Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kimi Antonelli saat menjalani pekan balap GP Italia 2025. (commons.wikimedia.org/Eustace Bagge)
  • Andrea Kimi Antonelli mengunci gelar juara dunia Formula 1 2026 usai finis ketiga di GP Meksiko, menjadi juara termuda pada usia 20 tahun 2 bulan 7 hari.
  • Pada GP China 2026, Antonelli mencetak pole position, kemenangan perdana dari pole, dan hattrick termuda Formula 1 pada usia 19 tahun 6 bulan 18 hari.
  • Antonelli juga memegang rekor termuda untuk memimpin klasemen, meraih grand slam, dan mencatat putaran tercepat, melampaui catatan Lewis Hamilton, Max Verstappen, serta Sebastian Vettel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Andrea Kimi Antonelli berpesta usai balapan Formula 1 GP Meksiko yang digelar pada Senin (3/11/2026) dini hari WIB. Pembalap Mercedes itu berhasil mengunci gelar juara usai finis ketiga di Autodromo Hermanos Rodriguez. Kesuksesan ini menempatkan Antonelli sebagai pembalap termuda yang meraih titel juara sepanjang sejarah kejuaraan.

Rekor Antonelli tak berhenti sampai di situ. Ada sejumlah rekor termuda yang berhasil dipecahkan pembalap bernomor mobil 12 itu di kejuaraan. Apa saja rekor yang berhasil Antonelli capai?

1. Andrea Kimi Antonelli menjadi pembalap termuda yang merengkuh titel juara dalam sejarah Formula 1

Andrea Kimi Antonelli sukses menyabet gelar juara Formula 1 2026 pada balapan GP Meksiko 2026. Finis ketiga di belakang Max Verstappen dan Lewis Hamilton sudah cukup untuk membuat poin Antonelli tak lagi terkejar di klasemen pembalap. Pembalap asal Italia itu mengantongi keunggulan 119 poin atas Verstappen usai balapan di Autodromo Hermanos Rodriguez.

Capaian tersebut menjadikan Antonelli sebagai pembalap termuda yang merengkuh gelar juara Formula 1. Ia melakukannya pada usia 20 tahun 2 bulan 7 hari. Antonelli menggusur rekor yang telah dipegang Sebastian Vettel selama 16 tahun.

Vettel pertama kali membukukan gelar juara dunia pada 2010. Ketika itu, pembalap berkebangsaan Jerman itu berusia 23 tahun 4 bulan 11 hari. Ia memastikan gelar juara setelah memenangi balapan pemungkas di Yas Marina Circuit, Abu Dhabi. Vettel unggul 4 poin atas Fernando Alonso.

2. Andrea Kimi Antonelli menggeser Sebastian Vettel sebagai peraih pole position termuda di Formula 1

Andrea Kimi Antonelli kembali menggeser rekor Sebastian Vettel lainnya di Formula 1. Ia menempatkan namanya sebagai peraih pole position termuda di kejuaraan. Antonelli membukukan rekor tersebut pada usia 19 tahun 6 bulan 18 hari.

Antonelli mencetak rekor tersebut pada sesi kualifikasi GP China 2026. Ia berhasil merebut posisi start terdepan setelah menorehkan waktu 1 menit 32,064 detik. Antonelli unggul 0,222 detik atas George Russell yang menempati posisi start kedua.

Antonelli memecahkan rekor yang telah Vettel pertahankan selama 18 tahun. Ketika itu, Vettel meraih pole position pada kualifikasi GP Italia 2008 saat berumur 21 tahun 2 bulan 11 hari. Vettel mengungguli Heikki Kovalainen dengan jarak 0,076 detik.

3. Andrea Kimi Antonelli menyabet rekor pemenang balapan termuda dari posisi start terdepan

Andrea Kimi Antonelli juga tercatat sebagai pembalap termuda yang memenangi balapan dari pole position di Formula 1. Ia menorehkan pencapaian tersebut di GP China 2026. Antonelli melakukannya pada usia 19 tahun 6 bulan 18 hari.

Antonelli finis di depan George Russell dengan keunggulan 5,515 detik. Kemenangan ini sekaligus menandai kemenangan perdananya di Formula 1. Torehan tersebut sekaligus melampaui rekor yang diraih Sebastian Vettel pada 18 tahun lalu.

Vettel mencatatkan kemenangan dari pole position di GP Italia 2008 saat memperkuat Toro Rosso. Ia finis di depan Heikki Kovalainen dengan jarak 12,512 detik. Vettel meraih kemenangan tersebut pada usia 21 tahun 2 bulan 11 hari.

4. Andrea Kimi Antonelli memegang rekor sebagai pembalap termuda yang memimpin klasemen kejuaraan

Andrea Kimi Antonelli menunjukkan performa menjanjikan saat pekan balap GP Jepang 2026. Ia berhasil meraih kemenangan di Sirkuit Suzuka setelah memulai balapan sebagai pole-sitter. Antonelli mengungguli Oscar Piastri yang finis di posisi kedua dengan jarak 13,722 detik.

Tambahan 25 poin pascabalapan di Negeri Sakura mengerek posisinya di klasemen pembalap. Ia mengambil alih posisi puncak dari George Russell berbekal perolehan 72 poin. Hal ini menjadikan Antonelli sebagai pembalap termuda dalam sejarah Formula 1 yang memimpin klasemen kejuaraan. Ia mencatatkan rekor tersebut pada umur 19 tahun 7 bulan 4 hari.

Sebelumnya, rekor tersebut menjadi milik Lewis Hamilton. Pembalap asal Inggris itu merebut posisi puncak klasemen dari Fernando Alonso setelah memenangi balapan GP Kanada 2007. Hamilton memimpin klasemen untuk pertama kalinya pada usia 22 tahun.

5. Andrea Kimi Antonelli melampaui pencapaian Sebastian Vettel sebagai pembalap termuda yang mencetak hattrick

Rekor lain yang berhasil Andrea Kimi Antonelli raih adalah pencetak hattrick termuda sepanjang sejarah Formula 1. Ia melakukannya di GP China 2026. Antonelli membukukan rekor tersebut pada usia 19 tahun 6 bulan 18 hari.

Antonelli tidak hanya meraih pole position dan memenangi balapan, tetapi juga mencatatkan waktu tercepat. Ia membukukan waktu 1 menit 35,275 detik pada lap 52. Antonelli mengudeta Sebastian Vettel yang sebelumnya memegang rekor tersebut selama 17 tahun.

Vettel mencatatkan hattrick pertamanya pada umur 21 tahun 11 bulan 18 hari. Ia meraihnya pada balapan GP Inggris 2009. Vettel memenangi balapan dengan keunggulan 15,188 detik atas Mark Webber setelah start dari posisi terdepan. Selain itu, Vettel menyabet waktu putaran tercepat dengan torehan 1 menit 20,735 detik pada lap 16.

6. Andrea Kimi Antonelli melewati torehan Max Verstappen sebagai pembalap termuda yang mencetak grand slam

Rekor Andrea Kimi Antonelli tidak hanya soal pencetak hattrick termuda. Ia juga berhasil meraih rekor sebagai peraih grand slam termuda dalam sejarah Formula 1. Antonelli merengkuh prestasi tersebut pada usia 19 tahun 9 bulan 13 hari di GP Monako 2026.

Antonelli menduduki posisi start terdepan setelah membukukan waktu 1 menit 12,051 detik. Ia berhasil memanfaatkan hal tersebut untuk memimpin balapan dari awal hingga lap pemungkas. Antonelli menang dengan keunggulan 6,271 detik atas Lewis Hamilton. Selain itu, Antonelli menorehkan waktu 1 menit 13,481 detik pada lap 76.

Antonelli melewati pencapaian Max Verstappen yang pertama kali meraih grand slam pada usia 23 tahun 9 bulan 4 hari. Verstappen melakukannya pada balapan kandang Red Bull di GP Austria 2021. Verstappen memegang rekor tersebut selama 5 tahun.

7. Andrea Kimi Antonelli mengantongi rekor sebagai pembalap termuda yang meraih waktu putaran tercepat

Sebelum menjadi juara dunia pada 2026, Andrea Kimi Antonelli lebih dulu memiliki rekor pada musim debutnya di Formula 1. Itu terjadi pada balapan GP Jepang 2025. Saat itu, Antonelli menuntaskan balapan di Sirkuit Suzuka dengan berada di posisi keenam.

Walau begitu, Antonelli berhasil membukukan waktu tercepat pada lap 50. Ia menorehkan waktu 1 menit 30,965 detik sehingga menjadikannya sebagai pembalap termuda yang membukukan waktu putaran tercepat. Antonelli meraih rekor tersebut saat berumur 18 tahun 7 bulan 12 hari.

Antonelli mengambi alih rekor itu dari Max Verstappen yang telah bertahan selama 9 tahun. Verstappen mencetak capaian tersebut pada usia 19 tahun 1 bulan 14 hari di GP Brasil 2016. Ia mencetak waktu 1 menit 25,305 detik pada lap 67.

Andrea Kimi Antonelli telah membuktikan performa terbaiknya selama 2 musim berkompetisi di Formula 1. Gelar juara dunia serta deretan rekor menjadi bukti nyata kemampuannya di lintasan. Prestasi membanggakan tersebut Antonelli rengkuh pada usia yang masih terbilang muda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article