Yaxel Lendeborg, Rookie Berbakat Golden State Warriors

- Yaxel Lendeborg, forward muda asal Puerto Rico, sempat kesulitan menembus tim basket sekolah karena nilai akademik rendah sebelum akhirnya menunjukkan performa impresif di tahun terakhirnya.
- Perjalanan kariernya melejit dari JUCO hingga membawa Michigan Wolverines juara NCAA 2026 dengan berbagai penghargaan individu bergengsi seperti Big Ten Player of the Year.
- Lendeborg terpilih di urutan ke-11 NBA Draft 2026 oleh Golden State Warriors dan langsung meraih MVP Final setelah membawa timnya juara NBA Summer League 2026.
Yaxel Lendeborg merupakan rookie milik Golden State Warriors. Namanya mencuat setelah membawa tim asal San Francisco itu meraih gelar juara NBA Summer League 2026. Namun, di balik keberhasilan tersebut, forward berusia 23 tahun ini menyimpan perjalanan karier yang tidak mudah. Guna mengupas lebih dalam tentang sang pemain, mari simak ulasan berikut ini.
1. Kesulitan menembus tim basket sekolah karena nilai akademik yang buruk
Yaxel Lendeborg lahir pada 20 September 2002 di Puerto Rico dari orang tua asal Republik Dominika. Namun, ketika masih baru 2 tahun, orang tuanya memutuskan pindah ke Amerika Serikat. Dia menetap sebentar di Ohio hingga tumbuh besar di New Jersey. Kedua orang tuanya merupakan mantan pebasket profesional dan sempat membela Timnas Republik Dominika. Warisan itu pun menurun kepada Lendeborg.
Lendeborg pertama kali masuk tim basket junior saat bersekolah di Pennsauken High School. Namun, di tengah musim, dia dikeluarkan dari tim karena gagal memenuhi persyaratan kelayakan nilai akademis. Lendeborg harus memperbaiki nilainya lebih dulu agar bisa kembali ke tim. Kesempatan itu pun baru terwujud saat tahun terakhir sekolahnya. Alhasil, Lendeborg hanya menjalani 11 pertandingan dengan rekor yang impresif, yaitu 10 kemenangan dan 1 kekelahan.
2. Mengawali karier di JUCO hingga berhasil menjuarai NCAA 2026
Setelah lulus SMA, karier basket Yaxel Lendeborg sempat tergantung karena tidak ada tawaran dari berbagai universitas. Beruntung, berkat bantuan sang ibu, dia bisa bergabung dengan Arizona Western yang masuk dalam program National Junior College Athletic Association (NJCAA) atau sering disebut JUCO. Bermain selama 3 musim bersama Arizona Western, kemampuan Lendeborg terus berkembang. Puncaknya terjadi pada 2022/2023 kala dia mencatat rata-rata 17,2 poin dan 13 rebound.
Penampilan impresif tersebut membuat karier Lendeborg melonjak pesat. Dia masuk Universitas Alabama di Birmingham dan bergabung tim basket mereka, UAB Blazers, yang berlaga di Divisi I NCAA. Lendeborg bertahan selama 2 musim di sana dengan mengemas rata-rata 15,8 poin, 11 rebound, 3,2 assist, 1,9 blok, dan 1,2 steal. Dia bahkan menjadi pemain kedua setelah Larry Bird yang mampu menorehkan 600+ poin, 400+ rebound, dan 150+ assist dalam semusim di Divisi I NCAA.
Setelah itu, Lendeborg bisa saja mengikuti NBA Draft 2025. Namun, dia memilih melanjutkan tahun terakhir kuliahnya dan bergabung dengan Michigan Wolverines. Keputusan tersebut rupanya berbuah manis. Dia makin bersinar bersama Michigan hingga memenangkan kejuaraan NCAA 2026. Lendeborg mencatat rata 15,1 poin, 6,9 rebound, dan 3,3 assist. Namanya juga menghiasi berbagai penghargaan, seperti First Team All-American, Big Ten All-Defensive Team, serta Big Ten Player of the Year.
3. Terpilih di urutan kesebelas NBA Draft 2026 oleh Golden State Warriors
Berbekal prestasi mentereng di jenjang perkuliahan, Yaxel Lendeborg percaya diri mengikuti NBA Draft 2026. Dia pun mendapat hasil yang memuaskan usai terpilih di urutan kesebelas oleh Golden State Warriors. Namun, pemilihan tersebut juga sempat diwarnai drama.
Di ruang rapat Warriors yang sedang disiarkan langsung, terjadi perdebatan antara Joe Lacob selaku pemilik tim dan manajer umum, Mike Dunleavy Jr. Memang tidak ada rekaman audio yang jelas mengenai pembicaraan mereka. Namun, banyak yang memprediksi jika terjadi perbedaan tentang pemain mana yang harus dipilih. Meski begitu, Warriors tetap menjatuhkan pilihan kepada Lendeborg.
4. Membawa Golden State Warriors meraih trofi NBA Summer League 2026 dan dinobatkan sebagai MVP Final
NBA Summer League 2026 menjadi ajang pertama Yaxel Lendeborg mengenakan jersey Golden State Warriors. Dia pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kualitasnya. Lendeborg selalu tampil dalam 6 pertandingan dan mencatat statistik yang cukup bagus, 14,8 poin, 6,8 rebound, 4 assist, dan 1,5 steal.
Lendeborg juga mengantarkan Warriors merebut trofi. Di final, mereka mengalahkan Memphis Grizzlies yang dimotori oleh pemain pilihan ketiga NBA Draft 2026, Cameron Boozer, dengan skor tipis 94-90. Lendeborg bahkan dinobatkan sebagai MVP Final berkat torehan 21 poin, 10 rebound, dan 2 assist.
Yaxel Lendeborg telah membangun kesan awal yang positif. Namun, ujian sesungguhnya baru dimulai ketika NBA 2026/2027 bergulir. Lendeborg harus bisa melanjutkan performa apiknya guna mendapat menit bermain. Menarik ditunggu bagaimana kiprah rookie satu ini bersama Golden State Warriors. Akankah Lendeborg melejit atau justru gagal memenuhi ekspektasi?


















