Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keok dari AC Milan, 3 Keputusan Wasit Ini Bikin Inter Naik Darah

Keok dari AC Milan, 3 Keputusan Wasit Ini Bikin Inter Naik Darah
Para pemain Inter Milan meminta maaf kepada fans usai tersingkir dari Liga Champions (AFP / Andreas Solaro)
Intinya Sih
  • Inter Milan kalah 0-1 dari AC Milan lewat gol tunggal Pervis Estupinan dalam laga Serie A yang diwarnai kontroversi keputusan wasit Daniele Doveri.
  • Kubu Inter memprotes keras dugaan handball Samuele Ricci di menit akhir, namun wasit menilai posisi tangan masih natural dan tidak layak penalti.
  • Inter juga kecewa atas tambahan waktu minim, anulir gol Carlos Augusto, serta sejumlah pelanggaran keras yang tak diganjar kartu kuning oleh wasit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Inter Milan takluk 0-1 dari AC Milan dalam lanjutan Serie A musim 2025/26, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Pervis Estupinan menggagalkan misi Nerazzurri untuk semakin nyaman di puncak klasemen.

Namun, hasil di Derby della Madonnina ini diwarnai sejumlah kontroversi keputusan wasit yang memicu amarah dari kubu Nerazzurri seusai peluit panjang berbunyi. Skuad asuhan Cristian Chivu merasa dirugikan oleh beberapa insiden krusial yang dianggap bisa mengubah hasil akhir.

1. Insiden handball Samuele Ricci di menit akhir

Protes paling keras dari kubu Inter terlihat saat injury time, menit 90+5. Protes itu terkait dugaan handball di dalam kotak penalti. Itu setelah bola pantulan dari pergerakan Denzel Dumfries mengenai lengan gelandang Milan, Samuele Ricci.

Inter langsung mendesak penalti, namun wasit Daniele Doveri memutuskan lengan Ricci berada dalam posisi natural dan gerakannya murni insting untuk menghindari bola. Sang pengadil lapangan menilai insiden tersebut tidak layak membuahkan tendangan penalti karena tubuh Ricci tidak membesar secara tidak wajar.

Menanggapi kontroversi tersebut, pelatih Inter, Cristian Chivu, memilih meredam situasi. Chivu merasa masalah sudah tuntas setelah wasit memberikan penjelasan.

"Saya diberi tahu bahwa VAR sudah mengeceknya, jadi saya tidak punya hal lain untuk ditambahkan. Saya lebih fokus pada performa tim, keputusan saya, dan kesalahan saya," kata Chivu, dikutip dari Football Espana.

2. Tambahan waktu dan peluit prematur wasit

Kekecewaan Inter tak berhenti di situ. Jajaran staf pelatih Inter juga dibuat frustrasi oleh minimnya waktu tambahan. Mereka merasa kurang adil, karena tambahan waktu di babak kedua hanya enam menit. Rasa kurang adil itu didasari oleh banyaknya interupsi yang terjadi di lapangan.

Selain itu, ada sebuah momen krusial saat Carlos Augusto berhasil menjebol gawang Milan lewat skema sepak pojok. Namun, wasit meniup peluitnya saat bola masih melayang di udara untuk menghentikan aksi saling dorong antarpemain. Keputusan tersebut membuat gol Augusto dianulir dan Inter kehilangan peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

3. Kartu kuning yang lolos dari saku wasit

Corriere dello Sport juga menyoroti kepemimpinan Doveri yang dinilai terlalu lunak dalam memberikan hukuman. Mereka meyakini seharusnya laga ini banjir kartu kuning atas beberapa pelanggaran keras dalam derby tersebut.

Beberapa pelanggaran luput dari hukuman kartu, seperti tekel Estupinan terhadap Nicolo Barella dan aksi Adrien Rabiot kepada Federico Dimarco. Tak hanya itu, pelanggaran Fikayo Tomori atas Piotr Zielinski serta tekel striker Inter Ange-Yoan Bonny ke Estupinan juga dianggap layak diganjar kartu kuning.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More