Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menilik Alasan Haas Memilih Rafael Camara untuk F1 2027
Rafael Camara saat menjalani pekan balap Formula 3 seri Austria 2025. (commons.wikimedia.org/Lukas Raich)
  • Haas mengontrak Rafael Camara untuk F1 2027 setelah memutuskan berpisah dengan Esteban Ocon, sementara Oliver Bearman berpeluang dipertahankan melalui opsi kontraknya.
  • Camara menarik perhatian Haas lewat penampilan dalam tes TPC, memimpin Formula 2 2026 dengan 207 poin, serta membawa gelar Formula Regional 2024 dan Formula 3 2025.
  • Promosi Camara melanjutkan strategi Haas mengorbitkan rookie seperti Bearman, yang mencatat sembilan finis poin dan posisi keempat di GP Meksiko pada musim debut penuhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Daftar pembalap Formula 1 2027 kian tersusun. Haas telah memastikan satu kursi menjadi milik Rafael Camara. Tim yang berbasis di Kannapolis, Amerika Serikat, itu mengumumkan hal tersebut pada Kamis (15/10/2026) malam WIB.

Keputusan Haas mengontrak Camara terbilang berani. Sebab, sejumlah tim Formula 1 lebih memilih mempertahankan pembalap mereka ketimbang melakukan perombakan. Apa alasan yang mendorong Haas mengambil langkah berbeda?

1. Haas mengambil keputusan berbeda daripada tim lain untuk susunan pembalap mereka di Formula 1 2027

Bursa pembalap Formula 1 2027 terbilang stabil. Hampir semua tim mempertahankan pembalap yang mereka miliki. Haas pada awalnya berencana menggunakan pendekatan yang serupa. Namun, Haas mengubah haluannya selepas pekan balap GP Azerbaijan. Tim yang dipimpin Ayao Komatsu mengonfirmasi kepergian Esteban Ocon dari tim pada akhir musim nanti. Kondisi tersebut membuat Haas memiliki satu kursi balap kosong.

Haas memang belum mengonfirmasi masa depan Oliver Bearman. Namun, PlanetF1 melansir, Komatsu menyatakan Bearman terikat kontrak dengan durasi 2+1 sehingga Haas punya opsi untuk mempertahankan Bearman pada musim depan. Apalagi, Bearman menunjukkan performa lebih baik ketimbang Ocon.

Hingga GP Singapira, Bearman bertengger di peringkat ke-13 dengan perolehan 23 poin. Sementara itu, Ocon berada di posisi ke-16 usai mengumpulkan 7 poin. Berkaca dari hal tersebut, bukan hal mengagetkan apabila Komatsu memilih mengubah pendekatan dalam pemilihan pembalap untuk menghadapi Formula 1 2027.

2. Talenta dan prestasi Rafael Camara berhasil menarik perhatian Haas untuk mempromosikannya di Formula 1 2027

Haas langsung bergerak mencari pembalap untuk mengisi kursi kosong sepeninggal Esteban Ocon. Sejumlah pembalap yang merupakan talenta muda menjanjikan menjadi bidikan Haas. Rafael Camara adalah salah satunya.

Camara termasuk salah satu pembalap yang mengikuti program Testing of Previous Cars (TPC) yang Haas laksanakan di Portimao, Portugal. Selain Camara, pembalap yang ambil bagian pada sesi tes tersebut ialah Leonardo Fornaroli, Ryo Hirakawa, dan Jack Doohan. Penampilan Camara berhasil menarik perhatian saat mengemudikan mobil VF-25 yang notabene mobil Haas musim lalu.

Performa apik Camara tidak hanya terlihat saat TPC. Pembalap berkebangsaan Brasil itu juga tampil moncer di Formula 2 2026. Ia kini bertarung dalam perebutan gelar juara pada musim perdananya di kejuaraan tersebut. Camara bertengger di posisi puncak berkat perolehan 207 poin.

Camara juga punya pencapaian mentereng dalam ajang balap single-seater. Ia merupakan juara Formula Regional European Championship pada 2024. Bersama Prema Racing. Kemudian, Camara menjuarai Formula 3 2025 pada musim debutnya.

Talenta cemerlang Camara telah mendapatkan pengakuan Ferrari. Pabrikan berlogo kuda jingkrak itu memberi nilai tinggi selama Camara mengikuti program pembinaan pembalap muda yang mereka kelola. Masuknya Camara sebagai pembalap Haas bisa membuka jalan bagi pembalap tersebut bergabung dengan skuad Ferrari pada masa mendatang. Apalagi, Ferrari telah menjalin kemitraan Haas di Formula 1 sejak 2016.

Daya tarik Camara tidak hanya perihal performa di lintasan. Kedatangan Camara di Formula 1 juga menarik dari aspek komersial. Itu bisa terjadi karena faktor statusnya sebagai juara bertahan Formula 3. Popularitasnya dapat semakin meningkat apabila berhasil mengunci titel juara Formula 2 musim ini.

3. Haas mengulangi pendekatan berisiko seperti saat mengorbitkan Oliver Bearma pada 2025

Langkah berani memilih Rafael Camara merupakan pilihan berisiko yang Haas ambil untuk mengarungi Formula 1 2027. Namun, pendekatan semacam ini bukanlah hal baru bagi mereka. Haas telah melakukannya saat mengorbitkan Oliver Bearman pada 2025.

Sebelum menjalani musim debut penuhnya, Bearman sempat ikut balapan sebanyak tiga kali di Formula 1 2024. Bearman membalap untuk Ferrari di GP Arab Saudi karena Carlos Sainz harus menjalani operasi usus buntu. Kemudian, Bearman memperkuat Haas di GP Azerbaijan akibat Kevin Magnussen memperoleh larangan balapan setelah mencapai batas maksimal 12 poin penalti pada Super Licence miliknya. Bearman kembali menggantikan Magnussen di GP Brasil karena pembalap asal Denmark itu tidak enak badan.

Performa Bearman bersama Haas pada 2025 terbilang menjanjikan. Berdasarkan data StatsF1 per 16 Oktober 2026, pembalap asal Inggris tersebut mampu finis di zona poin sebanyak sembilan kali dengan prestasi terbaiknya adalah finis keempat di GP Meksiko. Bearman menutup musim debut penuhnya di peringkat ke-13 dengan perolehan 41 poin.

Torehan oke Bearman menjadi pembuktian bagi Haas karena mereka bisa membantu pembalap muda mengembangkan potensi yang mereka miliki. Atas dasar itulah, mereka yakin untuk mengambil risiko serupa dengan mempromosikan Camara. Apakah Haas akan mendapatkan hasil yang sama atau justru sebaliknya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article