Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resep Veda Ega Bertahan di Spanyol: Selalu Ingat Pesan Ayah
Potret Veda Ega. (Dok. Red Bull).
  • Veda Ega Pratama menjalani tahun ketiga di Spanyol dan mengandalkan pesan ayahnya untuk beradaptasi di Eropa.

  • Sudarmono mengenalkan Veda pada balap sejak kecil dan tetap memberi evaluasi setelah latihan maupun balapan.

  • Veda sempat mengalami homesick di Barcelona, tetapi kini mengaku sudah sepenuhnya beradaptasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling membantu Veda beradaptasi di Eropa?
Vote Now
2024 lalu

Veda datang ke Barcelona dan sempat mengalami homesick karena tinggal sendirian tanpa keluarga.

Memasuki tahun ketiga

Veda menetap di Spanyol dan menjalani kiprahnya dalam balap Eropa.

kini

Veda mengaku sudah sepenuhnya beradaptasi. Sudarmono tetap memberi masukan setelah sesi latihan atau balapan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling membantu Veda beradaptasi di Eropa?
Vote Now
  • What?
    Veda Ega Pratama membagikan peran dan pesan ayahnya dalam membantu dirinya beradaptasi serta menjalani balapan di Eropa.
  • Who?
    Veda Ega Pratama dan ayahnya, Sudarmono, mantan pembalap nasional yang menjadi mentor Veda.
  • Where?
    Veda menetap di Spanyol dan tinggal sendirian di Barcelona dalam kiprahnya di balap Eropa.
  • When?
    Veda memasuki tahun ketiga menetap di Spanyol. Ia datang pada 2024 lalu.
  • Why?
    Pesan dan evaluasi Sudarmono menjadi pegangan Veda untuk menjaga fokus serta performanya dalam balapan.
  • How?
    Sudarmono memantau Veda melalui TV dan video, lalu memberi masukan setelah sesi latihan atau balapan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling membantu Veda beradaptasi di Eropa?
Vote Now

Veda tinggal sendiri di Spanyol untuk balapan. Ayahnya, Sudarmono, dulu mengenalkan Veda pada motocross dan balap jalan raya. Sekarang Ayah melihat balap dari TV dan memberi masukan. Veda dulu rindu rumah dan makanan Indonesia. Kini, setelah hampir tiga tahun, Veda bilang sudah bisa beradaptasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling membantu Veda beradaptasi di Eropa?
Vote Now

Peran Sudarmono tetap hadir meski terpisah jarak dari Veda. Bimbingan sejak kecil, pemantauan melalui TV, dan evaluasi setelah latihan atau balapan memberi Veda pegangan saat menjalani kehidupan mandiri di Spanyol. Veda juga mengaku sudah sepenuhnya beradaptasi setelah sempat merindukan rumah dan masakan Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling membantu Veda beradaptasi di Eropa?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Memasuki tahun ketiga menetap di Spanyol, Veda Ega Pratama membagikan rahasia sukses beradaptasi di Eropa. Peran dan pesan sang ayah, Sudarmono, rupanya merupakan resepnya dalam berjuang di kancah global.

Meski kini harus hidup mandiri jauh dari keluarga, petuah sang ayah yang merupakan mantan pembalap nasional itu tetap menjadi kompas utamanya di setiap balapan. Lantas, apa pesan-pesannya?

1. Dari motocross hingga menembus Eropa

Langkah Veda di dunia balap bukanlah sebuah kebetulan. Sang ayah merupakan sosok yang pertama kali mengenalkannya pada si kuda besi. Mulai dari trek tanah Motocross hingga beralih ke Road Race.

"Peran ayah ya, yang membimbing saya dari kecil sih. Dia yang mengenalkan saya balap, dari dulu balap Motocross, terus pindah ke Road Race," kata Veda dalam Locker Room by IDN Times.

2. Setia beri evaluasi meski cuma memantau dari TV

Jika dulu sang ayah selalu mendampinginya saat melahap balapan nasional, kini Veda harus menghadapi situasi berbeda dalam kiprahnya di Moto3. Sudarmono hanya bisa memantau aksi sang putra via layar kaca.

Namun, jarak tak menyurutkan peran Sudarmono sebagai mentor. Evaluasi tetap rutin mengalir setiap kali Veda menyelesaikan sesi latihan, atau ketika balapan.

"Ya masih, walaupun Ayah mantau dari TV ya, dari video. Di mana beda banget dari TV sama langsung itu treknya, naik turunnya nggak kelihatan. Cuman ya dia udah paham lah. Jadi ya dia selalu ngasih masukan setiap setelah race atau setiap setelah sesi, dan ya saya dengerin," ujar Veda.

3. Veda berhasil lewati fase homesick

Tinggal sendirian di Barcelona tanpa keluarga yang mendampingi sempat membuat pembalap asal Gunungkidul itu mengalami homesick pada awal kedatangannya 2024.

Rasa rindu akan rumah dan masakan Indonesia kerap menghantuinya di kala senggang. Kini, setelah hampir tiga tahun di Negeri Matador, Veda mengaku sudah sepenuhnya beradaptasi.

Perasaan itu tak lagi menjadi penghambat karena Veda terus dipaksa fokus menjaga performanya. Pesan yang ditanamkan sang ayah sejak kecil menjadi modalnya.

"Di balapan Eropa, balapan Grand Prix ini udah nggak bisa ngikutin, tapi pasti saya masih ingat semua yang udah diajarin sama Ayah," ucap pembalap berusia 17 tahun tersebut.

Yuk, pilih pandanganmu

Apa yang paling membantu Veda beradaptasi di Eropa?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article