Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indikator Kesuksesan Andoni Iraola di Liverpool, Apa Saja?

Indikator Kesuksesan Andoni Iraola di Liverpool, Apa Saja?
Pelatih Liverpool, Andoni Iraola (AFP / Darren Staples)
  • Andoni Iraola memulai era baru bersama Liverpool pada musim 2026/27 setelah sebelumnya menangani Bournemouth.
  • Robbie Fowler menilai manajer baru membutuhkan ruang dan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan serta skuad.
  • Menurut Fowler, reputasi Iraola tetap akan dinilai dari hasil akhir di papan skor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah Andoni Iraola perlu waktu adaptasi di Liverpool?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Musim 2026/27 menjadi era baru Liverpool bersama Andoni Iraola. Eks manajer Bournemouth itu datang dengan rekam jejak mentereng, namun tantangan besar membesut klub raksasa tentu berbeda level dan tekanannya.

Legenda hidup Liverpool, Robbie Fowler, turut memberikan pandangannya terkait tekanan dan ekspektasi yang akan membebani pundak Iraola. Menurut Fowler, sehebat apa pun reputasi seorang juru taktik, nasibnya di klub besar tetap akan dinilai dari hasil akhir.

  1. 1. Semua manajer butuh waktu untuk adaptasi

    Fowler menyadari membangun sebuah tim tidak semudah membalikkan telapak tangan. Manajer sehebat apa pun pasti membutuhkan ruang dan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan serta skuad barunya.

    "Setiap manajer yang masuk ke klub mana pun, terlepas dari siapa Anda, mungkin akan membutuhkan sedikit waktu juga," ujar Fowler kepada Sam C, dikutip dari Tribuna.

  2. 2. Sepak bola modern tak kenal belas kasihan

    Meski memaklumi butuhnya waktu adaptasi, Fowler juga menyoroti realitas kejam industri sepak bola modern saat ini. Para penggemar, manajemen klub, hingga pengamat sepak bola kini cenderung tidak sabar dan selalu menuntut hasil instan sejak laga perdana.

    "Saya pikir orang-orang yang menonton sepak bola sekarang sangat cepat menuntut hasil yang dibutuhkan untuk mempertahankan pemain dan manajer di posisi mereka. Kita tahu betapa bagusnya dia dan briliannya tahun lalu (di Bournemouth), tapi semuanya akan dinilai dari hasil," kata mantan striker Liverpool itu.

  3. 3. Berharap diberi waktu, dinanti laga berat di awal

    Secara pribadi, Fowler mengaku bukan tipe orang yang gemar melihat seorang pelatih langsung dipecat hanya karena rentetan hasil buruk di awal musim. Dia berharap manajemen dan suporter Liverpool bersedia memberikan kesempatan bagi Iraola.

    Kisah manis Juergen Klopp di Liverpool bisa dijadikan contoh. Setelah membangun fondasi kokoh, Klopp sukses menghadirkan kejayaan buat publik Anfield. Skuad peninggalannya juga berhasil membantu Arne Slot menjuarai Premier League pada musim debutnya, 2024/25 lalu.

    "Saya pikir Anda butuh kesempatan untuk menunjukkan apa yang Anda bisa lakukan, tapi mari kita berharap dia adalah orang yang tepat untuk membawa Liverpool maju," ucap Fowler.

    Kini, era baru Liverpool akan ditandai dengan menghadapi Newcastle United pada laga perdana Premier League musim 2026/27, pada 23 Agustus mendatang. Menarik untuk dinantikan, mampukah Iraola menunjukkan magisnya untuk merebut hati Kopites?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More