Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Pemain Indonesia Terakhir yang Kalah pada Final Singapore Open
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Mustafa Fatemi)
  • Beberapa edisi terakhir Singapore Open menunjukkan dominasi ketat, dengan sejumlah wakil Indonesia berhasil menembus final namun gagal membawa pulang gelar juara.
  • Lima kekalahan terakhir di final dialami oleh Tontowi/Liliyana (2018), Ahsan/Hendra dan Ginting (2019), Fajar/Rian (2022 & 2024), serta Fajar/Fikri (2026).
  • Meskipun sering berakhir sebagai runner-up, konsistensi pemain Indonesia mencapai partai puncak membuktikan daya saing tinggi di turnamen level Super 750 tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Singapore Open kembali menjadi turnamen yang menghadirkan persaingan ketat antarpemain elite dunia. Tidak mudah bagi seorang pemain untuk menembus partai final, apalagi mengakhiri turnamen dengan gelar juara mengingat level kompetisinya yang tergolong tinggi.

Dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia beberapa kali berhasil mengirimkan wakil ke partai puncak. Namun, tidak semuanya mampu menyelesaikan perjuangan dengan trofi juara. Ada sejumlah pemain Indonesia yang harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah pada laga final. Salah satunya adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang baru saja menelan kekalahan pada final Singapore Open 2026. Berikut lima pemain Indonesia terakhir yang kalah pada final Singapore Open per 2026.

1. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tumbang pada final Singapore Open 2018

Indonesia meloloskan dua wakil ke final Singapore Open 2018. Sayangnya, satu di antaranya harus berakhir sebagai runner-up. Wakil tersebut adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari sektor ganda campuran yang menelan kekalahan pada partai final. Mereka saat itu kalah dari ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Dalam laga singkat berdurasi 36 menit, peraih emas Olimpiade itu kalah 2 game langsung dengan skor tipis 19-21 dan 18-21.

2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan keok pada final Singapore Open 2019

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan termasuk pemain Indonesia yang pernah menderita kekalahan pada final Singapore Open. Itu terjadi di Singapore Open 2019 saat mereka berhadapan dengan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Mereka saat itu kalah lewat pertarungan alot 3 game yang berjalan selama 51 menit dengan skor 13-21, 21-19, dan 17-21.

3. Anthony Sinisuka Ginting juga keok pada final Singapore Open 2019

Selain Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Indonesia juga meloloskan satu wakil lainnya ke final Singapore Open 2019. Wakil tersebut adalah Anthony Sinisuka Ginting dari sektor tunggal putra. Sayangnya, ia bernasib sama layaknya Ahsan/Hendra. Tunggal putra kelahiran Cimahi itu juga kalah dari wakil Jepang lewat pertarungan tiga game. Ia kalah dengan skor 21-10, 19-21, dan 13-21 dari Kento Momota. Kekalahan itu memastikan Indonesia gagal mengamankan gelar juara di Singapore Open 2019.

4. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto kalah pada final Singapore Open dua kali

Pemain Indonesia berikutnya yang masuk daftar ini adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Berbeda dari tiga pemain sebelumnya, Fajar/Rian menelan kekalahan dua kali, tepatnya di Singapore Open 2022 dan 2024. Di Singapore Open 2022, mereka kalah dari ganda putra Indonesia lainnya, yakni Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Dalam pertempuran 3 game berdurasi 52 menit, mereka kalah dengan skor 21-9, 14-21, dan 16-21. Sementara itu, di Singapore Open 2024, mereka takluk dari ganda putra China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Mereka kalah 2 game langsung dengan skor 19-21 dan 14-21 dalam waktu 40 menit. Kekalahan itu memastikan Indonesia nirgelar pada edisi tersebut.

5. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri gagal meraih kemenangan pada final Singapore Open 2026

Teranyar, pemain Indonesia yang kalah pada final Singapore Open adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Ganda putra itu kalah dari pasangan India pada final edisi 2026. Mereka tumbang di tangan Satwiksairaj Rankireddy/Chirang Shetty dalam duel 3 game yang berlangsung selama 73 menit dengan skor 21-18, 17-21, dan 16-21. Hasil itu membuat Indonesia kembali nirgelar di Singapore Open.

Menembus final Singapore Open sejatinya sudah menjadi pencapaian yang tidak mudah bagi para pemain Indonesia. Mereka harus melewati sejumlah lawan tangguh sebelum akhirnya mencapai partai puncak turnamen level Super 750 tersebut.

Meski berakhir tanpa gelar juara, capaian para pemain di atas tetap layak diapresiasi. Kehadiran wakil Indonesia secara konsisten di partai final menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing kuat di salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF World Tour.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article