB Omiya Ardija pada musim dingin 2026. Ini menjadi langkah awalnya membangun karier di Eropa. Pemain kelahiran Saitama tersebut sebagai investasi jangka panjang dalam memperkuat jantung pertahanan De Kaaskoppen, mengingat usianya masih 20 tahun. Dia kalah bersaing dengan duet Wouter Goes dan Alexandre Penetra dalam menjalankan posisi bek tengah utama sehingga belum diberikan kesempatan debut hingga pekan ke-23 Eredivisie 2025/2026.

Ichihara adalah produk akademi RB Omiya Ardija yang dipromosikan ke skuad senior pada musim dingin 2024. Dia langsung diplot sebagai bek tengah utama. Selain kekuatan fisik, ia mempunyai ketenangan sehingga berperan penting dalam mengirim umpan dari lini belakang, bisa mengantisipasi serangan lawan, dan unggul dalam duel udara. Kehadirannya juga memberi fleksibilitas karena pernah ditugaskan menjaga sisi kanan pertahanan. Dirinya mengumpulkan 5 gol dan 3 assist dari total 80 pertandingan di berbagai kompetisi.

Kelima bek berkebangsaan Jepang di atas berkiprah di Eredivisie 2025/2026. Tomiyasu berperan sebagai pelapis dan Itakura sering diplot sebagai bek tengah di Ajax Amsterdam. Maikuma sempat absen panjang karena cedera lutut dan Ichiara belum menjalani debut bersama AZ Alkmaar. Watanabe menyuguhkan kontribusi krusial di sektor pertahanan Feyenoord Rotterdam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

5 Bek Kolombia yang Cetak Gol di Liga Champions, Ada Davinson Sanchez

18 Feb 2026, 18:22 WIBSport