Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Performa 4 Unggulan Indonesia di Japan Open 2026, Ada yang Juara!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/aboodi vesakaran)

Sebanyak 11 wakil Indonesia telah menyelesaikan perjuangannya di Japan Open 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 14—19 Juli 2026. Turnamen BWF Super 750 tersebut menghadirkan persaingan ketat sejak babak awal hingga partai final. Dari seluruh wakil yang bertanding, empat di antaranya mengawali turnamen dengan status unggulan.

Keempat unggulan Indonesia tersebut menunjukkan hasil yang berbeda-beda sepanjang turnamen. Ada yang harus terhenti pada laga perdana, tetapi ada pula yang mampu melangkah konsisten hingga akhirnya keluar sebagai juara. Lantas, seperti apa performa empat unggulan Indonesia di Japan Open 2026?

1. Jonatan Christie [4] langsung angkat koper pada laga perdana

Jonatan Christie menjadi unggulan Indonesia pertama yang harus mengakhiri langkah lebih cepat di Japan Open 2026. Menempati unggulan keempat, ia takluk dari wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam dua game langsung dengan skor 16-21 dan 14-21. Pertandingan yang berlangsung selama 39 menit itu sekaligus membuat Jonatan gagal melaju ke babak kedua.

Kekalahan tersebut membuat rekor pertemuan Jonatan dengan Panitchaphon kini kembali imbang menjadi 1-1. Hasil ini juga mengulang catatan Jonatan pada edisi 2025, saat ia sama-sama tersingkir pada babak pertama Japan Open. Dengan demikian, Jonatan belum mampu memperbaiki pencapaiannya dalam dua edisi terakhir turnamen BWF Super 750 tersebut.

2. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani [6] keok pada babak kedua

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang menjadi unggulan keenam berhasil melewati laga perdana sebelum langkah mereka terhenti pada babak 16 besar. Ganda putra Indonesia tersebut harus mengakui keunggulan pasangan Inggris, Ben Lane/Sean Vendy, dalam dua game langsung dengan skor 11-21 dan 17-21. Sabar/Reza menelan kekalahan setelah bertanding selama 30 menit.

Hasil tersebut membuat rekor pertemuan Sabar/Reza dengan Ben Lane/Sean Vendy semakin timpang menjadi 0-4. Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian mereka pada edisi kali ini tetap lebih baik dibandingkan Japan Open 2025. Saat itu, Sabar/Reza harus angkat koper sejak laga perdana.

3. Putri Kusuma Wardani [6] terhenti pada laga semifinal

Putri Kusuma Wardani menjadi unggulan Indonesia dengan pencapaian terbaik kedua di Japan Open 2026. Unggulan keenam itu berhasil menembus semifinal sebelum dihentikan unggulan ketiga asal Jepang, Akane Yamaguchi. Putri kalah melalui pertarungan tiga game dengan skor 21-9, 16-21, dan 14-21 dalam waktu 1 jam 5 menit.

Kekalahan tersebut membuat Putri masih belum mampu memutus dominasi Akane dalam rekor pertemuan mereka yang kini menjadi 0-8. Meski gagal melaju ke final, capaian Putri di Japan Open 2026 mengalami peningkatan dibandingkan edisi sebelumnya. Pada Japan Open 2025, langkah Putri terhenti pada babak perempat final.

4. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri [2] sukses menjadi juara di sektor ganda putra

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi unggulan Indonesia dengan hasil terbaik di Japan Open 2026. Menempati unggulan kedua, mereka sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada partai final. Fajar/Fikri menang dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-17 dalam pertandingan berdurasi 45 menit.

Kemenangan tersebut membuat rekor pertemuan Fajar/Fikri dengan Kim/Seo kini menjadi 2-3, meski pasangan Korea Selatan masih unggul secara head to head. Gelar ini sekaligus menjadi peningkatan signifikan dibandingkan pencapaian mereka pada Japan Open 2025. Saat itu, langkah Fajar/Fikri terhenti di babak perempat final usai kalah dari unggulan pertama asal Malaysia.

Secara keseluruhan, empat unggulan Indonesia mencatatkan hasil yang bervariasi di Japan Open 2026. Dua di antaranya gagal memenuhi ekspektasi setelah terhenti lebih awal, sementara satu pemain berhasil menembus semifinal dan satu pasangan sukses membawa pulang gelar juara. Hasil tersebut turut mencerminkan ketatnya persaingan pada turnamen BWF Super 750 ini.

Meski belum semua unggulan mampu tampil sesuai target, sejumlah pencapaian positif tetap menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen berikutnya. Gelar juara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga menjadi penutup manis bagi perjuangan Indonesia di Japan Open 2026. Menarik untuk menantikan apakah para wakil Merah Putih dapat mempertahankan tren positif tersebut pada turnamen-turnamen selanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article