Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Pemain Miami Heat dengan Poin Tertinggi dalam 1 Pertandingan

3 Pemain Miami Heat dengan Poin Tertinggi dalam 1 Pertandingan
ilustrasi bola basket (pexels.com/Emmanuel Newton)
Intinya Sih
  • Bam Adebayo mencetak 83 poin saat Miami Heat menang 150-129 atas Washington Wizards, memecahkan rekor Kobe Bryant dan menjadi pencetak poin tertinggi dalam sejarah klub.
  • LeBron James pernah menorehkan 61 poin melawan Charlotte Bobcats pada musim 2013/2014, memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda terbesar Miami Heat.
  • Glen Rice mencatat 56 poin saat menghadapi Orlando Magic di musim 1994/1995, menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam sejarah awal Miami Heat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Miami Heat sukses menunjukkan dominasi atas Washington Wizards dengan skor 150-129 pada lanjutan NBA 2025/2026 (10/3/2026). Klub yang dilatih Erik Spoelstra ini juga menjaga harapan lolos ke babak playoff karena untuk sementara menduduki posisi keenam Western Conference. Selain memperoleh hasil positif, Bam Adebayo ternyata melampaui rekor 81 poin dalam 1 pertandingan milik mendiang Kobe Bryant yang sudah bertahan kurang lebih selama 20 tahun. Center asal Newark, New Jersey ini tercatat menorehkan 83 poin untuk Heat.

Berkat raihan 83 poin, Adebayo langsung memuncaki daftar pemain Miami Heat yang mencetak poin tertinggi dalam satu pertandingan. Center yang kini berusia 28 tahun ini melewati pencapaian dari LeBron James dan Glen Rice untuk klub yang berbasis di Florida tersebut. Yuk, simak pembahasan di bawah ini!

1. Bam Adebayo menjadi mimpi buruk untuk pertahanan Wizards dengan membuat 83 poin

Memasuki musim kesembilan bersama Miami Heat, Bam Adebayo masih dipercaya oleh Erik Spoelstra sebagai figur penting sehingga selalu menempati posisi center utama pada NBA 2025/2026 per 12 Maret 2026. Pemain bertinggi 206 cm ini bahkan mencuri perhatian penggemar NBA karena sukses melewati rekor poin terbanyak milik Kobe Bryant yang bertahan kurang lebih selama 20 tahun. Prestasi solid ini terjadi ketika Heat menjamu Washington Wizards di Kaseya Center.

Pada pertandingan tersebut, Adebayo sendiri menjelma menjadi mimpi buruk pertahanan Washington Wizards. Pemain yang kini berusia 28 tahun ini sudah menunjukkan dominasinya sejak babak pertama. Tak hanya solid ketika memasuki paint area, dirinya juga mampu melakukan tembakan tiga angka akurat. Ini membuatnya sulit dihentikan. Hasilnya, dia berhasil menyumbang 43 poin untuk Miami Heat.

Tak mengendurkan tempo, Adebayo semakin sulit terbendung ketika menjalani babak kedua. Kehadirannya sukses mengganggu fokus lini pertahanan Washington Wizards. Dia kemudian berhasil menambah 40 poin lagi untuk Miami Heat. Pada pertandingan ini, ia menciptakan statistik 83 poin, 9 rebound, 3 assist, 2 block, 2 steal selama 42 menit.

2. LeBron James tampil superior saat menghadapi Charlotte Bobcats dengan menorehkan 61 poin

LeBron James tercatat pernah berkarier bersama Miami Heat kurang lebih selama 4 tahun, dari 2010 sampai 2014. Pemain yang mempunyai julukan King James ini ikut membentuk Heat menjadi sebuah dinasti yang diperhitungkan di NBA. Hasilnya, dirinya berjasa mengantar klub asal Florida tersebut secara berturut-turut memenangkan cincin juara pada 2012 dan 2013.

James ternyata pernah menyumbang poin tertinggi untuk Miami Heat ketika melawan Charlotte Bobcats (yang kini berganti nama menjadi Charlotte Hornets) pada NBA 2013/2014. Pemain kelahiran Akron, Ohio ini berhasil tampil superior selama 41 menit. Berkat keunggulan fisik yang dimiliki, ia tidak ragu menembus paint area lawan untuk menciptakan poin. Selain itu, dia juga dibekali dengan tembakan tiga angka akurat sehingga sulit untuk menjaganya. Dirinya kemudian menorehkan 61 poin, 7 rebound, dan 5 assist.

3. Glen Rice mencuri atensi dengan mencetak 56 poin saat menghadapi Orlando Magic

Setelah menghabiskan masa kuliah bersama University of Michigan Wolverines, Glen Rice percaya diri terjun ke liga basket profesional dengan mengikuti NBA Draft 1989. Keputusannya tepat, dia berhasil dipilih oleh Miami Heat pada urutan keempat. Dirinya menjadi salah satu pilar penting sehingga sulit tergantikan dari posisi power forward utama. Pemain yang mempunyai julukan G-Money ini tercatat pernah berseragam Heat kurang lebih selama 5 musim.

Pada NBA 1994/1995, Miami Heat berhasil mengalahkan Orlando Magic dengan skor 123-117. Ketika itu, Rice mencuri atensi publik Miami Arena karena performa impresif selama 45 menit. Power forward kelahiran Jacksonville, Arkansas tersebut mampu merepotkan duo Magic, yaitu Penny Hardaway dan Shaquille O'Neal. Hasilnya, dia menyumbang 56 poin dan 4 assist untuk Heat.

Ketiga pemain Miami Heat di atas berhasil menciptakan banyak poin dalam satu pertandingan. Adebayo menjadi nama yang paling baru menghuni daftar tersebut. Dirinya saat ini merupakan salah satu pilar penting permainan klub yang berbasis di Florida tersebut. Menurutmu, siapa lagi pebasket yang berpeluang menyusul pencapaian individu bergengsi ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More