Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab 2 Ganda Putra Andalan Indonesia Gak Turun di Australia Open

Penyebab 2 Ganda Putra Andalan Indonesia Gak Turun di Australia Open
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak 32 besar Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • PBSI memutuskan tidak menurunkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Australia Open 2026 demi menjaga prioritas program dan kondisi pemain.
  • Fajar/Fikri diparkir untuk menjalani evaluasi menyeluruh setelah gagal di Indonesia Open 2026, agar bisa tampil lebih maksimal di Kejuaraan Dunia dan Asian Games mendatang.
  • Raymond/Joaquin absen karena masa pemulihan cedera lutut Raymond masih singkat, sementara PBSI tetap menurunkan pasangan lain seperti Leo/Daniel dan Sabar/Reza di Australia Open 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PBSI memutuskan untuk tidak menurunkan dua ganda putra andalan mereka di Australia Open 2026. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Keputusan tersebut disampaikan pelatih kepala ganda putra, Antonius Budi Ariantho. Menurut Antonius, langkah ini harus diambil demi menjaga prioritas program kedua pasangan tersebut ke depannya.

1. Fajar/Fikri harus menyempurnakan diri lebih dulu

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang mudah di 32 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026. (Dok.PP PBSI)
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak 32 besar Malaysia Open 2026. (Dok. PP PBSI)

PBSI memiliki alasan berbeda dalam keputusannya memarkir dua ganda putranya. Untuk Fajar/Fikri, PBSI ingin mereka evaluasi lebih dulu agar bisa tampil lebih sempurna, setelah gagal total di Indonesia Open 2026 pekan lalu.

Mereka yang berstatus unggulan ketiga turnamen justru tumbang di babak awal, setelah dibekuk dua game langsung oleh pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Dengan evaluasi menyeluruh, harapnya bisa tampil lebih gahar di Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2026.

"Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan kedepannya. Sementara itu, turnamen Australian Open tidak termasuk dalam program turnamen utama mereka pada periode ini," kata Antonius Budi Ariantho.

2. PBSI jaga kondisi Raymond/Joaquin

upload_a0d8753ed6953f5a8594c9b2723be21c_db2977c5-5ad4-445a-a6f7-a0ad5556a67e.jpeg
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di 16 Besar Indonesia Open 2026, Kamis (04/07/2026). (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Sementara itu, Raymond/Joaquin harus diparkir demi menjaga kondisi fisik. Mereka diberikan waktu pemilihan yang lebih panjang, setelah keok di final Indonesia Open 2026, Minggu (7/6/2026).

Raymond juga baru pulih dari cedera lututnya. PBSI khawatir cedera sang andalan kambuh jika dipaksakan terbang ke Negeri Kanguru dalam kondisi kelelahan.

"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," ucap Antonius Budi Ariantho.

3. Tunggal putra yang diturunkan di Australia Open 2026

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di 16 Besar Indonesia Open 2026, Kamis (04/07/2026).
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di 16 Besar Indonesia Open 2026, Kamis (04/07/2026). (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Tanpa Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin, Indonesia masih memiliki andalan lain macam Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muh Putra Erwiansyah/Bagas Maulana, serta Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.

Australia Open 2026 tengah berlangsung pada Selasa (9/6/2026) hingga enam hari ke depan. Menarik dinantikan, mampukah sektor ganda putra Merah Putih menjadikan ajang ini sebagai penebusan dosa usai gagal menyabet gelar di Istora Senayan?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More