Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pancasakti Run 2026 Zero Crash, Perluas Skala Peserta di Edisi 2027

Pancasakti Run 2026 Zero Crash, Perluas Skala Peserta di Edisi 2027
Potret Pancasakti Run 2026. (Dok. Pancasakti Run).
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pancasakti Run 2026 berlangsung meriah di kawasan QBig BSD City, Tangerang, pada akhir pekan lalu. Ajang itu memperlihatkan antusiasme masyarakat urban terhadap gaya hidup sehat.

Ajang yang menyuguhkan kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K) sukses melampaui target awal. Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi pihak penyelenggara untuk memperluas skala yang lebih masif pada edisi tahun 2027 mendatang

1. Catatkan rekor zero crash, target edisi berikutnya naik

CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmady, mengaku sangat puas dengan hasil evaluasi jalannya perlombaan sejak garis start hingga finis. Suwandy menyatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, bahkan tanpa insiden yang membahayakan keselamatan para pelari.

"Saya dapat melaporkan zero crash (nihil kecelakaan), artinya hari ini pelaksanaannya baik sekali, udara dan cuaca juga mendukung," kata Suwandy dalam keterangan resminya.

Melihat antusiasme pendaftar yang membeludak, Suwandy menargetkan untuk meningkatkan kapasitas kuota peserta menjadi sekitar 8.000 pelari di edisi berikutnya. Lokasinya akan tetap di kawasan BSD, namun siap untuk menampung lonjakan peserta tersebut.

"Semoga tahun depan akan lebih baik karena pesertanya saya akan menambah menjadi 8.000," ujar Suwandy.

2. Ahok ikut lari meski sempat dilarang dokter

Kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sebagai peserta menambah bumbu keseruan lomba. Tak sekadar mengikuti seremoni flag-off, Ahok juga ikut berkeringat dengan berlari menuntaskan kategori 5K.

Usai menyentuh garis finis tanpa kendala, Ahok ternyata sempat dilarang oleh dokter untuk melakukan olahraga lari. Itu karena berat badan Ahok sedang kurang ideal, dan khawatir justru mengalami cedera.

"Saya hanya khawatir lari karena dokter larang. Berat saya 93 kg, kelebihan berat badan. Tapi kalau saya 85 kg, kekurusan kayak orang stres. Tren orang sekarang setelah Covid itu lebih penting kesehatannya. Dan lari itu salah satu olahraga yang relatif lebih terjangkau secara ekonomi," kata Ahok.

3. Banjir pujian dan hiburan dari barongsai

Kesuksesan acara ini juga dirasakan langsung oleh para peserta yang datang dari berbagai daerah di sekitar Jabodetabek. Sepasang pelari asal Depok, Afri dan Alfian, mengaku puas dengan atmosfer lomba yang meriah, serta kualitas race pack yang memuaskan.

Meski harus rela berangkat sejak pukul 04.00 WIB pagi dan sempat kesulitan mencari lahan parkir, mereka merasa lelahnya terbayar. Panitia berhasil menghibur ribuan pelari dengan menyajikan berbagai atraksi menarik di area race village, salah satunya adalah pertunjukan barongsai.

"Enggak nyangka acaranya seru banget, ramai banget. Kami juga suka sama bajunya, dapat medali juga," ujar Afri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More