Afrika Selatan Tahan Ceko di Piala Dunia 2026, Diselamatkan Penalti

- Afrika Selatan menahan Republik Ceko 1-1 di laga Grup A Piala Dunia 2026 berkat penalti menit akhir dari Teboho Mokoena.
- Ceko unggul lebih dulu lewat gol Michal Sadilek setelah memanfaatkan kelengahan pertahanan Afrika Selatan di awal pertandingan.
- Meskipun mendominasi permainan, Afrika Selatan kesulitan dalam penyelesaian akhir sehingga gagal membalikkan keadaan hingga peluit panjang berbunyi.
Jakarta, IDN Times - Afrika Selatan berhasil menghindari kekalahan di laga kedua Grup A Piala Dunia 2026, pada Kamis (18/6/2026) malam WIB. Mereka menahan Republik Ceko dengan skor 1-1, berkat mendapat penalti di menit akhir.
Bermain di Atlanta Stadium, Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan sebenarnya tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Namun, skuad Bafana Bafana terlihat kurang siap di menit-menit awal. Koordinasi antarlini yang belum padu membuat transisi mereka, baik saat menyerang maupun bertahan, berjalan kurang mulus.
Situasi tersebut mampu dimanfaatkan Ceko yang tampil lebih sabar dalam mengalirkan bola. Mereka menghukum kelengahan Afrika Selatan lewat serangan balik cepat yang berbuah keunggulan saat duel baru berjalan enam menit
Gol tersebut berawal dari aksi Adam Hlozek di sisi kanan yang mengirim umpan tarik ke arah Alexandr Sojka. Dengan satu sentuhan cerdik, Sojka membuka ruang tembak bagi Michal Sadilek yang datang menusuk ke tengah kotak penalti.
Gelandang Sparta Praha itu langsung melepaskan tembakan terukur. Kiper Afrika Selatan, Ronwen Williams, hanya bisa melihat bola meluncur deras menghantam jala gawangnya.
Setelah tertinggal, permainan Afrika Selatan perlahan membaik. Mereka mulai mampu menekan pertahanan lawan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama melalui kecepatan para pemain sayap.
Meski begitu, efektivitas masih menjadi masalah utama. Sejumlah serangan yang dibangun dengan baik kerap mentok ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat Afrika Selatan gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.
Pada paruh kedua, duel tetap berjalan alot. Afrika Selatan tetap mendominasi, sementara Ceko kembali mengadaptasi permainan di babak pertama. Namun, kedu tim selalu mentok ketika mencapai sepertiga akhir lapangan.
Ceko lebih dulu mendapat momentum untuk menggandakan keunggulannya, sekaligus menjadi peluang paling berharga di babak kedua, pada menit ke-47. Sayangnya, Vladimir Darida gagal menuntaskan peluang tersebut dengan sempurna.
Darida melakukan kesalahan pada sentuhan pertamanya di kotak penalti. Ia kesulitan menyesuaikan posisi kakinya dengan tepat waktu, saat bola datang. Situasi itu membuatnya terlambat untuk melepaskan tembakan, yang pada akhirnya diblok dengan mudah.
Permainan Ceko dan Afrika Selatan buntu hingga menit ke-80. Kedua tim melakukan rotasi untuk memberikan penyegaran di atas lapangan, namun Ceko lebih agresif dalam melakukan pergantian pemain.
Mereka mengganti banyak pemain lebih dulu hingga pertengahan babak kedua, seperti Pavel Sulc, Jaroslav Zeleny, Lukas Provod, Tomas Soucek, dan David Zima. Sedangkan, Afrika Selatan hanya menurunkan Relebohile Mofokeng dan Evidence Makgopa.
Memasuki menit krusial, Afrika Selatan tampak lebih agresif. Namun, meski terus melancarkan gempuran, mereka kesulitan menembus pertahanan berlapis Ceko yang menumpuk banyak pemain di sekitar area kotak penalti.
Upaya Afrika Selatan akhirnya berbuah manis pada menit ke-83. Itu setelah Sulc melakukan pelanggaran handball di dalam kotak terlarang. Teboho Mokoena yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Skuad Bofana Bofana terus melancarkan serangan masif. Sejumlah momentum didapat untuk berbalik unggul. Sayangnya, penyelesaian akhir mereka masih buruk. Situasi itu membuat skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
















