Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Performa Jonatan Christie pada 5 Turnamen Terakhir, Naik Turun!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)

Tahun 2026 menjadi periode yang cukup menarik bagi Jonatan Christie di sektor tunggal putra. Meski belum meraih gelar juara, akumulasi poin dari berbagai turnamen membuat Jonatan resmi menempati peringkat pertama dunia pada 25 Agustus 2026. Posisi tersebut menjadi pencapaian penting, tetapi hasil pertandingan Jonatan dalam beberapa turnamen terakhir masih menunjukkan performa yang naik turun.

Dalam lima turnamen terakhir hingga awal September 2026, Jonatan mencatat hasil yang cukup beragam di setiap ajang yang diikutinya. Ia sempat melaju jauh di satu turnamen, tetapi juga harus terhenti lebih awal pada turnamen lainnya. Lantas, seperti apa performa Jonatan Christie pada lima turnamen terakhir yang diikutinya?

1. Runner-up di Indonesia Open 2026 (Super 1000)

Pada Indonesia Open 2026, Jonatan Christie datang sebagai unggulan kelima dan berhasil mencapai partai final. Namun, langkahnya untuk meraih gelar di turnamen BWF Super 1000 tersebut terhenti setelah menghadapi wakil Kanada, Victor Lai, yang berstatus nonunggulan. Jonatan kalah dua game langsung dengan skor 19-21 dan 8-21 dalam waktu 39 menit.

Hasil tersebut membuat Jonatan harus puas sebagai runner-up di hadapan publik sendiri. Kekalahan dari Victor Lai juga menjadi kekalahan kedua Jonatan dari pemain Kanada tersebut dalam dua pertemuan terakhir mereka. Dengan hasil ini, Indonesia Open 2026 menjadi salah satu catatan penting dalam performa Jonatan yang masih naik turun sepanjang tahun.

2. Keok pada laga perdana Japan Open 2026 (Super 750)

Pada Japan Open 2026, Jonatan Christie berstatus sebagai unggulan keempat dan langsung tampil pada babak 32 besar. Turnamen yang berlangsung di Tokyo pada 14–18 Juli tersebut justru berakhir lebih cepat bagi Jonatan setelah ia kalah dari wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, yang berstatus nonunggulan. Jonatan takluk dua game langsung dengan skor 16-21 dan 14-21 dalam waktu 39 menit.

Kekalahan tersebut membuat Jonatan gagal melanjutkan langkahnya ke babak 16 besar Japan Open 2026. Hasil ini juga membuat rekor pertemuan Jonatan dan Panitchaphon menjadi imbang 1-1. Dengan hasil tersebut, Japan Open menjadi salah satu turnamen yang menunjukkan performa Jonatan masih belum konsisten setelah sebelumnya mampu mencapai final Indonesia Open 2026.

3. Terhenti di perempat final China Open 2026 (Super 1000)

Seminggu setelah Japan Open, Jonatan Christie kembali tampil di turnamen level Super 1000, China Open 2026. Berstatus sebagai unggulan keempat, Jonatan berhasil melewati beberapa pertandingan sebelum langkahnya terhenti di babak perempat final. Ia kembali harus mengakui keunggulan Victor Lai, kali ini yang berstatus unggulan kedelapan.

Jonatan kalah dua game langsung dengan skor 14-21 dan 17-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 46 menit. Hasil tersebut membuat Jonatan kembali gagal mengatasi Victor Lai setelah sebelumnya juga kalah dari pemain Kanada itu di final Indonesia Open 2026. Meski gagal melaju ke semifinal, Jonatan tetap mengamankan tambahan poin dari penampilannya di babak perempat final China Open 2026.

4. Tersingkir pada 16 besar Kejuaraan Dunia 2026

Memasuki Agustus 2026, Jonatan Christie kembali tampil di Kejuaraan Dunia yang digelar di New Delhi, India. Berstatus sebagai unggulan ketiga, Jonatan melewati babak awal sebelum bertemu wakil Denmark, Rasmus Gemke, pada babak 16 besar. Gemke yang berstatus nonunggulan kemudian menghentikan langkah Jonatan setelah menang dalam pertandingan tiga game.

Jonatan sempat mengamankan game pertama dengan skor 21-11, tetapi Gemke mampu membalikkan keadaan pada dua game berikutnya. Jonatan akhirnya kalah 13-21 dan 18-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 10 menit. Hasil tersebut membuat Jonatan harus tersingkir lebih awal dari Kejuaraan Dunia 2026 dan kembali mencatatkan hasil yang belum konsisten

5. Angkat koper pada babak kedua China Masters 2026 (Super 750)

Memasuki China Masters 2026, Jonatan Christie untuk pertama kalinya tampil sebagai unggulan pertama setelah resmi menjadi pemain nomor satu dunia. Turnamen BWF Super 750 yang berlangsung di Shenzhen pada 1–6 September 2026 itu justru berakhir lebih cepat bagi Jonatan setelah ia tersingkir pada babak 16 besar. Ia kalah dari wakil Hong Kong, Jason Gunawan, dengan skor 16-21 dan 16-21 dalam waktu 45 menit.

Kekalahan tersebut membuat Jonatan gagal melanjutkan langkah ke perempat final China Masters 2026. Di sisi lain, Jason mampu memanfaatkan kemenangan itu untuk melaju hingga partai final dan akhirnya keluar sebagai juara. Dengan demikian, perjalanan Jonatan di lima turnamen terakhir menunjukkan hasil yang cukup beragam, dari menjadi runner-up hingga tersingkir di babak awal.

Performa Jonatan Christie dalam lima turnamen terakhir memang masih naik turun, dengan hasil terbaik sebagai runner-up Indonesia Open 2026. Meski belum meraih gelar tahun ini, konsistensi poin yang dikumpulkannya tetap mengantarkan Jonatan ke peringkat pertama dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article