Prabowo Pamer Sudah Jalankan Efisiensi Anggaran Lebih Dulu daripada AS

- Hasil efisiensi untuk mengatasi kesenjangan: Prabowo berhasil menghemat anggaran hingga 18 miliar dolar AS dalam tiga bulan pertama masa jabatannya, dengan tujuan mengurangi kesenjangan sosial.
- Efisiensi dari pos yang rawan dikorupsi: Program pro-rakyat didanai dari hasil pembersihan inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara, yang sebelumnya berisiko hilang akibat praktik korupsi.
- Sempat didemo saat lakukan efisiensi: Proses efisiensi pemerintah diwarnai aksi demonstrasi, yang menurut Prabowo merupakan hal baru dalam sejarah dunia.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah melakukan penghematan besar dengan memangkas berbagai proyek tidak produktif dan inefisiensi birokrasi.
Dia menyebut langkah tersebut serupa dengan upaya Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) di Amerika Serikat. Hal itu disampaikan Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
"Namun, harus saya katakan bahwa saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil," kata Prabowo.
1. Hasil efisiensi untuk mengatasi kesenjangan

Dia mengaku merasa lebih percaya diri karena menjadi salah satu Presiden Indonesia yang mampu menghemat anggaran hingga 18 miliar dolar AS hanya dalam waktu tiga bulan pertama masa jabatannya. Langkah tegas tersebut diambil karena Prabowo melihat masih adanya kesenjangan lebar antara kelompok masyarakat sangat kaya dengan rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
"Hal ini membuat saya semakin bertekad untuk memiliki kebijakan yang dapat segera meringankan masalah ini," tegasnya.
2. Efisiensi dari pos yang rawan dikorupsi

Program-program pro-rakyat didanai dari hasil pembersihan inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara. Baginya, dana yang berhasil diselamatkan itu merupakan uang rakyat yang sebelumnya berisiko hilang akibat praktik korupsi.
"Dana penghematan inilah yang saya alokasikan kembali untuk program-program ini," ujar orang nomor satu di Indonesia itu.
3. Sempat didemo saat lakukan efisiensi

Prabowo mengakui proses efisiensi sempat diwarnai aksi demonstrasi. Dia heran karena menurutnya, itu mungkin pertama kalinya dalam sejarah ada aksi protes yang justru menentang langkah efisiensi pemerintah.
"Itu mungkin pertama kalinya dalam sejarah dunia, ada demonstrasi yang menentang efisiensi pemerintah. Saya tidak tahu siapa yang membayar demonstrasi itu, tapi itu cukup menyedihkan," ungkapnya.
Terlepas dari hambatan itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memangkas segala bentuk inefisiensi dengan segala cara demi kepentingan negara.

















