Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pejabat FIFA Dipecat Usai Sentil Infantino soal Proyek Piala Dunia

Pejabat FIFA Dipecat Usai Sentil Infantino soal Proyek Piala Dunia
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
  • FIFA memecat Kevin Lamour dari jabatan eksekutif per 17 Agustus 2026, dua pekan setelah ia mengkritik Presiden Gianni Infantino terkait proyek FIFA Forward Enterprise.
  • Lamour, yang bergabung pada November 2024, dinilai berperan besar membangun hubungan bisnis dan menjalankan proyek FIFA meski masa kerjanya hanya berlangsung dua tahun.
  • Mantan rekan dekat Infantino di UEFA itu menyebut FFE sebagai proyek pribadi yang merusak ekosistem sepak bola, serta mengaku siap kehilangan pekerjaannya akibat kritik tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kevin Lamour akhirnya dipecat oleh FIFA dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer usai melancarkan kritik kepada Presiden Gianni Infantino. Pemecatan ini terjadi hanya dua pekan setelah Kevin melancarkan protes kepada Infantino akibat proyek FIFA Forward Enterprise yang dijadikan ujung tombak dalam penjualan saham Piala Dunia.

Dilansir Sky News, Kevin dipecat setelah mengabdi selama dua tahun. Menurut keterangan FIFA, masa bakti Kevin berakhir sejak Senin (17/8/2026).

"FIFA mengonfirmasi, hubungan kerja dengan Kevin Lamour sebagai FIFA Chief Operating Officer berakhir pada 17 Agustus 2026. FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan berharap yang terbaik untuknya di masa mendatang," begitu pernyataan resmi FIFA.

  1. 1. FIFA kehilangan figur sentral

    Kevin sebenarnya dianggap sebagai salah satu jembatan antara FIFA dengan otoritas lain untuk membangun hubungan bisnis dan organisasi. Kehadiran Kevin juga diklaim sangat sentral karena citranya yang positif.

    Bergabung sejak 2024, Kevin memiliki kemampuan organisasi dan bisnis yang mumpuni, mendukung kinerja Infantino. Tapi pada akhirnya, Kevin harus dipecat akibat komentarnya terkait proyek FFE dan Infantino.

    "Keputusan ini diambil dengan pembahasan yang hati-hati dan penghormatan kepada Kevin, secara personal dan profesional. Kevin bergabung dengan FIFA pada November 2024 dan selama masa kerjanya, ada dampak signifikan, termasuk perkembangan hubungan dan mampu menjalankan proyek yang besar atas kepentingan kami, dengan masih banyak lagi pencapaiannya," ujar Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, dalam surat yang bocor ke publik.

  2. 2. Padahal orang dekat Infantino

    Secara personal, Kevin sebenarnya merupakan aliansi lama Infantino. Mereka sudah bekerja sama ketika Infantino menjadi Sekretaris Jenderal UEFA.

    Kemudian, pria Prancis itu akhirnya diajak mengurus FIFA oleh Infantino pada akhir 2024. Hubungan keduanya renggang ketika Infantino melancarkan proyek FFE. Dengan tegas, Kevin mengaku tak tahu inisiatif Infantino menggagas FFE dan menyatakannya sebagai "proyek pribadi".

  3. 3. Sadar komentarnya bisa bahayakan posisinya

    Ketika melancarkan kritik kepada Infantino, Kevin sudah sadar posisinya terdesak. Dia mengaku tak masalah jika dipecat di kemudian hari, karena merasa FFE sudah merusak ekosistem sepak bola.

    "Ini proyek satu orang. Bukan hanya ini yang harus diperhatikan; lambat laun, pemimpin politik sepak bola harus mempertanyakan dirinya sendiri tentang hak dan ketepatan dalam pengambilan keputusan. Jika saya kehilangan pekerjaan, biarkan saja. Saya mengerti dan menghormati keputusan itu. Setidaknya, saya bisa tidur nyenyak," kata Kevin, dilansir Daily Mirror.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More