Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Peringkat 4 Ganda Campuran Indonesia Pasca Kejuaraan Dunia 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)

BWF merilis daftar peringkat terbaru pebulu tangkis dunia setelah Kejuaraan Dunia 2026 yang berlangsung di New Delhi, India. Pembaruan ini turut membawa perubahan pada posisi empat wakil Indonesia di sektor ganda campuran. Dari hasil tersebut, ada pasangan yang berhasil naik peringkat dan ada pula yang mengalami penurunan.

Perubahan peringkat ini menjadi salah satu catatan setelah para wakil ganda campuran Indonesia menyelesaikan perjuangannya di Kejuaraan Dunia 2026. Hasil pertandingan di turnamen tersebut turut memengaruhi posisi mereka dalam daftar peringkat terbaru BWF. Lalu, bagaimana posisi terbaru empat ganda campuran Indonesia setelah Kejuaraan Dunia 2026?

1. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah naik lima tingkat

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi wakil Indonesia dengan perubahan peringkat paling positif setelah Kejuaraan Dunia 2026. Berkat keberhasilan meraih medali perunggu pada debutnya di ajang tersebut, pasangan ini naik lima tingkat ke posisi ke-15 dunia. Langkah Amri/Nita terhenti di semifinal setelah kalah dari pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Amri/Nita yang untuk pertama kalinya tampil di Kejuaraan Dunia. Kenaikan peringkat ini juga membuat mereka menjadi ganda campuran terbaik Indonesia dalam daftar BWF terbaru. Posisi tersebut menambah catatan positif bagi Amri/Nita setelah berhasil membawa pulang medali dari Kejuaraan Dunia 2026.

2. Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata kini menduduki peringkat ke-22

Berbeda dari Amri/Nita, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata harus mengakhiri debutnya di Kejuaraan Dunia 2026 pada babak 32 besar. Setelah melewati babak 64 besar, mereka belum mampu mengatasi perlawanan pasangan unggulan ketiga asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Faza/Aisyah kalah dalam pertandingan tiga gim.

Meski langkahnya terhenti lebih awal, Faza/Aisyah tetap mendapat tambahan positif dalam daftar peringkat BWF terbaru. Pasangan ini naik satu tingkat dari posisi sebelumnya dan kini menempati peringkat ke-22 dunia. Pencapaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Faza/Aisyah setelah menjalani penampilan perdana mereka di Kejuaraan Dunia.

3. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran harus turun satu tingkat

Debut Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran di Kejuaraan Dunia 2026 berakhir pada babak 32 besar. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan unggulan asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara, setelah melalui pertandingan dua gim. Hasil tersebut membuat Bimo/Arlya belum mampu melangkah lebih jauh pada penampilan perdana mereka di ajang ini.

Selepas turnamen, posisi Bimo/Arlya justru mengalami perubahan ke arah negatif dalam daftar peringkat BWF terbaru. Mereka turun satu tingkat dari posisi sebelumnya dan kini menempati peringkat ke-47 dunia. Penurunan tersebut menjadi catatan yang perlu diperhatikan setelah pasangan ini menjalani debutnya di Kejuaraan Dunia 2026.

4. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja naik 11 tingkat

Kenaikan paling signifikan di antara empat wakil Indonesia terjadi pada Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja. Meski harus terhenti di babak 32 besar setelah kalah dari pasangan unggulan Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan, posisi mereka justru meningkat cukup tajam. Rehan/Gloria naik 11 tingkat dan kini menempati peringkat ke-62 dunia.

Hasil tersebut menjadi perubahan positif bagi pasangan yang juga menjalani debut di Kejuaraan Dunia 2026. Rehan/Gloria mampu melewati satu pertandingan sebelum langkah mereka dihentikan pada babak 32 besar. Kenaikan peringkat ini sekaligus melengkapi perubahan posisi empat ganda campuran Indonesia dalam daftar BWF terbaru.

Keempat ganda campuran Indonesia mengalami perubahan peringkat setelah Kejuaraan Dunia 2026. Amri/Nita menjadi pasangan dengan posisi tertinggi, sedangkan Rehan/Gloria mencatat kenaikan paling signifikan. Faza/Aisyah juga naik, sementara Bimo/Arlya harus turun satu tingkat.

Hasil ini menunjukkan catatan yang beragam bagi wakil Indonesia di sektor ganda campuran. Mereka diharapkan mampu menjaga konsistensi untuk memperbaiki posisi di turnamen berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article