Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antar Timnas Juara, Emil Audero Dapat Guard of Honour di Rayo Vallecano

2 min read
Antar Timnas Juara, Emil Audero Dapat Guard of Honour di Rayo Vallecano
Striker Real Madrid, Kylian Mbappe, saat berhadapan dengan kiper Rayo Vallecano asal Indonesia, Emil Audero (AFP / Oscar del Pozo)
  • Kiper Timnas Indonesia Emil Audero mendapat guard of honour dari rekan-rekan Rayo Vallecano jelang laga melawan Athletic Bilbao, usai membawa Indonesia juara ASEAN Cup 2026.

  • Emil juga menerima jersey bertuliskan "Campeon ASEAN Cup 2026" setelah melewati barisan pemain Vallecano yang menyambutnya di lapangan.

  • Laga Vallecano kontra Bilbao ditunda setelah suporter berulang kali melempar pesawat kertas dan bola karet sebagai protes terhadap Presiden Raul Martin Presa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Resepsi yang hangat diterima kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, saat kembali ke Rayo Vallecano. Jelang laga kontra Athletic Bilbao, Sabtu (10/10/2026), Emil mendapatkan guard of honour dari rekan-rekannya.

Dilansir dari tayangan video yang diunggah akun Instagram @unionrayo, para pemain Vallecano berdiri dengan membentuk formasi seperti gerbang di tengah lapangan. Mereka bertepuk tangan, menyambut kedatangan Emil.

  1. 1. Dikasih hadiah

    Emil berlari ke tengah, tapi langkahnya tertahan karena rekan-rekannya yang masuk ke starting XI belum lengkap. Jadilah, Emil mundur dan kembali berlari melewati barisan rekan-rekannya.

    Ketika sampai di ujung, Emil dihadiahi jersey khusus dengan tulisan "Campeon ASEAN Cup 2026" atau berarti "Juara ASEAN Cup 2026".

  2. 2. Duel ditunda imbas protes

    Sayangnya, momen ini tak diteruskan dengan pertandingan antara Vallecano versus Bilbao. Laga terpaksa harus ditunda karena situasinya tak bersahabat.

    Suporter melancarkan protes dengan melempar pesawat kertas dan bola karet ke tengah lapangan, sebagai imbas dari kekecewaan terhadap kinerja Presiden Raul Martin Presa yang dianggap tak becus dalam mengelola. Semua dimulai dari terusirnya Vallecano dari kandangnya akibat lisensi yang kedaluwarsa, dan baru bisa kembali setelah 147 hari.

    Tapi, suporter merasa Presa masih tak becus dalam bekerja hingga akhirnya melancarkan protes keras dalam duel melawan Bilbao.

  3. 3. Sempat berjalan, tapi akhirnya dibatalkan

    Laga Vallecano kontra Bilbao sebenarnya sempat berjalan beberapa menit dan dihentikan ketika suporter mulai melempari lapangan dengan pesawat kertas dan bola karet. Penyiar stadion kemudian mengumumkan laga bisa ditunda jika tindakan serupa terulang.

    Alhasil, lemparan suporter ke lapangan bisa dihentikan beberapa saat. Namun, ketika laga dimulai kembali benda-benda asing masuk dilempar oleh suporter untuk kesekian kalinya, sambil melontarkan kalimat makian kepada Presa.

    Marca melansir, polisi anti huru-hara bahkan sampai turun tangan untuk mengendalikan situasi. Hingga kini, belum ketahuan kapan laga akan dilanjutkan.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More