3 Negara yang Juara Piala Dunia setelah Memenangi Turnamen Benua

- Hanya tiga negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia setelah memenangkan turnamen benua: Jerman Barat, Spanyol, dan Argentina.
- Spanyol mengulangi sejarah dengan meraih gelar Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 secara beruntun di bawah pelatih Luis de la Fuente.
- Prestasi serupa sebelumnya dicapai Jerman Barat pada era 1970-an serta Argentina yang sukses menjuarai Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022.
Spanyol sukses menjuarai Piala Dunia 2026. Ini merupakan torehan kedua La Roja setelah edisi 2010. Menariknya, Spanyol berangkat ke ajang akbar 4 tahunan ini dengan status juara Euro 2024. Tidak banyak negara yang mampu menjuarai Piala Dunia setelah memenangkan turnamen kontinental. Hebatnya, Spanyol mengulangi pencapaian ketika juara Piala Dunia 2010 dengan status juara Euro 2008. Termasuk Spanyol, hanya ada tiga negara yang melakukannya.
1. Berlabel kampiun Euro 1972, Jerman Barat mengawinkan gelar dengan juara Piala Dunia 1974
Jerman Barat menunjukkan statusnya sebagai penguasa Eropa ketika memenangi Euro 1972. Dipimpin oleh pelatih legendaris Helmut Schoen, Die Mannschaft untuk pertama kalinya memenangkan turnamen ini. Performa gemilang dengan mengandalkan sepak bola menyerang menjadi kunci keberhasilan tim juara. Pada final, Jerman Barat menang 3-0 atas Uni Soviet.
Dengan status juara Euro 1972, Jerman Barat menyambut Piala Dunia 1974 dengan keyakinan tinggi. Terlebih lagi, Jerman Barat menjadi tuan rumah turnamen sehingga status unggulan melekat. Selama fase grup pertama, Jerman Barat meyakinkan meski sempat kalah kontra Jerman Timur pada laga terakhir. Namun, performa mereka gemilang saat fase grup kedua.
Jerman Barat menyapu tiga laga dengan kemenangan untuk melenggang ke partai final. Lawan yang dihadapi juga bukan sembarangan, yakni Belanda dengan filosofi Total Football yang kala itu mencuri atensi. Namun, Jerman Barat mampu menumbangkan Belanda yang digawangi oleh Johan Cruyff. Jerman Barat sukses juara setelah menang 2-1. Jerman Barat menjadi negara pertama yang mengawinkan gelar kontinental berupa Euro dan Piala Dunia.
2. Setelah juara Euro 2008, Spanyol sukses meraih trofi Piala Dunia pertama pada 2010
Spanyol mencuri perhatian dunia ketika perhelatan Euro 2008. Raul yang kala itu sebagai ikon La Roja selama sedekade dicoret dari skuad oleh pelatih Luis Aragones. Kendati menimbulkan pro dan kontra, nyatanya sang juru taktik benar-benar lebih paham soal kebutuhan tim. Hasilnya, Spanyol berhasil keluar sebagai juara Euro setelah mengalahkan Jerman 1-0.
Xavi dan Cesc Fabregas sebagai poros utama serangan permainan. Ketangguhan Marcos Senna sebagai gelandang jangkar. Sementara di lini depan, Raul digantikan oleh duet David Villa dan Fernando Torres. Ini disokong gelandang sayap lincah David Silva dan Andres Iniesta. Kiprah Spanyol yang ikonis dengan tiki taka ini mulai terlihat setelah sukses juara Euro 2008.
Menyambut Piala Dunia 2010, Spanyol menjadi kandidat setelah sihir mereka di Euro 2008. Kali ini, nakhoda dipercayakan kepada Vicente del Bosque setelah pensiunnya Luis Aragones. Namun, tidak banyak perubahan dari skuad inti juara Euro 2008. Kendati kehilangan Marcos Senna, Spanyol mendapatkan gantinya dalam diri Sergio Busquets. Namun, optimisme Spanyol tersebut runtuh saat secara mengejutkan kalah dari Swiss pada laga pertama Piala Dunia 2010.
Setelah itu, Spanyol bangkit dan menunjukkan permainan apiknya. Umpan satu-dua di tiap laga mampu menghadirkan kemenangan demi kemenangan hingga ke final. Pada partai puncak, Spanyol menekuk Belanda dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Andres Iniesta menit 113. Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia pertama dengan keberhasilan ikonis melalui tiki taka. Spanyol mengikuti jejak Jerman untuk bisa menang beruntun Euro dan Piala Dunia. Hebatnya lagi, dominasi Spanyol terus berlanjut hingga hattrick saat mampu menjuarai Euro 2012.
3. Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia 2022 setelah memenangkan Copa America 2021
Argentina memulai babak baru bersama Lionel Scaloni pada 2019. Turnamen pertamanya adalah Copa America yang berakhir di tempat ketiga. Namun, sang arsitek kembali membangunkan Argentina sebagai raksasa yang tertidur. Trofi pertamanya hadir di Copa America 2021. Bertumpu kepada Lionel Messi, Argentina mengakhiri puasa gelar 28 tahun.
Kesuksesan tersebut membawa Argentina menjadi unggulan teratas di Piala Dunia 2022. Dalam perjalannya, La Albiceleste sempat dikejutkan ketika kalah dari Arab Saudi pada partai pertama. Namun, Argentina sukses bangkit hingga memenangkan turnamen yang dihelat di Qatar tersebut. Pada waktu normal dan extra time, Argentina dan Prancis imbang 3-3. Argentina merengkuh trofi ketiga setelah susah payah menang 4-2 melalui adu penalti.
Argentina menjadi negara ketiga yang menjuarai dua turnamen internasional beruntun. Argentina mengikuti jejak Spanyol dengan hattrick juara ketika mampu mempertahankan trofi Copa America 2024. Sayangnya, Argentina gagal menjadi negara pertama yang juara empat kali beruntun. Ini menyusul kekalahan 0-1 Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
4. Spanyol kembali mengawinkan gelar juara Euro 2024 dengan Piala Dunia 2026
Spanyol mengulangi pencapaian bersejarah ketika mengawinkan gelar Euro dan Piala Dunia. Setelah kegagalan Piala Dunia 2022, Spanyol berbenah dengan mengganti Luis Enrique. Luis de la Fuente naik jabatan ke tim senior setelah beberapa tahun berada di tim muda Spanyol.
Mulanya, penunjukkan De La Fuente menimbulkan banyak keraguan karena minimnya pengalaman melatih di klub dan level senior. Namun, hal tersebut dipatahkan dengan keberhasilan menjuarai Euro 2024 dengan tanpa kekalahan. Berkat tangan dinginnya, Spanyol sukses buka puasa gelar 12 tahun. Pada partai final Spanyol mengalahkan Inggris 2-1.
Dengan performa tersebut, Spanyol menyongsong Piala Dunia 2026 dengan keyakinan tinggi. Spanyol sempat dikejutkan dengan ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde sebagai debutan. Namun, laju mereka tak terbendung setelahnya. Spanyol sempat di bawah radar untuk juara. Memasuki fase gugur, mereka mulai menarik atensi berkat kolektivitas tim. Performa tersebut sukses menghadirkan trofi setelah mengalahkan juara bertahan Argentina 1-0.
Spanyol perlahan menunjukkan kembali tajinya di pentas internasional. Setelah mengalami pasang surut performa, status juara Piala Dunia 2026 menjadi bukti ketangguhan La Roja. Ini dibarengi dengan label kampiun Euro 2024. Dengan keberhasilan ini, Spanyol berpotensi mengulangi pencapaian bersejarah hattrick juara. Menarik dinanti kiprah Spanyol di Euro 2028.

















