Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bodo/Glimt vs Inter: Faktor Cuaca dan Rumput Jadi Kendala Nerazzurri

Potret trofi Liga Champions di IDN HQ. (IDN Times/Wahyu Kurniawan).
Potret trofi Liga Champions di IDN HQ. (IDN Times/Wahyu Kurniawan).
Intinya sih...
  • Cuaca di Norwegia sangat ekstrem, dengan suhu berkisar antara minus lima hingga minus 10 derajat Celsius dan salju yang turun saat pertandingan dimulai.
  • Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, khawatirkan keselamatan pemain karena lapangan sintetis rentan membuat pemain cedera.
  • Chivu mengingatkan Inter untuk waspada karena Bodo/Glimt telah menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan tim-tim besar seperti Atletico Madrid dan Manchester City.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lawatan Inter Milan ke markas Bodo/Glimt, dalam leg pertama play-off fase gugur Liga Champions 2025/26 dipastikan tidak bakal berjalan mudah. Menjalani duel di Aspmyra Stadion pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, sejumlah tantangan diprediksi bisa mengganggu Nerazzurri.

Selain menghadapi Bodo yang performanya sedang konsisten, Inter harus melawan cuaca ekstrem dan rumput sintetis yang menyelimuti lapangan. Lantas, seperti apa pelatih Cristian Chivu menyikapi soal tantangan tersebut?

1. Seperti apa cuaca di Norwegia?

Mengutip laman resmi Inter, Bodo berada tepat di atas Lingkar Arktik. Salju bahkan bisa turun saat pertandingan dimulai. Dalam beberapa hari terakhir, curah salju di wilayah tersebut terbilang lebat.

Kondisi itu membuat staf stadion harus bekerja ekstra. Sehari sebelum laga, mereka membersihkan lapangan dari tumpukan salju. Prosesnya tidak mudah. Petugas bahkan menggunakan traktor kecil untuk mengangkut salju yang menimbun lapangan sepanjang akhir pekan.

Suhu di Bodo berkisar antara minus lima hingga minus 10 derajat Celsius. Meski demikian, pelatih Inter, Chivu, mengaku tidak terlalu mencemaskan cuaca ekstrem tersebut. Ia justru mewaspadai potensi kejutan dari tim tuan rumah.

"Kami melihat itu setiap hari di kamp. Yang mengesankan bagi kami adalah apa yang telah dilakukan Bodo dan apa yang bisa mereka lakukan. Mereka punya semangat, kualitas, dan banyak pemain yang tampil bagus. Pergerakan sepak bola di sana berkembang pesat, dan kami harus tetap waspada dan siap menghadapi apa pun," kata Chivu.

2. Khawatirkan keselamatan pemain

Bermain di lapangan sintetis tentu akan mengganggu permainan Inter yang tak terbiasa. Namun, Chivu optimistis Lautaro Martinez dan kawan-kawan dapat mengatasi itu.

Yang dikhawatirkan Chivu hanya keselamatan pemain di atas lapangan, mengingat lapangan sintetis rentan membuat pemain cedera.

"Selalu ada kekhawatiran terkait keselamatan para pemain karena saya peduli mereka semua tetap bugar dan sehat, apalagi kami membutuhkan semua pemain di liga dengan jadwal yang sangat padat. Kami menggelar sesi latihan terakhir di sini untuk membiasakan diri dengan kondisi cuaca dan lapangan," ucap Chivu.

3. Hati-hati Inter, Bodo menyulitkan

Pada dasarnya, Chivu mengingatkan Inter untuk tampil habis-habisan. Ia menilai Bodo/Glimt bukan lawan yang bisa dianggap remeh.

Performa wakil Norwegia itu impresif di fase liga. Mereka menundukkan Atletico Madrid 2-1 dan Manchester City 3-1. Enam poin tersebut menjadi modal penting hingga melaju ke play-off.

Bodo/Glimt juga mampu menahan Borussia Dortmund 2-2. Juventus bahkan hampir bernasib serupa. Si Nyonya Tua baru memastikan kemenangan lewat gol Jonathan David pada menit 90+1.

“Bodo/Glimt adalah tim yang tangguh, klub ini telah membuat kemajuan besar. Mereka mengalahkan Man City dan Atletico Madrid, jadi kami tahu mereka adalah tim yang kuat,” kata Chivu di laman resmi UEFA.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

Bodo/Glimt vs Inter: Faktor Cuaca dan Rumput Jadi Kendala Nerazzurri

18 Feb 2026, 20:30 WIBSport