Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ferran Torres Bungkam Kritik, Bawa Spanyol Segel Gelar Piala Dunia

Ferran Torres Bungkam Kritik, Bawa Spanyol Segel Gelar Piala Dunia
Para pemain Spanyol merayakan gol Ferran Torres ke gawang Argentina di final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)
Intinya Sih

  • Ferran Torres menjadi pahlawan Spanyol setelah mencetak gol tunggal di menit ke-106 yang memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina dan membawa La Furia Roja juara Piala Dunia 2026.
  • Meski sempat kehilangan tempat di starting eleven dan menerima banyak kritik, Torres membuktikan keteguhannya dengan tampil menentukan di laga final yang penuh tekanan.
  • Dalam pernyataannya, Torres menegaskan bahwa keberhasilan tim lebih penting dari gol pribadinya serta menganggap momen ini sebagai hasil dari kerja keras dan keyakinan pada takdir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ferran Torres resmi menuliskan namanya dalam buku sejarah sepak bola Spanyol. Pemain sayap ini muncul sebagai pahlawan tunggal yang memastikan La Furia Roja merengkuh trofi Piala Dunia 2026.

Lewat drama perpanjangan waktu yang menegangkan, gol semata wayang Torres pada menit ke-106 sukses meruntuhkan benteng pertahanan Argentina dalam duel yang digelar pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, membawa Spanyol merayakan gelar juara dunia kedua mereka sepanjang sejarah.

Keberhasilan ini terasa magis. Sepanjang turnamen, Torres bukanlah pilihan utama dan kerap menjadi sasaran empuk kritik publik. Namun, satu momen di partai puncak mengubah segalanya, mensejajarkan namanya dengan sang legenda, Andres Iniesta.

1. Sempat kehilangan tempat di starting eleven

Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)
Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Odd Andersen)

Perjalanan Torres di turnamen ini tidak berjalan mulus. Ia sempat dipercaya tampil sebagai starter saat Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde pada laga perdana. Sayang, performanya dinilai kurang menggigit.

Dampaknya instan. Pelatih Luis de la Fuente memutuskan memarkir Torres di bangku cadangan saat mereka menang telak 4-0 atas Arab Saudi.

Nasib apes sempat kembali menghampiri saat ia masuk sebagai pemain pengganti di laga tersebut. Gol yang dicetaknya dianulir oleh wasit karena offside. Kamera pertandingan bahkan sempat menangkap jelas raut frustrasi yang mendalam di wajahnya.

2. Gol penentu Ferran Torres yang membungkam kritik

Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Jewel Samad)
Spanyol juara Piala Dunia 2026 (AFP / Jewel Samad)

Kesabaran dan keteguhan hati Torres akhirnya dibayar kontan di laga paling krusial. Masuk sebagai pembeda, ia memecah kebuntuan pada menit ke-106 untuk membawa Spanyol mengangkat trofi emas yang paling diidamkan.

Menariknya, Torres menolak jemawa. Baginya, urusan mencetak gol berada di nomor sekian dibandingkan keberhasilan tim.

"Gol adalah hal yang paling tidak penting. Yang saya inginkan sekarang hanyalah memeluk trofi Piala Dunia itu seerat mungkin. Ini adalah mimpi 47 juta rakyat Spanyol. Kami pantas mendapatkannya karena kami telah memberikan segalanya,” ujar Torres, seperti dilansir dari laman resmi FIFA.

3. Percaya takdir berpihak pada yang berjuang

Para pemain Spanyol merayakan kemenangan atas Argentina di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de lo Moreira)
Para pemain Spanyol merayakan kemenangan atas Argentina di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de lo Moreira)

Masa-masa sulit selama turnamen diakui Ferran Torres sebagai ujian mental yang berat. Runtunan kritik tajam yang dialamatkan kepadanya justru ia ubah menjadi bahan bakar motivasi di lapangan.

Baginya, momen emas di final adalah buah dari kerja keras yang tidak mengkhianati hasil.

"Pada akhirnya, ini menjadi kelegaan yang luar biasa. Saya menerima banyak kritik sepanjang Piala Dunia, tetapi saya selalu percaya bahwa takdir sudah ditentukan. Tuhan selalu memberi saya kekuatan untuk terus melangkah. Seperti yang selalu saya katakan, Tuhan memberikan sesuatu kepada mereka yang paling pantas mendapatkannya,” beber Ferran Torres.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More