Arsenal Raja Bola Mati? Inter Milan Sudah Siapkan Cara Meredamnya

- Arsenal raja bola mati dengan 24 gol dari skema tersebut, mengalahkan rekor Manchester United.
- Inter Milan siap meredam Arsenal dengan tidak memakai sistem man to man saat menghadapi bola mati mereka.
- Pelatih Inter, Cristian Chivu menuntut pemainnya untuk meminimalisir kesalahan, bertahan efektif, dan menunjukkan karakter yang dibutuhkan.
Jakarta, IDN Times - Inter Milan akan menjamu Arsenal dalam lanjutan Liga Champions 2025/26, di Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Duel tersebut tentu saja menjadi ujian berat bagi Nerazzurri.
Itu karena Arsenal yang menyapu bersih enam kemenangan datang dengan segudang ancaman. Khususnya skema bola mati mereka yang sudah memakan banyak korban pada musim ini.
1. Skema bola mati Arsenal hasilkan 24 gol
Sejauh ini, Arsenal telah mencetak 24 dari skema tersebut di seluruh kompetisi. Jumlah itu menjadikan mereka raja bola mati, melewat torehan Manchester United pada musim 2012/13, dengan 23 gol.
Senjata utama Arsenal adalah sepak pojok. Mereka berhasil membukukan 18 gol lewat skema itu di seluruh kompetisi musim ini. Pelatih Inter, Cristian Chivu sudah menyiapkan cara agar Nerazzurri tak menjadi korban berikutnya.
2. Skema Inter hadapi bola mati Arsenal
Inter nantinya tidak akan memakai sistem man to man saat menghadapi bola mati Arsenal. Namun yang paling penting, Alessandro Bastoni dan kawan-kawan dituntut untuk tidak melakukan pelanggaran yang ceroboh.
"Cara kami bertahan dalam situasi bola mati, penjagaan zona, kebetulan juga merupakan solusi terbaik untuk menghadapi Arsenal. Penjagaan satu lawan satu bisa menimbulkan masalah bagi kami saat melawan mereka. Kami tahu mereka bisa berbahaya, tetapi dalam beberapa situasi Anda harus memberikan kredit kepada lawan," kata Chivu di laman resmi klub.
3. Tugas Chivu buat Inter
Chivu juga punya tugas penting yang harus diterapkan Nerazzurri. Tuntutan itu adalah meminimalisir kesalahan, menekan sepanjang laga, bertahan dengan baik, efektif, dan cerdas, karena Chivu sadar teror puluhan ribu Interisti tidak akan begitu menggetarkan lutut para pemain The Gunners.
"Kami harus membuat kesalahan sesedikit mungkin, bermain efisien, dan menunjukkan karakter yang dibutuhkan untuk memahami momen-momen kunci pertandingan. Pertandingan terdiri dari banyak momen dan perubahan fase. Kedewasaan sangat dibutuhkan, dan grup ini telah berkembang pesat dalam membaca fase-fase pertandingan," ujar Chivu.















