Secara historis, riwayat penampilan Bezzecchi di trek sepanjang 4,6 km ini memang buruk. Sejak mengaspal di kelas premier pada 2022, Bezzecchi selalu finis di luar sepuluh besar. Bezzecchi pernah finis runner-up di Catalunya hanya ketika beraksi di Moto3 pada 2018 lalu.
Pada 2026, Bezzecchi tetap terseok-seok di Catalunya. Meski masuk langsung ke sesi kualifikasi Q2, ia tak bisa memperbaiki catatan waktunya. Ia malah terjatuh pada momen krusial sehingga menempati posisi terbawah di sesi itu. Tak memulai balapan dari bagian depan, Bezzecchi kehilangan momentum untuk bersaing.
Sepanjang pekan, Bezzecchi merasa kurang percaya diri dengan bagian depan motornya. Ia kehilangan sentuhan di bagian pengereman. Saat memasuki tikungan dan berakselerasi, Bezzecchi tak nyaman.
“Ini akhir pekan yang berat. Jujur saja, aku memulai dengan baik pada Jumat. Namun, aku kemudian sedikit terhambat, dan kecepatanku selalu hampir sama. (Pembalap) lain terus meningkat dan aku tidak bisa,” ujar rider bernomor 71 itu dilansir Crash.
Saat main race, rata-rata ritme balap (race pace) Bezzecchi lebih lambat 0,353 detik dibandingkan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) yang menang. Tak heran jika selisih waktu finis mereka mencapai lebih dari 4,6 detik. Meski begitu, dari hasil ini Bezzecchi mengemas 13 poin yang membuatnya tetap menjadi pemimpin klasemen dengan gap 15 poin dari rekan setimnya, Jorge Martin.