Rapor Pebulu Tangkis Indonesia di Nomor Beregu Putra Asian Games 2026

- Tim beregu putra Indonesia meraih emas Asian Games 2026 setelah melewati Malaysia di perempat final, Thailand pada semifinal, dan China di partai final.
- Alwi Farhan menjadi penyumbang poin terbanyak dengan tiga kemenangan tanpa kalah, sementara Moh. Zaki Ubaidillah menang dua kali dan tetap tak terkalahkan.
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan; Jonatan Christie kalah dalam tiga pertandingan.
Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia berhasil meraih emas di Asian Games 2026 setelah melewati tiga pertandingan hingga partai final. Di balik pencapaian tersebut, setiap pemain memiliki catatan penampilan yang berbeda selama membantu Indonesia meraih gelar juara.
Lantas, bagaimana performa masing-masing pebulu tangkis Indonesia sepanjang nomor beregu putra Asian Games 2026? Berikut rapor penampilan mereka berdasarkan jumlah pertandingan, kemenangan, dan kekalahan yang dicatatkan.
1. Jonatan Christie menderita tiga kekalahan dan tidak meraih kemenangan
Penampilan yang mengecewakan datang dari tunggal putra Jonatan Christie. Berstatus sebagai peringkat satu dunia sekaligus pemain yang paling berpengalaman, ia justru nirkemenangan. Jonatan selalu diturunkan di setiap pertandingan. Namun, ia tidak sekalipun menang dan menyumbangkan poin untuk tim.
Kekalahan pertama Jonatan Christie didapat pada perempat final dari Leong Jun Hao asal Malaysia. Ia kalah 3 game dengan skor 22-20, 12-21, dan 17-21. Kekalahan keduanya didapat saat Indonesia menghadapi Thailand pada semifinal. Jonatan kalah dari Kunlavut Vitidsarn 2 game langsung dengan skor 17-21 dan 14-21. Pada partai final, Jonatan kembali diturunkan untuk menghadapi China. Sayangnya, ia tetap gagal menyumbangkan kemenangan. Ia kalah 2 game langsung di hadapan Shi Yu Qi dengan skor 13-21 dan 18-21.
2. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menang 2 kali dan kalah 1 kali
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi senjata beregu putra Indonesia di sektor ganda putra. Duet peringkat dua dunia itu selalu diturunkan di setiap pertandingan. Dari 3 kesempatan bermain, Fajar/Fikri meraih kemenangan 2 kali dan kekalahan 1 kali.
Fajar/Fikri mengunci kemenangan saat Indonesia berhadapan dengan Malaysia pada perempat final dan Thailand pada semifinal. Saat menghadapi Malaysia, mereka menang atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin 3 game dengan skor 21-15, 19-21, dan 21-10. Kemudian, saat berhadapan dengan Thailand, mereka menaklukkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 2 game langsung dengan skor 21-13 dan 21-19. Sementara itu, satu-satunya kekalahan mereka didapat saat berhadapan dengan China pada laga final. Fajar/Fikri kalah dalam daram 3 game dari Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 20-22, 21-19, dan 14-21.
3. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga menang 2 kali dan kalah 1 kali
Indonesia juga mengandalkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk merebut poin dari sektor ganda putra. Sama seperti Fajar/Fikri, pasangan yang pernah menjadi Juara Dunia Junior itu juga selalu diturunkan di setiap pertandingan. Mereka mencatatkan 2 kemenangan dan 1 kekalahan.
Leo/Daniel menderita kekalahan terlebih dahulu pada laga pertama saat menghadapi Malaysia. Mereka kalah dari Aaron Chia/Tee Kai Wun 3 game dengan skor 21-17, 16-21, dan 13-21. Kekalahan itu mereka balas pada dua pertandingan setelahnya saat berhadapan dengan Thailand dan China.
Leo/Daniel memastikan kemenangan Indonesia atas Thailand pada semifinal saat menaklukkan Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsanga. Mereka menang 2 game langsung dengan skor 21-15 dan 21-13. Sementara itu, saat menghadapi China pada partai final, mereka menang 2 game langsung atas He Ji Ting/Liu Yi dengan skor 23-21 dan 21-10.
4. Moh. Zaki Ubaidillah mengoleksi 2 kemenangan dan tidak terkalahkan
Moh. Zaki Ubaidillah adalah pemain termuda Indonesia di nomor beregu putra. Meski begitu, ia selalu menyumbangkan poin. Tunggal putra kelahiran Sampang itu selalu di turunkan di setiap pertandingan. Namun, posisinya sebagai tunggal putra ketiga membuatnya tidak selalu mendapatkan kesempatan bermain. Meskipun 3 kali diturunkan, ia hanya bertanding 2 kali.
Ubed membukukan dua kemenangan yang didapat pada perempat final saat menghadapi Malaysia dan final saat menghadapi China. Pada perempat final, ia menang telak 2 game langsung atas Eogene Ewe dengan skor 21-11 dan 21-11. Pada laga pemungkas, ia tampil impresif dengan menaklukkan Weng Hong Yang 2 game langsung dengan skor 23-21 dan 21-13. Sementara itu, saat menghadapi Thailand pada semifinal, Ubed yang dijadwalkan turun di partai kelima tidak sempat bermain karena Indonesia sudah lebih dulu memastikan kemenangan di pertandingan keempat.
5. Alwi Farhan tiga kali menang dan tak pernah kalah
Alwi Farhan menjadi pemain yang paling banyak menyumbangkan poin untuk beregu putra Indonesia di Asian Games 2026. Tampil sebagai tunggal putra kedua, pemain kelahiran Surakarta itu selalu diturunkan dan meraih kemenangan. Tiga kemenangan berhasil ia amankan saat Indonesia berhadapan dengan Malaysia, Thailand, dan China.
Alwi menyumbangkan poin pertamanya pada perempat final saat menghadapi Malaysia. Ia menang 2 game langsung atas Justin Hoh dengan skor 21-19 dan 21-19. Tren positifnya itu berlanjut pada semifinal saat menghadapi Thailand. Ia kembali mengunci kemenangan 2 game langsung atas Puritat Arree dengan skor 21-15 dan 21-13.
Pada laga final melawan China, kemenangan Alwi menjadi titik balik kebangkitan tim Indonesia. Ia secara mengejutkan mampu menaklukkan Li Shi Feng yang lebih diunggulkan dari segi peringkat. Kemenangan ia amankan dalam duel 3 game dengan skor 23-21, 15-21, dan 21-16.
Selain lima pemain di atas, Indonesia juga membawa beberapa pemain lainnya yang tidak sempat diturunkan. Pemain tersebut adalah Muhammad Yusuf dari sektor tunggal serta Nikolaus Joaquin dan Amri Syahnawi dari sektor ganda.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















