Relasi parasosial bisa dipakai menjelaskan fenomena yang menimpa Sorloth dan Beckham. Diperkenalkan pertama kali oleh Donald Horton dan R. Richard Wohl pada 1956 lewat jurnal Psychiatry dengan judul ‘Mass Communication and Para-Social Interaction: Observations on Intimacy at a Distance’, relasi parasosial merujuk pada sebuah relasi satu arah, tidak dialektikal, dan tidak ada imbal balik. Biasanya ini terjadi antara sesosok persona dengan audiens, seperti atlet, aktor, musisi, atau selebriti dengan penggemarnya. Relasi macam ini pertama kali muncul sejak televisi ditemukan dan tokoh-tokoh baru muncul, dipandang sebagai idola atau panutan. Sekarang, tak hanya televisi yang menciptakan persona-persona tadi, tetapi juga internet. Tak pelak, kini popularitas seseorang bisa dinilai dari jumlah pengikut mereka di media sosial.
Dalam skena olahraga, relasi parasosial yang terbentuk agak beda. Periset asal University of Tilburg, Mingyi Hou mengatakan perbedaan ini terbentuk karena industri olahraga secara terang-terangan dibangun melalui struktur kompetisi. Dalam industri hiburan biasa, kompetisi memang ada, tetapi tidak sejelas olahraga. Ketika ada fandom (basis penggemar), muncul pula kelompok saingannya, yakni antifandom. Keberedaan antifandom inilah yang menciptakan relasi parasosial negatif. Contoh paling nyata adalah penggemar Cristiano Ronaldo yang kerap (tidak selalu) mengidentifikasi sebagai pembenci rivalnya, Lionel Messi. Berlaku pula sebaliknya.
Khusus kasus Sorloth di Piala Dunia 2026, pola serupa Ronaldo vs Messi juga tampak. Coba perhatikan narasi yang beredar soal Alexander Sorloth. Pertama, ia dianggap egois karena tidak rela mengoper bola ke rekan setimnya, Erling Halaand. Padahal posisi rekannya itu lebih bebas dan strategis untuk membuat tembakan ke gawang. Narasi ini kemudian melebar dengan asumsi liar lain, yakni Sorloth iri akan kesuksesan Halaand, berharap dirinya yang kali ini dapat sorotan. Asumsi-asumsi tak berdasar ini dengan mudahnya disampaikan penonton seolah mereka tahu apa yang ada di benak Sorloth dan punya kontrol atas situasi di lapangan.