Lini pertahanan masih menjadi masalah utama yang dihadapi FC Barcelona, salah satunya akibat krisis cedera para pemain bertahan. Hansi Flick kehilangan Eric Garcia, Andreas Christensen, dan Jules Kounde yang absen total, ditambah Xavi Espart yang ditarik keluar sekitar menit ke-30 karena cedera. Kondisi ini memaksa Alejandro Balde tampil menggantikan posisi yang bukan miliknya, sehingga lini belakang Blaugrana kehilangan kekokohan seperti biasanya.
Kegagalan Lamine Yamal tampil sesuai ekspektasi menjadi sorotan tajam usai laga. Sebelum kick-off, pemain 19 tahun ini melontarkan pernyataan percaya diri soal duel 1 lawan 1 melawan Marc Cucurella, tetapi sepanjang 90 menit gagal menciptakan peluang matang bagi rekan setimnya. Yamal melepaskan 5 tembakan dengan xG tertinggi di timnya sebesar 0,51, tetapi tak satu pun berbuah gol, termasuk kesempatan emas dari jarak dekat yang disia-siakan jelang turun minum.
Kesalahan di lini belakang pada momen-momen krusial juga tak bisa diabaikan. Kedua gol yang bersarang ke gawang Barcelona lahir dari situasi transisi, mulai dari kesalahan antisipasi bola sapuan hingga kebobolan saat tim tengah menekan pertahanan lawan. Flick mengakui timnya kerap mengulang kesalahan serupa, yakni terlalu dekat dengan tekanan lawan sebelum akhirnya kebobolan lewat serangan balik cepat.
Kekalahan ini memangkas keunggulan Barcelona di puncak klasemen dari 6 poin menjadi 3 poin atas Real Madrid yang kini menempati posisi ketiga. Raphinha yang mencetak gol penyama kedudukan harus menelan kenyataan pahit lainnya, sebab namanya tak masuk daftar 30 nominasi Ballon d'Or meski telah mengoleksi 13 gol di LaLiga musim ini. Barcelona kini harus segera bangkit menghadapi Deportivo Alaves pada 31 Oktober mendatang sebelum bertemu Atletico Madrid pada 8 November.
Kemenangan ini jadi modal berharga Real Madrid untuk terus memburu FC Barcelona di papan atas klasemen LaLiga 2026/2027. Sementara, bagi Barcelona, kekalahan perdana musim ini menjadi alarm agar segera membenahi lini pertahanan.