Ketika Inter Milan Frustrasi Bongkar Pertahanan AC Milan

- Inter Milan kalah 0-1 dari AC Milan di San Siro setelah gagal menembus pertahanan rapat Rossoneri, membuat pelatih Cristian Chivu mengakui timnya frustrasi sepanjang laga.
- Krisis penyerang akibat absennya Lautaro Martinez dan Marcus Thuram memaksa Inter menurunkan duet muda Esposito-Bonny, namun keduanya belum mampu menciptakan ancaman berarti.
- Chivu menilai performa Inter di bawah standar, terutama dalam transisi bertahan yang buruk hingga berujung gol Pervis Estupinan hasil assist Youssouf Fofana untuk kemenangan Milan.
Jakarta, IDN Times - Inter Milan takluk 0-1 dari AC Milan di San Siro dalam lanjutan Serie A 2025/26, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Penyebab Inter kalah adalah kesulitan membongkar pertahanan Rossoneri.
Fakta itu diakui langsung pelatih Nerazzurri, Cristian Chivu. Juru taktik berusia 45 tahun tersebut bahkan mengakui kalau Inter sampai dibuat frustrasi oleh struktur pertahanan rivalnya.
1. Segala upaya Inter gagal
Garis pertahanan Milan yang super rendah, menurut Chivu, berhasil membuat Federico Dimarco dan kolega mati kutu. Segala upaya sudah dilancarkan La Beneamata, namun tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.
"Kami mencoba meningkatkan tempo setelah jeda dan bermain lebih baik dalam beberapa fase, lalu menciptakan peluang bagus melalui Dimarco. Kami mencoba segala cara untuk mengepung blok pertahanan rendah mereka, tetapi tidak mampu membongkarnya," kata Chivu dikutip dari Football Italia.
2. Lini depan Inter lagi pincang
Dalam Derby della Madonnina, Inter memang krisis penyerang. Mereka harus melakukan perubahan komposisi taktik, buntut absennya Lautaro Martinez, ditambah Marcus Thuram yang terkena flu.
Kondisi tersebut memaksa Chivu untuk menduetkan Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny di lini depan. Namun, mereka belum mampu menunjukkan kerja sama yang padu.
Nerazzurri hanya mampu melepaskan sebiji tembakan tepat sasaran, dari sembilan percobaan. Ompongnya lini depan membuat dominasi Inter tak berujung.
3. Inter main di bawah standar
Chivu juga menyoroti transisi buruk Inter, yang memberikan ruang kepada tim asuhan Massimiliano Allegri untuk mencetak gol. Menurut Chivu, performa Inter jauh di bawah standar.
Gol Milan berawal dari kegagalan Henrikh Mkhitaryan dalam memaksimalkan peluang. Milan kemudian mencetak gol melalui Pervis Estupinan di tiang dekat setelah menerima assist Youssouf Fofana, sekaligus menghukum transisi buruk Inter.
"Kami bermain di bawah standar pada babak pertama dengan tempo yang lambat, lalu kami kebobolan dan itu menjadi pukulan bagi kami," ucap Chivu.

















