- Gelar juara diraih Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (2017, 2018), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (2019), Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana (2022), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (2023, 2024).
- Dua edisi lain mencatat runner up lewat Kevin/Marcus (2020) dan Leo/Bagas (2025).
- All Indonesian Finals tercipta pada 2022 dan 2023 dengan Hendra/Ahsan sebagai runner up.
Raymond/Joaquin Debut di All England, Ingin Jaga Tradisi Ganda Putra
- Pasangan muda Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin siap debut di All England 2026, membawa misi melanjutkan tradisi sukses ganda putra Indonesia menembus final turnamen bergengsi tersebut.
- Keduanya mengaku sangat antusias dan bersyukur bisa tampil di ajang impian sejak kecil, menjadikannya kesempatan berharga untuk membuktikan kemampuan di panggung dunia.
- Pada laga perdana, Raymond/Joaquin akan menghadapi pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, menjadi ujian awal untuk menunjukkan kualitas generasi baru bulu tangkis Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Pasangan muda ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menatap All England 2026 dengan harapan besar. Debut mereka di turnamen Super 1000 tertua dunia ini sekaligus menjadi misi melanjutkan tradisi kuat ganda putra Indonesia menembus final.
Raymond/Joaquin adalah satu dari lima wakil ganda putra Indonesia yang akan berlaga di Utilita Arena Birmingham, Inggris, pada 3-8 Maret 2026. Keduanya berharap bisa menjaga warisan prestasi yang telah dibangun senior-senior mereka.
1. Asa menjaga tradisi ganda putra Indonesia

Ganda putra Indonesia memiliki catatan gemilang di All England. Sejak 2017 hingga 2025, wakil Indonesia selalu hadir di babak final.
Catatan apik ini jadi inspirasi Raymond/Joaquin untuk menjaga tradisi.
"Kami ingat pertandingan-pertandingan ganda putra Indonesia beberapa tahun belakangan. Senior-senior kami begitu luar biasa kalau tampil di sini. Yang terseru kalau saya partai Kevin/Marcus melawan Fikri/Bagas di semifinal tahun 2022," kata Raymond dalam keterangan tertulis.
"Juara All England back to back koh Kevin dan koh Marcus atau a Fajar dan mas Rian jadi inspirasi kami untuk bisa seperti mereka juga," sambung Joaquin.
2. Mimpi Raymond/Joaquin yang menjadi kenyataan
Debut di All England 2026 adalah momen impian bagi Raymond/Joaquin sejak kecil. Mereka mengaku sangat bersyukur bisa menginjak panggung tersakral bulu tangkis dunia ini.
“Perasaannya saya sendiri senang banget karena ini kan memang turnamen yang sudah kami kejar dari kecil. Kami pengen merasakan main di sini dan Puji Tuhan sekarang kesampaian. Ini kesempatan yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan," kata Joaquin.
"Pastinya sangat antusias ya di pertandingan ini. Apalagi salah satu cita-cita untuk main di All England," lanjut Raymond.
3. Debut panas untuk Raymond/Joaquin

Pada laga perdana All England 2026, Raymond/Joaquin akan menghadapi wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Ini merupakan pertemuan kedua mereka. Rekor head to head menunjukkan Raymond/Joaquin unggul 1-0, setelah menang di perempat final Korea Masters 2025 dengan skor 21-14, 21-11.
Debut ini menjadi ujian sekaligus peluang bagi Raymond/Joaquin untuk menunjukkan kualitas muda Indonesia di panggung bulu tangkis dunia dan ikut melanjutkan tradisi gemilang ganda putra Indonesia di All England.


















