Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tekad Francesco Bagnaia Putus Tren Negatif di MotoGP Malaysia 2026
Francesco Bagnaia saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)

MotoGP kembali mengaspal di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 30 Oktober--1 November 2026. GP Malaysia merupakan seri ke-19 dalam kalender musim ini. Para pembalap bersiap menghadapi pekan balap di sana, tak terkecuali Francesco Bagnaia.

Bagnaia sedang menghadapi tren kurang oke menjelang GP Malaysia. Pembalap Ducati Lenovo Team itu belum meraih kemenangan sepanjang 2026. Ia bertekad memutus rentetan hasil buruk tersebut akhir pekan ini.

1. Francesco Bagnaia mengalami tren buruk sepanjang paruh kedua MotoGP 2026

Francesco Bagnaia menelan hasil buruk pada paruh kedua MotoGP 2026. Pembalap asal Italia itu gagal menembus posisi tiga besar saat balapan sprint maupun utama. Bahkan, Bagnaia tercatat gagal mencetak poin dalam empat dari tujuh seri terakhir.

Mengacu data dari MotoTiming per 29 Oktober 2026, Bagnaia gagal menuntaskan balapan sebanyak empat kali dalam enam balapan utama pada paruh kedua. Hasil terbaiknya dalam sesi balap tersebut adalah finis ketujuh di GP Austria.

Setali tiga uang dengan balapan utama, hasil balapan sprint Bagnaia sepanjang paruh kedua juga kurang menjanjikan. Ia hanya dua kali finis di zona poin dalam tujuh balapan sprint dengan hasil terbaik finis keenam di GP Austria. Capaian tersebut membuat Bagnaia hanya meraup 23 poin. Adapun torehan Bagnaia pada paruh kedua MotoGP 2026 adalah sebagai berikut:

  • GP Inggris

- Balapan sprint: Finis ke-17;

- Balapan utama: Gagal finis;

  • GP Aragon

- Balapan sprint: Finis kesebelas;

- Balapan utama: Gagal finis;

  • GP San Marino

- Balapan sprint: Finis ke-13;

- Balapan utama: Gagal finis;

  • GP Austria

- Balapan sprint: Finis keenam;

- Balapan utama: Finis ketujuh;

  • GP Jepang

- Balapan sprint: Gagal finis;

- Balapan utama: Finis kedelapan;

  • GP Indonesia;

- Balapan sprint: Finis kedelapan;

- Balapan utama: Gagal finis;

  • GP Australia

- Balapan sprint: Gagal finis;

- Balapan utama: Batal digelar;

2. Francesco Bagnaia optimistis meraup hasil bagus saat mengaspal di Sirkuit Sepang

Francesco Bagnaia begitu menantikan balapan di Sirkuit Sepang. Pembalap bernomor motor 63 itu melihat pekan balap GP Malaysia sebagai momen terbaik meraup hasil lebih baik pada 2026. Bahkan, Bagnaia bakal mengambil risiko lebih besar demi meraih capaian maksimal.

"Aku tahu ini akan sangat sulit, tetapi tahun lalu diriku juga tidak memiliki apa pun pada motorku. Namun, aku berhasil meraih pole position dan memenangi balapan sprint. Sayangnya, aku mengalami masalah saat balapan. Kondisinya kurang lebih sama pada musim ini, tetapi aku ingin menikmatinya," kata Francesco Bagnaia dilansir Motorsport.

Bagnaia punya capaian oke saat beradu cepat di Sirkuit Sepang. Mengacu data Forix per 29 Oktober 2026, ia mampu dua kali finis di posisi tiga besar pada balapan sprint dengan salah satunya berupa kemenangan pada 2025. Bagnaia juga tiga kali naik podium pada balapan utama dengan hasil terbaik adalah menang pada 2022 dan 2024.

3. Francesco Bagnaia menyoroti ban belakang medium yang Michelin bawa di GP Malaysia 2026

Michelin membawa ban belakang medium tambahan selain tetap menyediakan ban soft dan hard. Ban tersebut awalnya dirancang untuk lintasan yang baru diaspal ulang. Sirkuit Sepang sebetulnya dijadwalkan akan mengalami renovasi besar-besaran pada 2026, tetapi rencana tersebut batal.

Hanya sebagian titik trek yang diaspal ulang. Motorsport melansir, pembalap Formula 1 telah melaporkan adanya aspal yang mulai terkelupas saat pekan balap GP Bahrain di Sirkuit Sepang awal Oktober 2026. Terlepas dari itu, Bagnaia mengaku ban medium baru milik Michelin akan menarik untuk dijajal sepanjang akhir pekan ini.

"Michelin membawa ban yang berbeda dari saat tes pramusim. Mereka mengira sirkuit akan diaspal ulang. Namun, ada kendala dalam pengiriman material sehingga aspalnya tetap sama. Selain itu, Formula 1 telah menggores permukaan lintasan lurus. Jadi, kita lihat saja," ujar Francesco Bagnaia dikutip Motorsport.

Misi Bagnaia menorehkan hasil maksimal di Sirkuit Sepang terbilang tidak mudah. Ia harus menghadapi rival kuat, seperti Jorge Martin dan Marc Marquez. Apalagi, kedua pembalap tersebut sedang bertarung dalam perebutan gelar juara dunia. Akankah Bagnaia membukukan capaian terbaik akhir pekan ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article