Untuk mengelola panas tubuh pembalap Formula 1 secara efektif, produsen pakaian balap mengembangkan kain canggih dengan permeabilitas udara dan kemampuan bernapas yang tinggi. Penggunaan material itu terbukti mampu menekan kenaikan suhu inti tubuh hingga 40 persen dibandingkan bahan kain yang lebih tebal dan rapat. Teknologi itu bekerja dengan memfasilitasi aliran udara dan perpindahan kelembapan melalui lapisan serat kain.
Para pengembang menempatkan zona ventilasi dan sistem pendingin internal pada bagian tubuh tertentu yang mengalami peningkatan suhu signifikan. Inovasi manajemen termal itu dirancang untuk memastikan pembalap tetap bisa bekerja secara optimal meskipun berada di lingkungan dengan suhu yang sangat panas. Melalui pakaian itu, pengaturan suhu tubuh yang lebih baik membantu pembalap mempertahankan kejernihan berpikir dan kecepatan reaksi.
Pada akhirnya, pembalap Formula 1 memang mesti menghadapi tantangan suhu panas yang sangat melelahkan. Jika suhu itu tidak dikontrol dengan baik, mereka bukan tidak mungkin mengalami stres fisik dan mental. Oleh karena itu, wajar jika perjuangan mereka di lintasan tidak boleh diremehkan.