Resep Veda Ega Bertahan di Spanyol: Selalu Ingat Pesan Ayah

Veda Ega Pratama menjalani tahun ketiga di Spanyol dan mengandalkan pesan ayahnya untuk beradaptasi di Eropa.
Sudarmono mengenalkan Veda pada balap sejak kecil dan tetap memberi evaluasi setelah latihan maupun balapan.
Veda sempat mengalami homesick di Barcelona, tetapi kini mengaku sudah sepenuhnya beradaptasi.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Memasuki tahun ketiga menetap di Spanyol, Veda Ega Pratama membagikan rahasia sukses beradaptasi di Eropa. Peran dan pesan sang ayah, Sudarmono, rupanya merupakan resepnya dalam berjuang di kancah global.
Meski kini harus hidup mandiri jauh dari keluarga, petuah sang ayah yang merupakan mantan pembalap nasional itu tetap menjadi kompas utamanya di setiap balapan. Lantas, apa pesan-pesannya?
1. Dari motocross hingga menembus Eropa
Langkah Veda di dunia balap bukanlah sebuah kebetulan. Sang ayah merupakan sosok yang pertama kali mengenalkannya pada si kuda besi. Mulai dari trek tanah Motocross hingga beralih ke Road Race.
"Peran ayah ya, yang membimbing saya dari kecil sih. Dia yang mengenalkan saya balap, dari dulu balap Motocross, terus pindah ke Road Race," kata Veda dalam Locker Room by IDN Times.
2. Setia beri evaluasi meski cuma memantau dari TV
Jika dulu sang ayah selalu mendampinginya saat melahap balapan nasional, kini Veda harus menghadapi situasi berbeda dalam kiprahnya di Moto3. Sudarmono hanya bisa memantau aksi sang putra via layar kaca.
Namun, jarak tak menyurutkan peran Sudarmono sebagai mentor. Evaluasi tetap rutin mengalir setiap kali Veda menyelesaikan sesi latihan, atau ketika balapan.
"Ya masih, walaupun Ayah mantau dari TV ya, dari video. Di mana beda banget dari TV sama langsung itu treknya, naik turunnya nggak kelihatan. Cuman ya dia udah paham lah. Jadi ya dia selalu ngasih masukan setiap setelah race atau setiap setelah sesi, dan ya saya dengerin," ujar Veda.
3. Veda berhasil lewati fase homesick
Tinggal sendirian di Barcelona tanpa keluarga yang mendampingi sempat membuat pembalap asal Gunungkidul itu mengalami homesick pada awal kedatangannya 2024.
Rasa rindu akan rumah dan masakan Indonesia kerap menghantuinya di kala senggang. Kini, setelah hampir tiga tahun di Negeri Matador, Veda mengaku sudah sepenuhnya beradaptasi.
Perasaan itu tak lagi menjadi penghambat karena Veda terus dipaksa fokus menjaga performanya. Pesan yang ditanamkan sang ayah sejak kecil menjadi modalnya.
"Di balapan Eropa, balapan Grand Prix ini udah nggak bisa ngikutin, tapi pasti saya masih ingat semua yang udah diajarin sama Ayah," ucap pembalap berusia 17 tahun tersebut.






















