Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Satu Asia, Misi Mulia yang Diembuskan Jepang di Asian Games 2026

2 min read
Satu Asia, Misi Mulia yang Diembuskan Jepang di Asian Games 2026
Defile atlet Indonesia di upacara pembukaan Asian Games 2026. (Dok. YouTube RANS Entertainment)
  • Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi dibuka pada 19 September 2026 dengan misi “Satu Asia” yang disampaikan Ketua Penyelenggara Hideaki Omura di Stadion Mizuho Park Athletic.
  • Omura mengaitkan semangat edisi Aichi-Nagoya dengan Asian Games Tokyo 1958 dan Hiroshima 1994, sebagai simbol kebangkitan Jepang serta perdamaian dan budaya internasional.
  • Presiden OCA Joaan bin Hamad memuji kedisiplinan dan rasa hormat Jepang, lalu menyatakan Asian Games 2026 resmi dibuka bersama Kaisar Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi dibuka pada Sabtu (19/9/2026). Misi 'Satu Asia' diusung penyelenggara dalam upacara pembukaan di Stadion Mizuho Park Athletic.

Ketua Penyelenggara Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Hideaki Omura, menyampaikan pesan-pesan persatuan dalam pidatonya. Dia menjadikan Asian Games 1958 Tokyo dan Asian Games 1994 Hiroshima sebagai inspirasi

  1. 1. Makna dalam dari Asian Games 1958 dan 1994

    Omura mengungkapkan, Asian Games 1958 dan 1994 memiliki makna khusus bagi Jepang. Pada 1958, Asian Games hadir sebagai bukti kebangkitan Jepang. Begitu juga edisi 1994 yang digelar di Kota Hiroshima.

    "Asian Games 1994 diselenggarakan di Hiroshima, kota pertama dalam sejarah manusia yang bertahan dari bom atom dan jadi kota internasional untuk perdamaian dan budaya," ujar Omura.

    "Asian Games Aichi-Nagoya akan membawa semangat dari Asian Games Tokyo dan Asian Games Hiroshima sekaligus mengadopsi misi 'Satu Asia' dalam semangat keolahragaan," lanjut dia.

  2. 2. Asian Games 2026 jadi katalis perdamaian

    Omura menyampaikan, Asian Games 2026 diharapkan dapat jadi katalis perdamaian di Asia. Dia menyinggung masih ada konflik di dataran benua terbesar di dunia tersebut.

    "Meski masih ada wilayah yang sedang berkonflik dan perbedaan visi. Asian Games perlu menghormati satu sama lain, menjalin persahabatan, menjadi satu dan menatap masa depan bersama-sama," ujar Omura.

  3. 3. Pujian dari OCA untuk Jepang

    Presiden Komite Olimpiade Asia (OCA), Joaan bin Hamad, memberi pujian terhadap Prefektur Aichi dan Kota Nagoya dalam penyelenggaraan Asian Games 2026.

    Dia mengatakan, Jepang terkenal karena kedisiplinan dan rasa hormat. Mereka sudah memegang prinsip itu sejak lama di dunia olahraga. Ketika dunia membutuhkan hal ini, Jepang selalu memberi jawaban.

    "Jepang sudah menyediakan panggung. Sekarang saatnya bagi Asia untuk sekali lagi menginspirasi dunia. Sebuah kebanggaan bagi saya bersama Kaisar Jepang untuk menyatakan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya resmi dibuka," ujar Joaan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More