Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gol Alexis Sanchez di Liga Top Eropa sebelum Diboyong Montreal

Gol Alexis Sanchez di Liga Top Eropa sebelum Diboyong Montreal
English Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)
  • Alexis Sanchez meninggalkan liga top Eropa pada musim panas 2026 untuk bergabung dengan Montreal, setelah berkarier sejak 2008/2009 hingga 2025/2026 dan mencetak lebih dari 150 gol.
  • Di Italia dan Spanyol, Sanchez mengoleksi 38 gol Serie A bersama Udinese serta Inter, juga 42 gol LaLiga bersama Barcelona dan Sevilla; ia meraih gelar di kedua kompetisi.
  • Sanchez mencetak 63 gol di Premier League bersama Arsenal dan Manchester United, serta membuat 14 gol dalam semusim bersama Marseille di Ligue 1.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Alexis Sanchez meninggalkan liga top Eropa pada musim panas 2026. Penyerang asal Chile tersebut memutuskan untuk melanjutkan karier di Kanada dengan menerima tawaran Montreal. Dengan usia 37 tahun, kepindahan ini berpotensi menjadi titik akhir dari sepak terjangnya di liga-liga terbaik Benua Biru. Sejak 2008/2009 hingga 2025/2026, ia telah malang melintang di liga top Eropa dengan total lebih dari 150 gol.

  1. 1. Alexis Sanchez menjebloskan 38 gol di Serie A

    Alexis Sanchez untuk pertama kali menunjukkan aksinya di liga top Eropa pada 2008/2009, saat menjadi bagian dari Udinese. Ia bertahan di klub tersebut hingga penghujung musim 2010/2011 dengan kontribusi 20 gol serta 15 assist di Serie A Italia. Musim 2010/2011 menjadi periode terbaiknya dengan kontribusi 12 gol serta 12 assist yang membawa Udinese finis di peringkat keempat klasemen akhir.

    Setelah bertualang ke Inggris dan Spanyol, Sanchez kembali ke kasta teratas Italia sebagai pemain Inter Milan pada musim panas 2019. Berbekal pengalaman bermain di liga top Eropa lainnya, ia menjadi salah satu sosok pemain senior di skuad Nerazzurri hingga 2024 dengan torehan 18 gol dan 20 assist. Selama periode kedua di kasta teratas Italia, ia berhasil memenangi dua trofi juara, yaitu pada 2020/2021 dan 2023/2024.

  2. 2. Menjebloskan 42 gol di LaLiga

    Alexis Sanchez menunjukkan ketajamannya di LaLiga Spanyol ketika berseragam Barcelona pada 2011–2014. Selama 3 musim tersebut, ia menjebloskan 38 gol dan 27 assist. Kontribusinya berbuah gelar juara pada 2012/2013. 

    Aksi Sanchez di kasta teratas Spanyol kembali terlihat pada 2025/2026, yang sekaligus menjadi musim terakhirnya di liga top Eropa sebelum hengkang ke Montreal. Selama semusim itu, ia mengemas 4 gol dan 2 assist untuk Sevilla di LaLiga. Andilnya hanya cukup membawa tim finis di peringkat 13.

  3. 3. Menciptakan 63 gol di Premier League

    Penampilan impresif bersama Barcelona membuat Alexis Sanchez direkrut Arsenal dan berkesempatan tampil di English Premier League mulai 2014/2015. Ia tampil produktif bersama The Gunners dengan mengemas 60 gol serta 25 assist hingga hengkang ke Manchester United pada pertengahan musim 2017/2018. Sayangnya, tak ada trofi Premier League yang mampu ia persembahkan untuk Arsenal.

    Perjalanan Alexis Sanchez di Premier League berlanjut sebagai penggawa Manchester United. Namun, ia tak mampu tampil sebaik di Arsenal dengan hanya mengemas 3 gol dan 6 assist hingga musim panas 2019. Bersama Sanchez, Setan Merah finis di peringkat kedua pada 2017/2018 dan turun ke posisi keenam pada 2018/2019.

  4. 4. Mencetak 14 gol hanya dalam semusim di Ligue 1

    Selain tiga liga di atas, Alexis Sanchez juga sempat mencicipi ketatnya persaingan di Ligue 1 Prancis. Ia dipinjam Olympique Marseille selama semusim pada 2022/2023. Kebersamaan singkat tersebut diakhiri dengan torehan 14 gol serta 3 assist dari total 35 kali kesempatan bermain. 

    Berkat kontribusi Sanchez, Marseille finis di peringkat ketiga. Salah satu aksi terbaiknya terjadi ketika bermain selama 90 menit dalam duel kontra Stade Reims pada pekan 28. Ia memborong dua gol yang berbuah kemenangan 2-1 bagi Marseille sebagai tim tamu.

    Secara keseluruhan, Alexis Sanchez mengakhiri perjalanannya di liga top Eropa dengan catatan yang cukup impresif. Ia berhasil membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol di empat kompetisi elite, mulai dari Serie A, LaLiga, Premier League, hingga Ligue 1. Kini, petualangan baru bersama Montreal akan menjadi tantangan menarik dalam kelanjutan karier panjang pemain asal Chile tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More