Ruud van Nistelrooy merupakan salah satu penyerang paling mematikan yang pernah memakai nomor punggung 17 di Real Madrid. Bomber asal Belanda ini bergabung dari Manchester United pada musim panas 2006 dan langsung memilih nomor 17 sebagai identitasnya. Ketajamannya di area kotak penalti lawan membuat van Nistelrooy langsung diandalkan menjadi mesin gol utama tim.
Van Nistelrooy tampil luar biasa pada musim perdananya dengan menyabet gelar Pichichi alias pencetak gol terbanyak LaLiga usai mengemas 25 gol. Ketajamannya di lini depan sukses membawa Real Madrid menjuarai LaLiga dua musim berturut-turut, yakni pada musim 2006/2007 dan 2007/2008. Meski meraih 2 gelar LaLiga dan 1 gelar Pichichi, perjalanan kariernya sempat terhambat oleh masalah cedera lutut yang parah. Setelah posisinya tergeser oleh penyerang baru, ia akhirnya dijual kepada klub Jerman, Hamburger SV, pada Januari 2010.
Nomor punggung 17 di Real Madrid terbukti pernah dipakai oleh para pemain dengan kontribusi yang sangat beragam, mulai dari mesin gol mematikan hingga barisan bek yang solid. Kini, nomor punggung 17 resmi menjadi milik Cucurella. Menarik untuk dinantikan bagaimana kiprah Cucurella dalam melanjutkan tradisi para pendahulunya di Santiago Bernabeu.