Comscore Tracker

Spurs Terdampar di Papan Bawah, Manajemen Pilih Pecat Pochettino

Jose Mourinho digadang-gadang jadi pengganti

Kabar mengejutkan datang dari Tottenham Hotspur. Pada Selasa (19/11) malam atau Rabu (20/11) dini hari waktu Indonesia, kubu London Putih mengumumkan telah memecat manajer mereka selama lima musim terakhir yakni Mauricio Pochettino. Tak hanya Pochettino, tiga asisten pelatihnya yakni Jesus Perez, Miguel D'Agistino serta Antoni Jimenez turut dibebas tugaskan.

"Kami sangat enggan untuk melakukan perubahan ini, bukan pula keputusan yang diambil oleh pihak pengurus dengan mudahnya, juga tidak dengan tergesa-gesa," ujar sang pemilik klub, Daniel Levy, melalui pernyataan di situs resmi klub.

Hasil di Premier League musim lalu yang tak sesuai target ditambah start buruk The Lilywhites di musim 2019/2020 jadi alasan utama pemecatan. Padahal, Pochettino baru meneken pembaharuan kontrak lima tahun pada Mei 2018 silam.

1. Permulaan musim buruk jadi salah satu alasan utama pemecatan

Spurs Terdampar di Papan Bawah, Manajemen Pilih Pecat PochettinoPremierLeague.com

Raihan Spurs musim lalu sebenarnya cukup mentereng. Mulai dari finis di peringkat empat klasemen akhir Premier League dan semifinalis Piala Liga Inggris. Yang paling sensasional? Tentu saja keberhasilannya membawa Spurs ke partai puncak Liga Champions untuk pertama kali dalam sejarah klub sejak berdiri pada tahun 1882.

Namun, musim 2019/2020 dimulai dengan penuh rintangan. Kendati tampil sebagai runner-up Grup B Liga Champions, mereka saat ini terdampar di peringkat ke-14 klasemen sementara EPL.

Dari 12 laga yang sudah di jalan, baru terkumpul 14 poin. Rinciannya, yakni tiga kemenangan, lima imbang dan empat kekalahan. Spurs bahkan alami paceklik dengan tidak sekalipun memetik poin penuh dalam lima pekan terakhir. Jarak dengan zona degradasi pun hanya enam poin.

2. Selama lima tahun bekerja, The Lilywhites kembali dibawa ke peta persaingan titel juara Liga Inggris

Spurs Terdampar di Papan Bawah, Manajemen Pilih Pecat PochettinoMauricio Pochettino, eks pelatih Tottenham Hotspur yang baru saja dipecat. UEFA.com

Daniel Levy, mengaku bahwa keputusan sulit ini mau tak mau harus diambilnya demi kepentingan klub. Namun ia enggan menepikan pencapaian nahkoda asal Argentina tersebut selama menukangi Tottenham Hotspur.

"Mauricio dan stafnya akan selalu menjadi bagian dari sejarah kami. Saya sangat mengagumi caranya menghadapi masa-masa sulit jauh ketika dari rumah, ketika kami membangun stadion baru demi kehangatan yang dibawanya kepada kami."

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah mereka sumbangkan selama ini. Mereka akan selalu diterima di sini," lanjut Levy.

Baca Juga: Kembali ke Premier League, Jose Mourinho Siap Gantikan Pochettino

3. Pochettino membangun fondasi klub lewat skema dan pemain-pemain yang diorbitkan selama beberapa musim terakhir

Spurs Terdampar di Papan Bawah, Manajemen Pilih Pecat PochettinoTwitter.com/SpursOfficial

Lima musim menjadi kepala dapur taktik, Spurs dibawanya kembali mencuat dalam peta persaingan peraih titel Liga Inggris. Pria 47 tahun itu turut mengorbitkan sejumlah pemain seperti Harry Kane, Christian Eriksen, Dele Alli, Son Heung-min, Toby Alderweireld dan masih banyak lagi.

Skuad yang telah dibangun Pochettino bakal menjadi modal berharga bagi manajer selanjutnya. Namun tugas berat tentu saja sudah menunggu, yakni mengerek Spurs keluar dari papan bawah.

"Kami memiliki barisan pemain berbakat. Kami perlu mengisi energi dan berupaya memberikan musim yang positif bagi para suporter kami," pungkas Levy dalam pernyataan tertulisnya.

4. Reaksi terkejut ditunjukkan oleh para suporter di dunia maya

Spurs Terdampar di Papan Bawah, Manajemen Pilih Pecat PochettinoTwitter.com/SpursOfficial

Dele Alli langsung merespons kabar pemecatan tersebut. Melalui akun Twitter-nya, sang gelandang serang menulis : "Saya tak punya cukup terima kasih kepada pria ini. Dia mengajari saya banyak hal dan saya sangat berterima kasih atas semua yang telah dialami selama ini. Semoga beruntung dan saya harap bisa bertemu lagi."

Akun Instagram Spurs sendiri langsung diserbu oleh komentar bernada terkejut para suporter. Mayoritas sepakat bahwa pemecatan eks pemain Espanyol tersebut adalah sebuah kesalahan fatal.

"Harusnya mereka mengucapkan terima kasih dengan cara memberi lebih banyak uang untuk membeli pemain baru!", tulis akun @mark_jol_jolley di kolom komentar unggahan terbaru @spursofficial.

5. Jose Mourinho digadang-gadang menjadi pengisi pos manajer yang kosong

Spurs Terdampar di Papan Bawah, Manajemen Pilih Pecat PochettinoPelatih flamboyan asal Portugal, Jose Mourinho. UEFA.com

Sementara itu, salah satu mantan pemain Spurs era 1990-an yakni Gary Lineker menyebut takkan mudah mencari pengganti Pochettino. "Dia banyak membantu klub dengan melakukan banyak perubahan. Semoga mereka berhasil menemukan pengganti yang lebih baik... yang takkan terjadi."

BBC melaporkan bahwa Jose Mourinho menjadi kandidat kuat juru taktik baru untuk Hugo Lloris beserta kolega. Sejak dipecat oleh Manchester United pada Desember 2018, The Special One belum menerima pinangan klub mana pun dan mengisi waktu dengan menjadi pandit.

Baca Juga: Dilirik Manchester United, Pochettino Ingin 20 Tahun di Tottenham

Achmad Hidayat Alsair Photo Community Writer Achmad Hidayat Alsair

Separuh penulis, separuh mahasiswa tua, separuh orang-orangan sawah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Merry Wulan

Just For You