Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Deretan Kandidat Pengganti Max Verstappen di Red Bull jika Pensiun

Deretan Kandidat Pengganti Max Verstappen di Red Bull jika Pensiun
Max Verstappen di Formula 1 Grand Prix Brasil 2025 (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya Sih
  • Max Verstappen mengancam pensiun pada 2026 karena regulasi baru, membuat Red Bull harus mencari pengganti untuk mempertahankan dominasi di Formula 1.
  • Red Bull mempertimbangkan beberapa opsi, mulai dari promosi pembalap muda Arvid Lindblad hingga perekrutan kejutan seperti Lewis Hamilton atau Oscar Piastri.
  • Saran juga muncul agar Red Bull meninjau kembali mantan pembalapnya seperti Carlos Sainz dan Pierre Gasly yang kini menunjukkan performa kuat di tim lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Max Verstappen berperan penting dalam bursa pembalap Formula 1 2027. Sebab, pembalap dengan empat gelar juara dunia itu mengancam pensiun di Grand Prix Jepang 2026 karena tidak puas terhadap regulasi terbaru. Ancaman itu memberikan sakit kepala luar biasa bagi Red Bull.

Kepergian Max Verstappen kelak bisa menciptakan domino effect terhadap susunan pembalap Formula 1. Red Bull menghadapi tugas berat mencari pengganti Verstappen. Mereka perlu mengeksplorasi beberapa kandidat potensial untuk mengisi kekosongan kursi balap jika Verstappen benar pensiun.

1. Arvid Lindblad adalah solusi termudah dari tim internal Racing Bulls

Red Bull memiliki solusi paling sederhana dengan mempromosikan pembalap internal. Mereka memandang Arvid Lindblad sebagai kandidat internal paling menonjol. Pembalap asal Inggris itu menunjukkan performa mengesankan dalam tiga Grand Prix pertamanya bersama Racing Bulls.

Red Bull bisa memasangkan Isack Hadjar yang berusia 21 tahun dengan Arvid Lindblad di Formula 1 2027. Keputusan itu akan memberikan susunan pembalap bernuansa junior bagi tim utama mereka. Susunan pembalap terbaru membawa prospek menarik untuk masa depan tim ini.

Red Bull sedang menghadapi masalah daya saing di Formula 1 2026. Kondisi itu menyulitkan mereka merekrut pembalap ternama sebagai pengganti Max Verstappen. Arvid Lindblad menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan ini, setidaknya dalam jangka pendek.

2. Lewis Hamilton bisa menjadi opsi mengejutkan untuk mengisi kursi kosong

Red Bull berpotensi merekrut Lewis Hamilton sebagai opsi mengejutkan dalam bursa transfer pembalap mendatang. Sebab, juara dunia tujuh kali itu bisa mengakhiri kontraknya bersama Ferrari pada pengujung 2026. Tim asal Italia itu juga mulai memikirkan pembalap lain dengan biaya jauh lebih murah untuk Formula 1 2027.

Red Bull bisa menarik Lewis Hamilton untuk meraih berbagai peluang pemasaran luar biasa selama 1 atau 2 musim. Kehadiran Hamilton akan memberikan dampak positif bagi susunan pembalap muda mereka. Pembalap veteran asal Inggris itu berkesempatan membimbing Isack Hadjar untuk menjadi sosok pembalap profesional yang lebih utuh.

Kepindahan ke Red Bull menawarkan skenario menguntungkan bagi kelanjutan karier balap Lewis Hamilton. Tim papan atas lainnya kemungkinan besar menolak merekrut pembalap 41 tahun itu dengan nilai kontrak sangat tinggi. Kesepakatan segar ini juga menyimpan harapan terakhirnya untuk merebut gelar juara dunia kedelapan.

3. Red Bull disarankan melirik mantan pembalap

Mantan pembalap Formula 1, Martin Brundle, memberikan saran penting kepada Red Bull terkait pengganti Max Verstappen. Tokoh asal Inggris itu meminta manajemen mempertimbangkan kembali para mantan pembalap mereka. Sebab, Red Bull pernah memutus kontrak beberapa pembalap karena penampilan buruk saat menjadi rekan Verstappen.

Tekanan budaya Red Bull dan kehebatan luar biasa Max Verstappen menghancurkan performa para pembalap pendampingnya. Akan tetapi, Carlos Sainz, Pierre Gasly, dan Alex Albon berhasil membangun reputasi cemerlang bersama tim lain. Ketiga pembalap itu sukses membuktikan kemampuan balap mereka setelah keluar dari Red Bull.

Red Bull akan mengalami kerugian besar jika mencoret nama-nama mantan pembalap dari daftar kandidat pengisi kursi kosong. Mereka harus mempertimbangkan pembalap tangguh, seperti Carlos Sainz atau Pierre Gasly, saat mencari figur utama dalam bursa transfer mendatang. Langkah taktis itu menawarkan solusi untuk mengatasi ancaman kepergian Max Verstappen.

4. Oscar Piastri berpotensi direkrut karena memiliki kaliber juara dunia

Red Bull sangat menyukai Oscar Piastri sebagai kandidat pengganti utama Max Verstappen. Pembalap berbakat itu memiliki kaliber juara dunia setelah bersaing ketat memperebutkan gelar di Formula 1 2025. Akan tetapi, Red Bull harus membayar biaya pelepasan kontrak Piastri yang mengikat sampai 2028.

Oscar Piastri mempunyai profil yang sesuai untuk mengisi kursi utama Red Bull. Dirinya bisa berkali-kali menjadi juara dunia jika mengendarai mobil balap tercepat. Kepindahannya ke tim rival menjanjikan status pembalap utama tanpa membagi poin berharga dengan rekan setim.

Dinamika internal Red Bull berpotensi menarik minat Oscar Piastri. Sebab, dia kurang menyetujui sikap McLaren saat menangani pertarungan gelar di Formula 1 2025. Selain itu, kehadiran Mark Webber sebagai manajernya bisa memperlancar proses negosiasi ke Red Bull.

Singkat kata, Red Bull harus menentukan pilihan terbaik dari berbagai opsi kandidat pengganti Max Verstappen. Tujuannya adalah mempertahankan status mereka sebagai tim Formula 1 papan atas. Keputusan akurat saat merekrut pembalap akan menjaga peluang dalam persaingan gelar juara dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More