Performa 4 Wakil Indonesia di India Open 2026, Satu Runner-up!

- Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi kalah di laga perdana
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani terhenti pada babak kedua
- Putri Kusuma Wardani terhenti pada babak delapan besar
India Open 2026 resmi berakhir pada 18 Januari setelah digelar selama enam hari di New Delhi, India. Turnamen BWF Super 750 tersebut kembali menjadi ajang persaingan ketat para pemain top dunia, termasuk wakil Indonesia. Sayangnya, Indonesia masih harus menunda perburuan gelar karena pulang tanpa membawa satu pun trofi juara.
Pada edisi kali ini, Indonesia hanya menurunkan empat wakil di India Open 2026. Dari jumlah terbatas tersebut, satu wakil mampu melaju hingga partai final, meski akhirnya harus puas finis sebagai runner-up. Dengan kondisi tersebut, bagaimana sebenarnya performa empat wakil Indonesia selama tampil di India Open 2026?
1. Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi langsung keok pada laga perdana
Langkah Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi harus terhenti sejak babak pertama India Open 2026. Berhadapan dengan unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, satu-satunya wakil ganda putri Indonesia tersebut langsung mendapat ujian berat pada laga perdana. Pasangan ganda putri terbaik dunia itu memang tampil solid sejak awal pertandingan.
Meski sempat merepotkan lawan dan merebut game pertama dengan skor 21-19, Lanny/Tiwi kesulitan menjaga konsistensi permainan. Mereka akhirnya kalah melalui tiga game dengan skor 21-19, 11-21, dan 9-21 dalam durasi 1 jam 3 menit. Hasil ini juga memperpanjang dominasi Liu/Tan atas Lanny/Tiwi, dengan catatan head to head kini menjadi 2-0.
2. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah pada babak kedua
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menjadi wakil Indonesia berikutnya yang terhenti langkahnya di India Open 2026. Berstatus sebagai unggulan ketujuh, Sabar/Reza mampu melewati babak pertama sebelum menghadapi tantangan berat di babak kedua. Mereka berjumpa dengan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang dikenal memiliki permainan cepat dan solid.
Pada pertandingan tersebut, Sabar/Reza belum mampu mengimbangi ritme permainan lawan. Mereka kalah dua game langsung dengan skor 15-21 dan 13-21 dalam durasi singkat, yakni 26 menit saja. Hasil ini membuat rekor pertemuan kedua pasangan kini menjadi 3-1, dengan keunggulan masih berpihak kepada ganda putra Jepang.
3. Putri Kusuma Wardani terhenti pada babak delapan besar
Putri Kusuma Wardani menjadi wakil Indonesia yang melaju paling jauh sebelum final di India Open 2026. Tunggal putri tersebut mampu menembus babak delapan besar usai melewati dua pertandingan awal dengan cukup meyakinkan. Namun, langkah Putri kembali mendapat ujian berat saat berhadapan dengan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young.
Dalam laga tersebut, Putri belum mampu mengembangkan permainan terbaiknya. Ia kalah dua game langsung dengan skor 16-21 dan 8-21 dalam durasi 37 menit. Kekalahan ini juga membuat catatan pertemuan Putri melawan An Se Young semakin berat, dengan head to head kini menjadi 8-0 untuk keunggulan An.
4. Jonatan Christie harus puas menjadi runner-up
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus partai final India Open 2026. Berstatus sebagai unggulan keempat, Jonatan tampil konsisten sejak babak awal hingga akhirnya melangkah ke laga puncak. Sayangnya, perjuangannya harus berakhir tanpa gelar juara.
Pada partai final, Jonatan takluk dari tunggal putra nonunggulan asal Taiwan, Lin Chun Yi. Ia kalah dua gim langsung dengan skor 10-21 dan 18-21 dalam durasi 38 menit. Meskipun Jonatan masih unggul head to head dengan skor tipis 3-2, tapi hasil ini sekaligus menandai kekalahan kedua beruntun Jonatan dari wakil Taiwan tersebut.
Secara keseluruhan, hasil di India Open 2026 ini menambah catatan nirgelar Indonesia di turnamen tersebut sejak statusnya naik dari BWF Super 500 menjadi Super 750 pada 2023 lalu. Meski hanya mengirim skuad mini, satu wakil mampu mencapai final, sementara tiga lainnya terhenti lebih awal oleh lawan-lawan kuat. Capaian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim Indonesia di level turnamen elite.
Setelah India Open 2026, para wakil Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama menyesali hasil. Mereka dijadwalkan kembali bertanding di Indonesia Masters 2026 yang berstatus BWF Super 500. Turnamen tersebut akan digelar pada 20–25 Januari 2025 di Jakarta dan menjadi kesempatan berikutnya bagi Indonesia untuk kembali berburu gelar.

















