Comscore Tracker

Piala Asia U-23 2020: Australia Vs Korea Selatan, Bukan Final Kepagian

Olyroos rupanya hanya fokus ke turnamen alih-alih Olimpiade

Korea Selatan di Piala Asia U-23 2020 Thailand ibarat lokomotif yang tak pernah melaju pelan. Bukan main, empat kemenangan berhasil mereka raih dari babak grup hingga perempat final. Namun, Australia sudah bersiap menghadang perjalanan Korsel saat mereka bertemu di Thammasat Stadium pada Rabu (22/1) malam.

Di sisi lain, menganggap partai ini sebagai final kepagian justru keliru. Australia baru mencapai empat besar pada edisi 2020. Berangkat dari fakta tersebut, sang pelatih yakni Graham Arnold menganggap tim asuhannya sebagai kuda hitam perusak dominasi.

1. Bermain 120 menit di laga terakhir, Graham Arnold selaku pelatih kepala Australia rupanya tidak khawatir dengan kebugaran anak asuhnya

Piala Asia U-23 2020: Australia Vs Korea Selatan, Bukan Final Kepagianthe-afc.com

Dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan, Arnold menyebut bahwa yang menjadi fokusnya hanya Piala Asia U-23 saja alih-alih Olimpiade. Selain itu, ia juga tak khawatir dengan kondisi Thomas Deng beserta kolega meski harus bermain 120 menit alias lakoni perpanjangan waktu ketika menekuk Suriah 1-0 di perempat final.

"Secara mental, kami membuktikan tim ini bisa bermain selama 120 menit tetap dengan semangat menggebu dan kondisi proma. Entah selama 90 atau 120 menit, kami tetap menjalaninya dengan baik dan tidak ada tim yang sanggup melakukannya. Saya rasa ini adalah sebuah keuntungan," ujarnya seperti dikutip dari the-afc.com.

2. Olyroos akan melakukan tujuh hingga delapan pergantian di tim utama

Piala Asia U-23 2020: Australia Vs Korea Selatan, Bukan Final Kepagianthe-afc.com

Skuad Olyroos sendiri disebutnya telah mengalami banyak kemajuan sejak turnamen dimulai, seperti tampil lebih pede. Namun di sisi lain, mantan pelatih Timnas Australia senior itu turut menggarisbawahi bahwa cara melawan taktik rotasi Korea Selatan yakni juga dengan mengubah komposisi starting eleven.

"Kami tahu Korea Selatan punya kedalaman tim yang luar biasa. Mereka telah menang di sepanjang empat pertandingan dengan pemain yang sering bongkar pasang, tetapi gaya bermainnya tetap sama. Kami pun akan memasukkan tujuh atau delapan pemain di tim utama," tutup Arnold.

Baca Juga: Piala Asia U-23 2020: Arab Saudi vs Uzbekistan, Awas Serigala Putih!

3. Bukan rotasi yang menjadi senjata utama Korea Selatan, tetapi mental bertanding yang tangguh

Piala Asia U-23 2020: Australia Vs Korea Selatan, Bukan Final Kepagianthe-afc.com

Sementara itu, Korea Selatan coba tetap membumi. Menjadi tim yang belum pernah kalah memang membuat mereka layak dilabeli tim favorit. Akan tetapi, sang juru taktik yakni Kim Hak-bum menyebut modal utama seluruh anak asuhnya adalah mental bertanding, bukan rotasi.

"Kami selalu bermain dengan anggap seolah-olah itulah pertandingan terakhir kami di ajang ini. Saya pun menaruh keyakinan kuat atas pemain bahwa mereka dapat memberi hasil maksimal," papar Kim dalam kesempatan terpisah.

Korea Selatan dan Australia sendiri sudah saling jajal dalam babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Kamboja pada Maret tahun lalu, dan sebuah laga persahabatan di Kuala Lumpur pada 3 Januari silam. Semuanya berakhir imbang, dengan skor akhir 2-2 dan 1-1.

4. Anak asuh Kim Hak-bum sudah dua kali menjajal Australia, dan semuanya berakhir imbang

Piala Asia U-23 2020: Australia Vs Korea Selatan, Bukan Final Kepagianthe-afc.com

Menilik dua hasil sebelumnya, Kim sepakat bahwa Australia memiliki banyak pemain gesit dengan fisik kuat. Pengalaman dari dua pertemuan sebelumnya membuat mereka sudah mengantongi plus-minus sang lawan, sekaligus mengevaluasi hal-hal yang dirasa masih kurang di tim utama Korea Selatan.

Kebiasaannya merotasi pemain bukannya tanpa alasan. Cuaca panas Thailand membuatnya harus menjaga kondisi para pemain dari kelelahan akut. Selain itu, para pemain juga diberi kesempatan unjuk gigi, saling melengkapi atau bahkan meningkatkan persaingan dalam tim utama. Duo penyerang Cho Gue-sung dan Oh Se-hun jadi bukti bahwa lini depan Taeguk Warriors memang tak pernah lelah.

"Kedua striker itu punya karakter berbeda. Mereka memperlihatkan hal-hal berbeda di lapangan. Kompetisi sehat di antara mereka telah membantu keduanya menjadi pemain dengan kualitas baik. Saya ingin melihat mereka kembali memberi sesuatu ketika melawan Australia," lanjut Kim.

5. Apakah Thomas Deng dkk akan sukses tampil di final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya?

Piala Asia U-23 2020: Australia Vs Korea Selatan, Bukan Final Kepagianthe-afc.com

Berikut prakiraan susunan pemain kedua kesebelasan :

Australia (4-4-2)

Tom Glover (GK); Thomas Deng, Tass Mourdoukoutas, Dylan Ryan, Alex Gersbach; Ramy Najjarine, Keanu Baccus, Zach Duncan, Reno Piscopo; Daniel Bouman, Nicholas D'Agostino

Korea Selatan (4-2-3-1)

Song Bum-keun (GK); Lee You-hyeon, Jeong Tae-wook, Lee Sang-min, Kim Jin-ya; Won Du-jae, Maeng Seong-ung; Lee Dong-jun, Kim Jin-kyu, Kim Dae-won; Cho Kyu-seong

Baca Juga: Piala Asia U-23 2020: Kim Hak-bum Sebut Pergantian Pemain Jadi Kunci

Achmad Hidayat Alsair Photo Verified Writer Achmad Hidayat Alsair

Separuh penulis, separuh mahasiswa tua, separuh orang-orangan sawah.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Indra Zakaria

Berita Terkini Lainnya