Kumpulkan Kadispora se-Indonesia, Menpora Dorong Transformasi

Kadispora dari seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi transformasi sektor kepemudaan dan olahraga.
Kemenpora mendorong pemuda naik kelas serta memandang olahraga sebagai investasi ekonomi, kesehatan, dan pembentukan karakter.
Pengelolaan fasilitas olahraga mangkrak diarahkan melalui kerja sama operasional yang transparan tanpa menghilangkan aset daerah.
Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) dari seluruh penjuru Tanah Air untuk pertama kalinya berkumpul di Jakarta. Menpora Erick Thohir, mengatakan, sengaja memanggil mereka untuk menyatukan visi transformasi fundamental di sektor kepemudaan dan olahraga.
Momen ini berlangsung dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan di Hotel Pullman. Menpora Erick menegaskan sektor pemuda dan olahraga tidak boleh lagi dipandang sebelah mata menjelang puncak bonus demografi Indonesia.
1. Kepemudaan harus naik kelas

Menpora Erick Thohir saat memberikan keterangan di kantor Kemenpora, Selasa (13/10/2026). (IDN Times/Tino). Erick menyoroti fakta total populasi Indonesia, terdapat 130 juta jiwa penduduk yang saat ini berusia di bawah 30 tahun. Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah daerah untuk menggeser persepsi lama yang menganggap Dispora hanya sibuk mengurus pertandingan olahraga semata.
Untuk membawa sektor kepemudaan naik kelas, Kemenpora sedang mengebut perbaikan Undang-Undang Kepemudaan agar tugas pokoknya lebih terintegrasi hingga ke daerah. Selain itu, penertiban organisasi kepemudaan (OKP) yang sering pecah kongsi juga akan dilakukan dengan membatasi usia maksimal 35 tahun.
2. Olahraga sebagai investasi ekonomi dan kesehatan

Sesmenpora Suyadi Pawiro (kiri) dan Menpora Erick Thohir (kanan). (IDN Times/Tino). Di sektor olahraga, Erick meminta seluruh jajaran Dispora untuk mengubah pola pikir kalau olahraga hanyalah beban pengeluaran APBD. Menurut Erick, olahraga harus mulai dipandang sebagai investasi strategis yang mampu menggerakkan roda ekonomi, menjaga kesehatan masyarakat, dan membentuk karakter bangsa.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu mencontohkan potensi industri olahraga global yang menyentuh Rp8.000 triliun. Sedangkan, Indonesia baru sanggup menyerap 0,5 persennya saja.
Ajang sport tourism seperti MotoGP Indonesia dan wisata selancar daerah terbukti mampu memberikan dampak ekonomi langsung hingga triliunan rupiah.
"Saya bisa, bapak dan ibu di daerah juga pasti harus bisa. Mari kita bangun perspektif baru bahwa sektor Pemuda dan Olahraga adalah prioritas. Antara pemerintah pusat dan daerah kita harus saling mendukung untuk menciptakan perubahan besar bagi bangsa ini," kata Erick dalam keterangan resmi Kemenpora, dikutip Minggu (18/10/2026).
3. Selamatkan aset olahraga dari mangkrak

Menpora Erick Thohir. (IDN Times/Tino). Masalah klasik berupa fasilitas olahraga bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) atau daerah yang mangkrak dan menyedot biaya perawatan besar juga menjadi perhatian serius. Untuk mengatasinya, Kemenpora bersama Kemendagri dan Kementerian UMKM telah menerbitkan payung hukum berupa SKB 3 Menteri.
"Pemerintah daerah didorong melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak swasta atau klub olahraga secara transparan tanpa menghilangkan aset daerah," ujar Erick.





















