Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Klub Eropa Gelar Tur Pramusim di Asia, Murni Bisnis?

4 Alasan Klub Eropa Gelar Tur Pramusim di Asia, Murni Bisnis?
ilustrasi pertandingan sepak bola di sebuah stadion (unsplash.com/Waldemar Brandt)
Intinya Sih
  • Tur pramusim Asia memberi klub Eropa akses langsung ke basis penggemar besar, memperkuat loyalitas, penjualan merchandise, dan interaksi media sosial.
  • Agenda ini juga membuka pendapatan melalui sponsor, hak siar, tiket, serta kemitraan perusahaan Asia yang memperkuat roda bisnis klub sebelum musim dimulai.
  • Cuaca panas menjadi latihan stamina, meski berisiko dehidrasi; tur turut mempromosikan rekrutan baru dan memperluas branding klub di pasar Asia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pada masa persiapan jelang musim baru, klub-klub raksasa Eropa seperti Manchester United, Liverpool, Bayern Munich, hingga Paris Saint-Germain berbondong-bondong terbang ke Asia. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Indonesia kerap menjadi destinasi mereka. Bukan sekadar menggelar laga pemanasan, tur pramusim di Asia berubah menjadi agenda tahunan yang penting bagi klub-klub elite tersebut.

1. Asia menjadi basis penggemar terbesar klub-klub elite selain di Eropa

Asia adalah benua dengan jumlah penduduk terbesar di dunia sekaligus rumah bagi ratusan juta fans klub sepak bola Eropa. Tur pramusim menjadi kesempatan emas bagi klub untuk menyapa penggemar secara langsung. Karena jarak, mereka tidak bisa menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di stadion secara rutin.

Dilansir BBC, klub-klub English Premier League Inggris rutin melakukan pramusim di Asia sejak dekade 2000-an. Alasannya, setengah dari basis penggemar global dan seperempat dari total penonton pertandingan di televisi berada di Asia. Langkah ini efektif memperkuat loyalitas fans, memicu lonjakan penjualan merchandise resmi, serta mendongkrak angka engagement di media sosial klub.

2. Menjadi bagian dari cara klub-klub elite menjalankan roda bisnis

Popularitas klub-klub Eropa menjadi magnet besar bagi perusahaan-perusahaan Asia bernilai tinggi untuk menjalin kemitraan strategis. Mulai dari sponsor yang logonya terpampang di jersey, hak siar, hingga kerja sama brand ambassador. Tur pramusim di Asia terbukti mendatangkan pendapatan baru yang signifikan bagi kas finansial klub.

Salah satu contohnya adalah Tottenham Hotspur pada 2022. Dilansir Sportcal, mereka menandatangani perjanjian kerja sama sponsor dengan sejumlah perusahaan Korea Selatan sejak akhir tahun 2021. Ini kemudian diteruskan menjadi tur pramusim ke Negeri Ginseng dari musim 2022/2023 hingga 2024/2025.

3. Ajang membangun ketahanan fisik dan stamina para pemain di cuaca panas

Dari sudut pandang teknis dan kepelatihan, iklim Asia yang cenderung panas dan berkelembapan tinggi menjadi ajang latihan fisik yang ideal bagi para pemain. Menjalani sesi latihan berat serta laga uji coba di cuaca hangat membantu meningkatkan stamina pemain sebelum menghadapi padatnya jadwal kompetisi domestik di Eropa. Namun, tradisi pramusim jauh dari negeri asal mulai dikritik.

Dilansir ESPN, meningkatknya suhu global dan bertanding di cuaca panas memaksa para pemain untuk berlatih dan bermain dalam gelombang panas yang parah. Ini menyebabkan tekanan fisik, dehidrasi, dan tempo permainan jadi lebih lambat. Contohnya bisa dilihat pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025, yang dianggap hanya turnamen pramusim.

4. Bagian dari strategi pemasaran dan branding para rekrutan baru klub

Kedatangan pemain bintang baru atau rekrutan anyar asal Asia sering dimanfaatkan klub untuk memperluas jangkauan branding. Memamerkan rekrutan anyar dalam laga pramusim di Asia selalu berhasil menyedot perhatian media lokal dan internasional. Secara otomatis ini meningkatkan nilai jual (marketability) pemain serta reputasi klub itu sendiri.

Tottenham Hotspur rutin menyambangi Korea Selatan saat Son Heung Min masih menjadi pemain mereka. Bayern Muenchen, yang saat ini diperkuat Kim Min Jae, juga melakukan uji coba melawan klub Negeri Ginseng pada awal Agustus 2026 ini. Chelsea, dengan pelatih barunya yakni Xabi Alonso, juga menjalani laga uji coba melawan AC Milan di Jakarta pada 8 Agustus 2026.

Penjualan tiket pertandingan pramusim di Asia hampir selalu habis terjual dalam hitungan jam, meski dipatok dengan harga relatif tinggi. Belum lagi penjualan hak siar yang menayangkan laga uji coba tersebut. Alhasil, tur pramusim Asia menjadi ladang bisnis yang menguntungkan untuk menutup biaya operasional klub, bahkan sebelum musim resmi dimulai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More