Performa Ferrari sepanjang pekan balap GP Amerika Serikat 2026 sejatinya tidak buruk. Itu terbukti dari capaian mereka dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) hingga sesi latihan bebas ketiga (FP3). Charles Leclerc menjadi pembalap tercepat saat FP1 dan FP2, sedangkan Lewis Hamilton mencatatkan waktu tercepat pada FP3.
Sayangnya, Ferrari justru gagal mengamankan posisi start terdepan ketika kualifikasi. Leclerc berada di posisi keempat dan Hamilton memulai balapan dari posisi kelima. Kondisi tersebut membuat kedua pembalap harus menghabiskan waktu lebih banyak di belakang pembalap lain. Di sisi lain, Kimi Antonelli yang meraih pole position dapat melaju mulus untuk memimpin balapan.
Frederic Vasseur mengakui masalah pada fase akhir Q3 menjadi salah satu faktor yang memengaruhi balapan Ferrari di COTA. Kepala tim Ferrari itu menekankan, sedikit kesalahan saat kualifikasi bisa menyebabkan pembalap mendapat posisi start kurang menguntungkan. Vasseur yakin timnya bisa meraih hasil lebih baik jika tidak ada masalah saat Q3.
"Rentang kerja optimal mobil atau ban sangat sempit. Catatan waktu bisa langsung lebih lambat 0,2 atau 0,3 detik apabila keluar sedikit saja dari rentang tersebut. Selisih waktu tersebut bisa menempatkan pembalap di posisi keenam di antara delapan pembalap terdepan pada era F1 saat ini. Pembalap bisa beralih dari hasil sangat bagus menjadi hasil buruk karena embusan angin, sedikit selip saat outlap, harus memperlambat laju sehingga tidak bisa mempertahankan kecepatan saat outlap, atau hal lainnya. Dampaknya begitu besar," jelas Frederic Vasseur dilansir Formula 1.