Red Bull Temukan Penyebab Gagal Finis Max Verstappen di GP Monako 2026

Max Verstappen harus menelan pil pahit pada balapan Formula 1 GP Monako 2026. Pembalap Red Bull itu mengalami masalah saat start balapan di Circuit de Monaco. Meski mobil kembali menyala, Verstappen langsung mendapat instruksi dari tim untuk kembali ke pit dan menyudahi balapan.
Red Bull langsung melakukan pemeriksaan terkait masalah pada mobil Verstappen. Mereka menyebut mesin menjadi biang kerok yang merusak balapan Verstappen akhir pekan lalu. Lantas, mengapa itu bisa terjadi?
1. Mobil Max Verstappen mengalami mati mesin tepat saat start balapan GP Monako 2026
Max Verstappen sejatinya menunjukkan performa oke pada pekan balap GP Monako 2026. Pembalap berkebangsaan Belanda itu secara beruntun menduduki posisi ketiga pada sesi latihan bebas pertama dan kedua. Catatan positif tersebut berlanjut pada sesi kualifikasi.
Verstappen mampu mengamankan posisi start kedua setelah mencatatkan waktu 1 menit 12,094 detik. Ia terpaut 0,043 detik dari Kimi Antonelli yang meraih posisi start terdepan. Ini menjadi kedua kalinya bagi Verstappen menempati baris start terdepan sepanjang Formula 1 2026. Sebelumnya, Verstappen memulai balapan GP Miami dari posisi start kedua.
Hasil kualifikasi tersebut tentu menjadi modal penting bagi Verstappen untuk setidaknya bersaing dalam perebutan posisi podium. Sayangnya, harapan tersebut pupus tepat saat lampu start padam. Mesin mobil Verstappen mati total yang membuatnya langsung disalip pembalap lain.
Tak berselang lama, mobil Verstappen kembali menyala sehingga pembalap bernomor mobil 3 itu melaju untuk menyelesaikan lap pertama. Verstappen melaporkan kejadian yang dialami kepada pihak tim. Namun, Red Bull meminta Verstappen kembali ke pit untuk mengakhiri balapan lebih dini.
2. Max Verstappen merasakan keanehan pada mobilnya sesaat sebelum start balapan GP Monako 2026
Max Verstappen membeberkan masalah yang dialami saat start balapan GP Monako 2026. Ia mulai merasakan keanehan pada mobilnya sejak formation lap. Mesin tidak memberikan respons sebagaimana mestinya saat menjalani prosedur pra-start. Puncaknya, mesin mobil mati total ketika Verstappen melepas kopling.
"Biasanya, kamu akan mencapai target RPM pada titik tertentu, tetapi mesin tidak bekerja demikian. Mesin langsung mati begitu aku melepas kopling. Hanya baterai yang tersisa untuk menggerakkan mobilku. Kemudian, mesin mengeluarkan suara yang sangat aneh setelah menghasilkan sedikit tenaga. Aku yakin mesin itu akan sepenuhnya rusak jika aku memaksakan hingga batas maksimal dalam putaran tersebut," jelas Max Verstappen dilansir Formula 1.
Ini menjadi kedua kalinya Verstappen gagal finis pada balapan Formula 1 musim ini. Sebelumnya, ia harus keluar balapan pada lap 46 di GP China. Ketika itu, mobil Verstappen mengalami masalah pada bagian pendingin mesin.
3. Red Bull berencana melakukan pergantian mesin pada pekan balap GP Catalunya 2026
Laurent Mekies turut menjelaskan penyebab Max Verstappen gagal finis di GP Monako 2026. Kepala tim Red Bull itu mengonfirmasi adanya masalah mesin pada mobil Verstappen. Ia membenarkan pernyataan Verstappen perihal mesin yang mulai menunjukkan tanda-tanda bermasalah sejak formation lap.
Mekies tentu menyayangkan kejadian tersebut. Ia meminta maaf kepada Verstappen karena hilangnya peluang untuk menorehkan hasil terbaik di Circuit de Monaco. Mekies juga menegaskan rencana Red Bull untuk melakukan pergantian mesin pada seri GP Catalunya akhir pekan ini.
"Masalah itu muncul saat formation lap dan kondisi tersebut tidak memberi kesempatan bagi kami mengambil tindakan apa pun. Ini merupakan mesin pertama Verstappen musim ini yang memang sudah masuk rencana untuk diganti setelah balapan di Monako," kata Laurent Mekies dikutip Motorsport.
Memakai mesin lama adalah strategi umum yang dipakai oleh tim Formula 1 saat menghadapi pekan balap GP Monako. Itu karena karakteristik sirkuit jalanan Monte Carlo yang tidak terlalu bergantung pada tenaga mesin. Tim akan melakukan pergantian mesin baru selepas GP Monako.
Kegagalan memperoleh poin di GP Monako tak mengubah posisi Verstappen di klasemen pembalap. Ia tetap menduduki peringkat ketujuh dengan koleksi 43 poin. Verstappen unggul 14 poin atas rekan setimnya, Isack Hadjar, yang bercokol di peringkat kedelapan.


















