Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zaskia Putri Raih Perunggu Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026
Zaskia Putri raih perunggu di Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026. (Dok. FORKI)
  • Zaskia Putri Salurante meraih perunggu kata perorangan putri junior pada Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026 di Polandia, setelah mengalahkan Rocío Castro López dalam perebutan tempat ketiga.

  • Perjalanan Zaskia mencakup empat kemenangan pada eliminasi, sebelum kalah 0–5 dari Wakana Ito asal Jepang di semifinal; Indonesia mengirimkan 11 karateka dengan TC sekitar dua minggu.

  • PB FORKI menyebut perunggu Zaskia lahir dari pembinaan berkelanjutan dan pengalaman internasional, termasuk tiga emas WKF Youth League pada 2025–2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Zaskia meraih medali emas WKF Youth League Fujairah, Uni Emirat Arab, pada kategori Cadet Kata Female.

2026

Zaskia meraih emas WKF Youth League Fujairah dan WKF Youth League Manila pada kategori Junior Kata Female.

14 sampai 18 Oktober 2026

Zaskia mengikuti 14th WKF Cadet, Junior & U-21 World Championships 2026 di Bielsko-Biała, Polandia.

15 Oktober 2026

Zaskia memulai babak eliminasi dengan mengalahkan Aurelija Ivanova, Isabella Sanchez, Chiara Brandauer, dan Belen Guzman Vergara. Ia kemudian kalah dari Wakana Ito pada semifinal.

17 Oktober 2026

Zaskia memastikan medali perunggu nomor kata perorangan putri junior setelah mengalahkan Rocío Castro López dalam perebutan tempat ketiga.

18 Oktober 2026

Manajer Timnas Karate Indonesia Harmen Saputra menyatakan bangga atas medali perunggu Zaskia meski persiapan tim berlangsung sekitar dua minggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Zaskia Putri Salurante meraih medali perunggu nomor kata perorangan putri junior pada Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026 setelah memenangi laga perebutan tempat ketiga.
  • Who?
    Zaskia Putri Salurante menjadi peraih perunggu untuk Indonesia. Tim Indonesia mengirim 11 karateka, dipimpin manajer sekaligus Head of Delegation Harmen Saputra.
  • Where?
    Kejuaraan berlangsung di Bielsko-Biała, Polandia.
  • When?
    Kompetisi digelar 14–18 Oktober 2026. Zaskia memastikan medali perunggu pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
  • Why?
    Zaskia mencapai laga perebutan perunggu setelah kalah 0–5 dari Wakana Ito asal Jepang pada semifinal nomor kata perorangan putri junior.
  • How?
    Zaskia mengalahkan Aurelija Ivanova, Isabella Sanchez, Chiara Brandauer, dan Belen Guzman Vergara sebelum menundukkan Rocío Castro López dari Spanyol dalam perebutan perunggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Zaskia Putri Salurante dari Indonesia mendapat medali perunggu karate di Polandia. Ia menang melawan beberapa lawan, lalu kalah dari atlet Jepang. Setelah itu, Zaskia bangkit dan menang melawan atlet Spanyol untuk tempat ketiga. Tim Indonesia senang karena mereka latihan hanya sekitar dua minggu sebelum bertanding.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Medali perunggu Zaskia Putri Salurante menunjukkan nilai dari ketekunan dan pembinaan yang berkelanjutan. Setelah sempat belum berbuah medali di level kadet, pengalaman internasional serta tiga emas Youth League membentuk kesiapan yang membantunya bangkit menuju podium dunia, bahkan ketika tim hanya memiliki masa persiapan singkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante, meraih medali perunggu nomor kata perorangan putri junior dalam 14th WKF Cadet, Junior & U-21 World Championships 2026 (Kejuaraan Dunia Karate Junior) di Bielsko-Biała, Polandia,14 sampai 18 Oktober 2026.

Zaskia memastikan medali perunggu setelah memenangi pertandingan perebutan tempat ketiga pada Sabtu (17/10/2026). Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi karate Indonesia, terlebih persiapan tim nasional menuju kejuaraan ini terbilang singkat.

Perjalanan Zaskia menuju podium dimulai pada babak eliminasi, Kamis (15/10/2026). Ia membuka pertandingan dengan kata Kanku Sho dan mengalahkan Aurelija Ivanova dari Latvia dengan skor 5–0.

Zaskia kemudian menundukkan Isabella Sanchez dari Amerika Serikat dengan skor 5–0, Chiara Brandauer dari Portugal dengan skor 4–1, serta Belen Guzman Vergara dari Republik Dominika dengan skor 4–1.

Pada semifinal, Zaskia harus mengakui keunggulan Wakana Ito dari Jepang dengan skor 0–5. Namun, dia bangkit pada laga perebutan medali perunggu dan mengalahkan Rocío Castro López dari Spanyol.

1. Indonesia bersyukur raih medali dengan persiapan singkat

Zaskia Putri raih perunggu di Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026. (Dok. FORKI)

Indonesia mengirimkan 11 karateka dari kelompok usia kadet, junior, dan U-21 untuk berlaga di Polandia. Selain Zaskia, sejumlah atlet yang memperkuat tim Merah Putih adalah Muhammad Abimeyzhar Nugraha, Luvena Milano Setiyaka, Tiara Sandi Almahyra, Variel Alexandro Putra Irawan, Zahadiah Al Muhammadi, I Putu Gustin Mahesa, Farras Ijlal Khairy, Felicx Parlindungan Sinaga, Muhammad Ghathaf Aria Suwardi, dan Raisa Syahmina Qistina Rahadian.

Manajer Timnas Karate Indonesia sekaligus Head of Delegation, Harmen Saputra, mengaku bangga atas pencapaian para atlet, khususnya Zaskia yang berhasil membawa pulang medali perunggu.

“Kami tentu sangat bangga dengan hasil yang dicapai tim Indonesia, khususnya Zaskia Putri Salurante yang berhasil meraih medali perunggu dunia di kategori Junior Female Kata. Ini merupakan hasil yang sangat berarti bagi kontingen Indonesia,” ujar Harmen dalam keterangannya, dikutip Minggu (18/10/2026).

Dia mengatakan, para atlet hanya menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama kurang lebih dua minggu sebelum bertolak ke Polandia. Karena itu, keberhasilan meraih medali dunia menjadi hasil yang patut disyukuri.

“Dengan persiapan TC yang relatif singkat, sekitar dua minggu, kami tentu sangat bersyukur masih bisa membawa pulang medali dari kejuaraan dunia. Ini merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh tim yang telah berjuang maksimal,” ujar Harmen.

2. Prestasi Zaskia merupakan hasil pembinaan jangka panjang

Zaskia Putri raih perunggu di Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026. (Dok. FORKI)

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) Bidang Luar Negeri, Ricky Muchtar, menegaskan, keberhasilan Zaskia bukanlah prestasi yang diraih secara instan.

Karateka yang akrab disapa Keong itu telah melalui proses pembinaan panjang dan mendapatkan kesempatan tampil di berbagai kompetisi internasional yang diselenggarakan World Karate Federation (WKF).

Ricky mengatakan, Zaskia belum berhasil meraih medali saat pertama kali mengikuti kejuaraan dunia pada kelompok usia kadet. Namun, hasil tersebut tidak menghentikan upaya untuk terus mengembangkan kemampuannya melalui pengalaman bertanding di level internasional.

“Ketika pertama kali mengikuti kejuaraan dunia pada masa kadet, Keong belum berhasil meraih medali. Tetapi kami tidak menyerah. Kami terus mendorong Keong untuk mengikuti berbagai event WKF. Karena kami percaya, untuk menghasilkan atlet kelas dunia, mereka harus diberikan kesempatan dan pengalaman bertanding di level dunia secara konsisten,” ujar Ricky.

Kesempatan tersebut kemudian membuahkan hasil. Sebelum meraih perunggu Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026, Zaskia telah mengoleksi tiga medali emas dari rangkaian WKF Youth League, kompetisi internasional bagi karateka muda.

Tiga medali emas tersebut diraih dalam ajang berikut:

2025: WKF Youth League Fujairah, Uni Emirat Arab, kategori Cadet Kata Female.

2026: WKF Youth League Fujairah, Uni Emirat Arab, kategori Junior Kata Female.

2026: WKF Youth League Manila, Filipina, kategori Junior Kata Female.

3. Pengalaman internasional jadi modal pembinaan atlet muda

Zaskia Putri raih perunggu di Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026. (Dok. FORKI)

Ricky berharap pencapaian Zaskia dapat menjadi pelajaran bagi pengembangan karate Indonesia, terutama dalam mempersiapkan atlet usia muda untuk bersaing di level senior. Menurut dia, kesempatan mengikuti kompetisi internasional perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar upaya mengejar medali dalam satu kejuaraan.

“Kita tidak bisa mengharapkan seorang atlet langsung menjadi juara dunia hanya dengan satu atau dua kali mengikuti pertandingan internasional. Mereka membutuhkan proses, pengalaman, kesempatan untuk kalah, belajar, memperbaiki diri, dan kembali bertanding. Itulah bagian penting dari pembinaan,” tegas Ricky.

Dia juga berharap semakin banyak karateka muda Indonesia memperoleh kesempatan bertanding di luar negeri secara berkelanjutan agar kemampuan dan daya saing mereka terus meningkat.

Medali perunggu yang diraih Zaskia Kejuaraan Dunia Karate Junior 2026 di Polandia menjadi pencapaian penting bagi karate Indonesia. Prestasi ini menegaskan pentingnya pembinaan jangka panjang, pengalaman kompetisi internasional, serta dukungan berbagai pihak untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article