Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Balapan Formula 1 yang Nama Seri dan Lokasinya Berbeda

3 min read
4 Balapan Formula 1 yang Nama Seri dan Lokasinya Berbeda
ilustrasi pembalap Ferrari di Formula 1 (pexels.com/Adrien Gambet)
  • GP Bahrain 2026, seri ke-16 Formula 1, dipindahkan dari Sirkuit Sakhir ke Sepang, Malaysia, pada 2–4 Oktober akibat situasi perang Amerika Serikat-Iran, tetapi tetap memakai nama Bahrain.
  • Perbedaan nama seri dan lokasi pernah terjadi pada GP San Marino di Imola, Italia, serta GP Swiss 1982 di Dijon-Prenois, Prancis, setelah balap bermotor dilarang di Swiss.
  • GP Luksemburg berlangsung di Nurburgring, Jerman, pada 1997 dan 1998; penamaan alternatif juga digunakan ketika suatu negara menggelar dua balapan atau sebagai pengganti seri lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

GP Bahrain merupakan seri ke-16 Formula 1 2026. Menariknya, balapan tersebut tak digelar di Sirkuit Sakhir melainkan di Sirkuit Sepang, Malaysia. Hal itu terjadi karena situasi yang tak kondusif akibat perang Amerika Serikat-Iran.

Meski digelar di Malaysia, nama seri tersebut tetap GP Bahrain. Hal unik tersebut sejatinya bukanlah hal baru di Formula 1. Berikut empat balapan Formula 1 yang nama seri dan lokasinya berbeda per 29 September 2026.

  1. 1. GP San Marino selalu dihelat di Sirkuit Imola, Italia

    Sirkuit Imola pertama kali menggelar balapan Formula 1 pada 1980 dengan tajuk GP Italia menggantikan Sirkuit Monza. Formula 1 kemudian mempertahankan Sirkuit Imola sebagai tuan rumah pada 1981. Namun, karena GP Italia kembali Sirkuit Monza, alhasil balapan di Sirkuit Imola diberi nama GP San Marino. San Marino merupakan sebuah negara kecil yang seluruhnya terkurung Italia.

    GP San Marino menjadi tuan rumah Formula 1 pada 1981--2006. Michael Schumacher menjadi yang paling sukses dengan tujuh kemenangan. Sirkuit Imola kembali menjadi tuan rumah Formula 1 pada 2020--2022 dan 2024--2025. Seri tersebut diberi tajuk GP Emilia-Romagna, nama daerah di Italia tempat Sirkuit Imola.

  2. 2. GP Swiss 1982 digelar di Sirkuit Dijon-Prenois, Prancis

    Prancis menggelar dua balapan Formula 1 pada 1982. GP Prancis digelar di Sirkuit Paul Ricard, sementara balapan lain yang bertajuk GP Swiss 1982 digelar di Sirkuit Dijon-Prenois, Prancis. Rene Arnoux menjuarai GP Prancis dan Keke Rosberg memenangi GP Swiss.

    GP Swiss juga pernah digelar di Sirkuit Dijon-Prenois pada 1975. Namun, balapan tersebut berstatus non-championship sehingga tak masuk perhitungan poin. Menariknya, balapan tersebut dimenangi pembalap asal Swiss, Clay Regazzoni.

    GP Swiss tak digelar di Swiss akibat tragedi kelam 24 Hours of Le Mans 1955 yang menewaskan 85 orang termasuk penonton. Sejak saat itu, penyelenggaraan ajang balap kendaraan bermesin sepenuhnya dilarang orang pemerintah Swiss. Sebelumnya, GP Swiss pernah digelar di Swiss pada 1950--1954 yang berlokasi di Sirkuit Bremgarten.

  3. 3. GP Luksemburg digelar di Sirkuit Nurburgring, Jerman, pada 1997 dan 1998

    Jerman memiliki dua sirkuit legendaris yang pernah menjadi tuan rumah Formula 1, Sirkuit Hockenheimring dan Sirkuit Nuerburgring. Kedua sirkuit tersebut pernah menggelar balapan secara bersamaan pada 1984 dan 1995--2006. Selama periode tersebut, Sirkuit Hockenheimring menggelar GP Jerman, sementara Sirkuit Nuerburgring menggelar GP Eropa kecuali pada 1997 dan 1998.

    Pada 1997, GP Eropa digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol. Sementara, GP Luksemburg menjadi tajuk baru balapan di Sirkuit Nuerburgring. Luksemburg merupakan sebuah negara kecil yang berlokasi sekitar 80 kilo meter dari Sirkuit Nuerburgring. Tajuk GP Luksemburg tetap digunakan pada 1998 meski GP Eropa tak digelar pada tahun tersebut.

  4. 4. GP Bahrain 2026 akan bertempat di Sirkuit Sepang, Malaysia

    GP Bahrain awalnya dijadwalkan sebagai seri keempat pada 10--12 April 2026. Namun, situasi yang tak kondusif akibat perang Amerika Serikat-Iran membuat balapan tersebut akhirnya ditunda. Balapan tersebut pada akhirnya digelar pada 2--4 Oktober 2026 tetapi dipindah ke Sirkuit Sepang, Malaysia. Meski begitu, balapan tersebut tetap memiliki tajuk GP Bahrain.

    Sirkuit Sepang bukanlah sirkuit yang asing bagi pecinta Formula 1. Sirkuit tersebut pernah menggelar balapan pada 1999--2017 dengan tajuk GP Malaysia. Sebastian Vettel menjadi yang tersukses dengan empat kemenangan. Sayang, masalah finansial membuat GP Malaysia tak berlanjut.

    Situasi yang memanas di Timur Tengah juga membuat GP Arab Saudi yang seharusnya menjadi seri kelima sepenuhnya dibatalkan. Formula 1 masih memiliki dua seri lagi di Timur Tengah, GP Qatar dan GP Abu Dhabi. Kedua seri penutup musim tersebut sejauh ini masih akan dilaksanakan sesuai jadwal dan lokasi awal.

    Balapan Formula 1 ternyata pernah berlokasi tak sesuai nama serinya. Hal itu bisa terjadi jika suatu negara menggelar dua balapan dalam semusim atau ada balapan pengganti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More