Penampilan Isack Hadjar saat mengemudikan RB22 menarik perhatian internal tim, tak terkecuali Laurent Mekies. Kepala tim Red Bull itu memuji performa Hadjar, khususnya saat balapan GP Belgia. Ketika itu, Hadjar harus start dari posisi ke-21 akibat penalti imbas pergantian sejumlah komponen mesin yang melebihi alokasi yang ditetapkan.
Namun, kondisi tersebut tak menghalangi Hadjar merangsek ke posisi sepuluh besar. Pembalap bernomor mobil 6 itu berhasil menempati posisi ketujuh pada lap 17 setelah masuk pit dua kali pada awal balapan. Red Bull sebetulnya menargetkan Hadjar untuk terus berada di trek dengan ban hard setelah pit stop kedua.
Akan tetapi, Hadjar kembali ke pit untuk ketiga kalinya pada akhir lap 20 untuk mengganti ban kepada jenis hard. Ia tetap berada di posisi ketujuh setelah keluar pitlane karena pergantian ban terjadi saat periode Virtual Safety Car. Kemudian, Hadjar naik ke posisi keenam pada lap 31 usai Lando Norris melakukan pergantian ban kepada jenis medium.
Hadjar berhasil mempertahankan posisinya hingga bendera finis berkibar. Meski tidak berada di zona podium, ia berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 15 posisi dari kedudukannya saat start balapan. Capaian tersebut tentu membuat Mekies merasa puas dan secara terbuka memuji penampilan Hadjar di Sirkuit Spa-Francorchamps.
"Bagiku, ini adalah balapan terbaiknya. Sejujurnya, ini bukan sekadar lonjakan performa. Kecepatan Hadjar sedikit lebih baik pada tiap balapan. Jadi, ia selalu menunjukkan kecepetan yang mumpuni tiap melakoni balapan," puji Laurent Mekies dilansir Formula 1.
Capaian di GP Belgia 2026 bisa dibilang menjadi salah satu titik penting untuk masa depan Hadjar bersama Red Bull. Meski sempat absen pada tiga balapan awal paruh kedua Formula 1 musim ini, pencapaian Hadjar sepanjang paruh pertama setidaknya memberi gambaran kepada Red Bull dalam memutuskan susunan pembalap musim 2027. Terbukti, Red Bull mempertahankan Hadjar untuk mengarungi persaingan musim mendatang.