Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Tim asal California yang Pernah Diperkuat Russell Westbrook di NBA
Russell Westbrook #18 saat membela Sacramento Kings dalam pertandingan melawan New Orleans Pelicans di Golden 1 Center 5 Maret 2026 di Sacramento, California. (AFP/Getty Images/ Ezra Shaw)
  • Russell Westbrook mengumumkan pensiun pada 12 Agustus 2026 setelah sekitar 18 musim NBA, dengan rekor 209 tripel-dobel, MVP 2017, sembilan All-Star, dan masuk NBA 75th Anniversary Team.
  • Bersama Lakers pada 2021–2023, Westbrook membentuk rencana big three dengan LeBron James dan Anthony Davis, tetapi tim gagal mencapai playoff sebelum ia ditukar ke Clippers.
  • Westbrook membawa Clippers ke playoff dalam dua musim sebelum bergabung dengan Kings pada 2025/2026 sebagai pelabuhan terakhir; Kings finis ke-14 Barat dan tidak lolos playoff.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Russell Westbrook telah mengumumkan untuk pensiun dari dunia basket profesional pada 12 Agustus 2026 waktu Amerika Serikat. Keputusan ini sekaligus menandai akhir perjalanan kurang lebih selama 18 musim di NBA. Point guard eksplosif yang kini berusia 37 tahun ini mempunyai pencapaian individu impresif seperti mengukir rekor tripel-dobel terbanyak sepanjang sejarah NBA dengan 209 kali, gelar most valuable player (MVP) 2017, dan berpartisipasi di NBA All-Star 9 kali. Selain itu, dia terpilih dalam NBA 75th Anniversary Team.

Selama 18 musim, Westbrook sendiri tercatat pernah memperkuat sebanyak tujuh tim di NBA. Tiga di antaranya adalah Los Angeles Lakers, Los Angeles Clippers, serta Sacramento Kings. Lantas, seperti apa performa pebasket berjuluk The Brodie ini bersama tiga tim asal California tersebut? Simak pembahasan di bawah ini!

1. Russell Westbrook sempat membentuk big three bersama LeBron James dan Anthony Davis di Los Angeles Lakers

Russell Westbrook tercatat pernah berkarier bersama Los Angeles Lakers setelah ditukar dari Washington Wizards pada Juli 2021. Kehadirannya saat itu membawa harapan besar karena mempunyai pengalaman dalam menempati posisi point guard. Dia diproyeksikan untuk membentuk big three bersama LeBron James dan Anthony Davis. Ini menjadi bukti keseriusan Lakers untuk bersaing meraih cincin juara.

Frank Vogel yang saat itu melatih Los Angeles Lakers sering memasang Westbrook sebagai point guard pada NBA 2021/2022. Kehadirannya berguna untuk mengatur serangan karena mempunyai visi bermain. Selain itu, dia juga memperlancar dalam transisi dari bertahan ke menyerang lantaran menggabungkan kecepatan dan kekuatan fisik. Pemain bertinggi 193 cm ini menciptakan rata-rata 18,5 poin, 7,1 assist, 7,4 rebound, 1 steal, dan 0,3 block dari 78 pertandingan reguler. Sayangnya, ia gagal membawa Lakers lolos babak playoff sebab hanya menduduki posisi kesebelas Western Conference.

Pada NBA 2022/2023, di bawah kepelatihan Darvin Ham, Westbrook harus dirotasi sebagai point guard pelapis dalam sistem permainan Los Angeles Lakers. Ia saat itu kalah bersaing dengan Dennis Schroeder. Dirinya menciptakan rata-rata 15,9 poin, 7,5 assist, 6,2 rebound, 1 steal, dan 0,4 block dari 52 pertandingan reguler. Pada Februari 2023, Lakers menukarnya kepada Los Angeles Clippers.

2. Russell Westbrook memperkuat Los Angeles Clippers kurang lebih selama 1,5 musim

Melanjutkan NBA 2022/2023, Russell Westbrook selalu mendapat kesempatan menjalankan posisi point guard utama Los Angeles Clippers. Dirinya saat itu menjadi rekan satu tim dari Kawhi Leonard, Paul George dan Ivica Zubac. Berkat pengalaman yang dimiliki, dia selalu diturunkan oleh Tyronn Lue sebagai point guard utama dengan menciptakan rata-rata 15,8 poin, 7,6 assist, 4,9 rebound, 1,1 steal, dan 0,5 block dari 21 pertandingan reguler. Pemain asal Long Beach ini ikut mengantar Clippers lolos playoff lantaran menempati peringkat kelima Western Conference. Tetapi, mereka menelan kekalahan dari Phoenix Suns dengan agregat 4-1 pada putaran pertama.

Berbeda dari sebelumnya, Westbrook sendiri ditugaskan sebagai point guard pelapis Los Angeles Clippers 2023/2024. Dia ketika itu kalah bersaing dengan James Harden. Pemain berjuluk The Brodie membuat rata-rata 11,1 poin, 5 rebound, 4,5 assist, 1,1 steal, 0,3 block dari total 68 pertandingan reguler. Dirinya ikut membawa Clippers bercokol di posisi keempat sehingga otomatis mengamankan tiket playoff. Namun, tim besutan Lue ini kalah dengan Dallas Mavericks dengan agregat 4-2 pada putaran pertama

3. Sacramento Kings menjadi pelabuhan terakhir Russell Westbrook di NBA

Selepas dari Los Angeles Clippers, Russell Westbrook sempat membangun karier bersama Denver Nuggets. Hanya bertahan semusim, pemain veteran ini kemudian memilih pulang ke California dan kali ini membela Sacramento Kings pada Oktober 2025. Ini menjadi pelabuhan terakhirnya di NBA.

Selain berperan sebagai point guard, Westbrook sendiri ternyata sempat dirotasi oleh Doug Christie ke posisi small forward. Ini membuatnya kerap mewarnai starter Sacramento Kings pada NBA 2025/2026. Sayangnya, dirinya tidak bisa mengantar Kings melaju ke babak playoff karena terjerembap di peringkat ke-14 Western Conference. Dia mengukir rata-rata 15,2 poin, 6,7 assist, 5,4 rebound, 1,3 steal, dan 0,2 block dari total 64 pertandingan musim reguler.

Russell Westbrook tercatat pernah memperkuat ketiga tim asal California tersebut. Meski tidak pernah memperoleh cincin juara, pemain yang kini berusia 37 tahun ini mempunyai pencapaian individu luar biasa sepanjang 18 musim berkarier di NBA. Dirinya sangat layak disebut sebagai legenda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article