Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Ganda Campuran Indonesia Terakhir yang Raih Medali Kejuaraan Dunia

5 Ganda Campuran Indonesia Terakhir yang Raih Medali Kejuaraan Dunia
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah merebut perunggu Kejuaraan Dunia 2026 setelah mencapai semifinal, mengakhiri penantian medali ganda campuran Indonesia sejak 2017.
  • Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi pasangan Indonesia dengan koleksi terbanyak, yakni dua emas pada 2013 dan 2017 serta dua perunggu pada 2011 dan 2015.
  • Nova Widianto/Liliyana Natsir mengoleksi dua emas dan satu perak, sementara Tri Kusharjanto/Minarti Timur serta Flandy Limpele/Vita Marissa masing-masing meraih perunggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi ganda campuran Indonesia terbaru yang berhasil meraih medali di Kejuaraan Dunia. Mereka mengamankan perunggu pada edisi 2026 setelah melangkah hingga semifinal sebelum dihentikan pasangan nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Hasil tersebut terasa cukup istimewa karena menjadi medali pertama Indonesia dari sektor ganda campuran di Kejuaraan Dunia sejak 2017. Sebelum Amri/Nita, ada beberapa pasangan Merah Putih yang pernah berdiri di podium ajang ini. Berikut lima ganda campuran Indonesia terakhir yang meraih medali Kejuaraan Dunia per 2026.

  1. 1. Tri Kusharjanto/Minarti Timur meraih perunggu di Kejuaraan Dunia 1997

    Tri Kusharjanto/Minarti Timur pulang dengan menggenggam perunggu di Kejuaraan Dunia 1997. Mereka saat itu menjadi satu-satunya ganda campuran Indonesia yang menyabet medali. Duet Tri/Minarti dipastikan meraih perunggu setelah mencapai semifinal. Sementara itu, medali emas direbut Liu Yong/Ge Fei asal China, perak diraih Jens Eriksen/Marlene Thomsen asal Denmark, dan perunggu lainnya disabet Michael Sogaard/Rikke Olsen asal Denmark.

  2. 2. Nova Widianto/Liliyana Natsir meraih emas di Kejuaraan Dunia 2005 dan 2007 serta perak pada 2009

    Nova Widianto/Liliyana Natsir termasuk salah satu ganda campuran Indonesia tersukses di Kejuaraan Dunia. Duet itu mengoleksi 3 medali yang terdiri dari 2 emas dan 1 perak. Mereka meraih emas di Kejuaraan Dunia 2005 dan 2007 dengan sama-sama mengalahkan ganda campuran China pada partai final. Sementara itu, satu perak yang mereka raih berasal dari edisi 2009 saat mereka kalah dari ganda campuran Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, pada laga final.

  3. 3. Flandy Limpele/Vita Marissa menyabet perunggu di Kejuaraan Dunia 2007

    Saat Nova Widianto/Liliyana Natsir meraih emas di Kejuaraan Dunia 2007, ada ganda campuran Indonesia lainnya yang juga membawa pulang medali. Mereka adalah Flandy Limpele/Vita Marissa yang merengkuh perunggu setelah menembus semifinal. Mereka gagal menyusul langkah Nova/Liliyana ke final setelah kalah dari ganda campuran China, Zheng Bo/Gao Ling, lewat pertandingan ketat 3 game dengan skor 21-17, 19-21, dan 19-21 dalam waktu 68 menit.

  4. 4. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merengkuh emas di Kejuaraan Dunia 2013 dan 2017 serta perunggu pada 2011 dan 2015

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi ganda campuran Indonesia dengan koleksi medali terbanyak sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia. Pasangan legendaris itu meraih 4 medali yang terdiri dari 2 emas dan 2 perunggu. Ada pola yang unik dari deretan medali yang berhasil mereka raih di Kejuaraan Dunia. Duet yang kerap disebut Owi/Butet itu meraih perunggu di Kejuaraan Dunia 2011. Tepat satu edisi setelahnya, mereka meraih emas di Kejuaraan Dunia 2013. Pola yang sama terulang saat mereka meraih perunggu di Kejuaraan Dunia 2015 yang berlanjut dengan raihan emas di Kejuaraan Dunia 2017. Sebagai informasi, Kejuaraan Dunia tidak digelar pada 2012 dan 2016 karena merupakan tahun yang sama dengan gelaran Olimpiade.

  5. 5. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menggondol perunggu di Kejuaraan Dunia 2026

    Ganda campuran Indonesia terbaru yang meraih medali di Kejuaraan Dunia adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Duet yang tidak diunggulkan itu secara mengejutkan mampu menggondol perunggu. Mereka dipastikan menyabet medali tersebut setelah mencapai semifinal. Pasangan nonunggulan itu kalah dari Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping asal China 3 game dengan skor ketat 22-20, 14-21, dan 20-22 dalam durasi 97 menit.

    Amri/Nita berhasil mengakhiri penantian panjang ganda campuran Indonesia untuk kembali meraih medali Kejuaraan Dunia. Sebelum mereka, Tontowi/Liliyana menjadi pasangan Indonesia terakhir yang naik podium setelah meraih gelar juara pada 2017. Setelah itu, sektor ganda campuran Indonesia sempat kesulitan kembali menembus podium Kejuaraan Dunia hingga akhirnya Amri/Nita memutus penantian tersebut pada 2026.

    Menariknya, Amri/Nita mampu mencatatkan prestasi tersebut ketika masih minim pengalaman di panggung Kejuaraan Dunia. Hasil ini sekaligus menjadi angin segar bagi regenerasi ganda campuran Indonesia, terutama karena mereka berhasil bersaing hingga semifinal di tengah dominasi pasangan-pasangan top dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More