Alasan Liam Rosenior Gak Bisa Nolak Tawaran Jadi Manajer Chelsea

- Rosenior tak bisa menolak tawaran melatih Chelsea sebagai juara dunia dan klub asal kampung halamannya.
- Kesepakatan dengan Chelsea belum final, namun Rosenior optimis kontrak akan segera rampung.
- Rosenior memiliki catatan bagus di Strasbourg dan dianggap memiliki pendekatan modern serta kemampuan mengembangkan pemain.
Jakarta, IDN Times - Liam Rosenior sudah terang-terangan bakal menjadi manajer anyar Chelsea. Rosenior bahkan tak sabar untuk segera memegang kemudi taktik di Stamford Bridge.
Rosenior mengaku bukan hanya Chelsea yang berminat memakai jasanya. Ada sejumlah kontestan Liga Champions, namun dirinya tak bisa menolak permintaan manajemen The Blues.
"Bukan hanya Chelsea, saya juga diminati oleh klub-klub Liga Champions lainnya. Tetapi kesempatan ini, saya tidak bisa menolaknya," kata Rosenior dikutip dari talkSPORT.
1. Klub juara dunia dan bisa pulang kampung
Rosenior tak bisa melewatkan melatih Chelsea selaku juara bertahan Piala Dunia Antarklub 2025. Melatih Chelsea juga terasa begitu emosional bagi Rosenior, karena klub asal kampung halamannya.
Faktor itu menjadi salah satu yang membuat Rosenior tak bisa menolak tawaran ke Stamford Bridge. Ia tak perlu lagi jauh dari keluarga tercintanya.
"Ini adalah kesempatan luar biasa di klub yang luar biasa, juara dunia, dan kesempatan yang tidak bisa saya tolak. Dan saya bisa pulang, bertemu anak-anak saya. Saya telah berkorban dengan jauh dari mereka," ucap Rosenior.
2. Kontrak belum rampung
Kendati sudah terang-terangan ke Chelsea, Rosenior mengungkap kesepakatannya belum tuntas. Masih ada administrasi yang perlu diurus agar bisa diresmikan menjadi manajer Chelsea. Kemungkinan, itu akan terealisasi dalam waktu dekat.
"Saya belum menandatangani kontrak. Saya sudah setuju secara lisan dengan Chelsea. Semuanya sudah disepakati dan kemungkinan akan rampung dalam beberapa jam ke depan," ujar Rosenior.
3. Profil singkat Liam Rosenior
Di Strasbourg, Rosenior membukukan 23 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 16 kekalahan. Di bawah kepemimpinannya, Strasbourg finis di peringkat ketujuh pada musim 2024/25, posisi terbaik klub sejak terakhir kali menempati urutan keenam pada musim 2021/22.
Meski tergolong muda dan minim pengalaman di level elite Eropa, Rosenior dianggap memiliki pendekatan modern serta kemampuan mengembangkan pemain. Faktor tersebut membuat Chelsea kepincut. Urusan transfer bisa berjalan mudah mengingat Strasbourg berada di bawah kepemilikan pemilik Chelsea, Todd Boehly.



















