Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pemain yang Tampil Menonjol di Final Piala Dunia 2026
Para pemain Spanyol merayakan gol Ferran Torres ke gawang Argentina di final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)
  • Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres di perpanjangan waktu, setelah Enzo Fernandez mendapat kartu merah.
  • Ferran Torres, Nico Williams, dan Rodri tampil gemilang bagi Spanyol dengan kontribusi penting di lini serang, kreativitas sayap, serta dominasi lini tengah.
  • Dari kubu Argentina, Alexis Mac Allister menunjukkan daya juang luar biasa sementara Lamine Yamal dari Spanyol sukses membuat pertahanan lawan kewalahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Spanyol sukses menjadi juara Piala Dunia 2026. Gelar itu didapat La Furia Roja setelah membekuk juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 di final, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Kemenangan Spanyol lahir berkat gol telat Ferran Torres saat duel berlanjut ke perpanjangan waktu, menit 106. Argentina sudah mati kutu sejak Enzo Fernandez diganjar kartu merah jelang waktu normal tuntas.

Sederet pemain bintang tampil habis-habisan membela panji negaranya masing-masing. Berdasarkan data statistik dan Power Rankings resmi FIFA, terdapat sejumlah nama yang sukses mencuri panggung di laga pamungkas tersebut.

1. Ferran Torres, sang pahlawan pencetak gol

Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Jewel Samad)

Tak ada keraguan untuk menempatkan Ferran Torres di urutan teratas pemain paling menonjol dalam laga ini. Sejak masuk menit 61, ehadirannya sukses menjadi pembeda, sekaligus menjadi pahlawan kemenangan.

Performanya di lini depan eksplosif, terbukti dari posisinya yang merajai sektor penyerangan Power Rangkings, dengan skor 855. Insting tajamnya sukses membobol gawang Emiliano Martinez yang tampil begitu heroik sepanjang laga.

2. Nico Williams, kreator serangan yang tak lelah berlari

Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)

Sektor sayap Spanyol tampil hidup berkat kehadiran Nico Williams yang menjadi motor utama penyerangan tim, sejak diturunkan menit 74. Bintang Athletic Bilbao itu menjadi yang terbaik di kategori kreativitas dengan nilai 7,93.

Williams menyumbang satu assist krusial, dan pergerakannya yang cair kerap merusak konsentrasi para pemain bertahan La Albiceleste. Akselerasi dan manuvernya di pinggir lapangan menjadi senjata andalan Spanyol untuk membuat peluang.

3. Rodri, tembok kokoh penguasa lini tengah

Kapten Spanyol, Rodri, jadi pemain terbaik Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)

Kemenangan Spanyol juga tak lepas dari peran vital sang kapten, Rodri. Ia menjadi jenderal lapangan tengah dengan nilai bertahan tertinggi (8.21) di laga ini.

Dominasi Rodri di lini tengah tampak absolut. Bintang Manchester City itu mencatatkan 32 kali Completed Line Breaks dan sukses mengalirkan bola dengan catatan 89 umpan.

4. Alexis Mac Allister, petarung dengan stamina kuda

Para pemain Argentina merayakan gol Alexis Mac Allister ke gawang Swiss (AFP / Thomas Coex)

Dari kubu Argentina, meski harus menelan kekalahan, performa Alexis Mac Allister patut diapresiasi. Gelandang andalan Liverpool ini tampil bak petarung yang tak kenal lelah, dengan total jarak tempuh tertinggi di laga tersebut, mencapai 14,99 km.

Mac Allister juga rajin dalam urusan menekan lawan, terbukti dari catatannya melakukan 59 kali sprints dan 16 kali sukses merebut bola. Sayang, daya juangnya belum membuahkan hasil manis buat La Albiceleste.

5. Lamine Yamal, bikin bek Argentina pusing

Bintang Spanyol, Lamine Yamal, di final Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)

Pemain terakhir yang tak luput dari sorotan adalah si bocah ajaib Spanyol, Lamine Yamal. Ia menjadi pemain yang benar-benar membuat pertahanan tim asuhan Lionel Scaloni kalang kabut.

Yamal meupakan pemain dengan tembakan terbanyak, empat kali. Kecerdasan posisionalnya juga terlihat dari kemampuannya menerima bola di antara lini pertahanan dan gelandang lawan sebanyak 31 kali. Pergerakan cerdiknya itu membuat bek-bek Argentina harus bekerja ekstra keras untuk mengawalnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article